Tak Bisa Kupas Salak atau Nyalakan Kompor? Ini Kesalahan Ortu yang Membuat Anak Sulit Mandiri

Akhir-akhir ini sungguh berita media online tidak berbobot sekali ya. Apa hubungannya dengan kemandirian?

Beberapa kali kita disuguhkan cerita tentang si A yang tidak bisa mengupas salak atau anak si B yang sudah 21 tahun tapi tak bisa menyalakan kompor atau mencolokkan listrik ke stop kontak.

Habis-habisan, Semua Demi Anak. Benarkah Cara Itu Terbaik?

Yakin banget cerita itu terblow up, karena kebetulan yang bicara selebriti. Padahal orang-orang yang tidak selebriti juga banyak kan yang seperti ini di dunia nyata.

Salah siapa? Ya pasti salah orangtua atau pengasuhnya sih. Banyak orangtua yang tidak menyiapkan anaknya untuk hidup sendiri, jadi memang sejak awal di-set untuk selalu punya orang yang membantu.

Jadi, apa daftar kesalahan ortu yang membuat anak sulit mandiri?

Menganggap urusan dapur hanya urusan pembantu

Kalau begitu ya sudah anak pasti tidak diajarkan kitchen skill sesuai usia. Padahal sejak umur 4 tahun, anak saya, Xylo bisa lho mematikan kompor atau sekadar menyemplungkan telur untuk direbus. Asal diberi tahu saja titik-titik bahayanya di mana dan apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir bahaya. Saya percaya, skill di dapur ini pasti berguna untuknya di masa depan.

Anak tidak diberi tanggung jawab

Anak harus punya tanggung jawab. Kalau masih preschool atau TK, bisa dimulai dengan membawa tas sendiri, menyimpan sepatu di tempatnya, memasukkan baju kotor ke tempat cucian, dan banyak lagi.

Ini membuatnya sadar bahwa apa yang ia pakai, ada pertanggungjawabannya, bukan nantinya dibereskan oleh ortu atau pembantu. Semakin besar, anak sudah bisa diberi tanggung jawab lebih seperti mencuci piring bekas makannya atau mencuci pakaian dalam sendiri.

Tidak mengajarkan konsep uang

Ortu hanya mengajari uang harus ditabung, tapi tidak memperkenalkan bagaimana uang bisa didapat? Kenapa harus bersedekah? Bagaimana cara belanja dan membandingkan harga?

Konsep uang pada anak bisa ditanamkan sejak kecil sehingga ia tidak beranggapan uang adalah sesuatu yang keluar dari ATM lalu ditabung.

Terlalu banyak melarang anak

Terlau sering melarang anak membuat anak tidak merasa dipercaya, jadinya ia pun ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Bagaimana bisa mandiri?

Selama tidak membahayakan nyawa, anak bisa lho melakukan banyak hal yang selama ini dianggap hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa. Seperti menggunting dengan gunting besi, mencuci piring keramik, menggunakan gelas kaca dan bukannya plastik, dan banyak lagi.

Tidak memberi contoh yang baik

Ya bagaimana anak bisa tahu tentang kemandirian kalau orangtuanya pun mager dan tidak memberi contoh yang baik? Padahal ortu jelas role model utama bagi anak jadi yuk, jadi contoh pribadi yang mandiri dulu sebelum menuntut anak jadi mandiri.

Baca:
Kitchen Skill Sesuai Tahapan Usia Anak
Pekerjaan Rumah Tangga yang Bisa Dilakukan Anak Sesuai Tahapan Usia
Mengajarkan Anak Kelola Uang Saku, Mulai dari Mana?


Post Comment