banner-detik
HEALTH & NUTRITION

Waspada, Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Giat Berkembang Biak di Musim Hujan

author

?author?05 Jan 2020

Waspada, Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Giat Berkembang Biak di Musim Hujan

Cek lagi benda-benda yang berpotensi menampung genangan air. Karena nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue sedang aktif-aktifnya bertelur di musim hujan.

demam berdarah - Mommies Daily

Pas musim hujan seperti sekarang, memori saya terpanggil akhir tahun 2019 lalu Jordy didiagnosa demam berdarah. Makanya pas datang lagi musim penghujanan, sejujurnya saya agak parno, hal tersebut terulang lagi.

Baca juga: DBD:Lebih Berbahaya Pada Anak Dibanding Pada Orang Dewasa?

Ketakutan saya bukan tanpa alasan mendasar. Hasil baca dari beberapa sumber yang kribel, saya menemui, nyamuk itu lebih rajin bertelur pas musim hujan. Hal ini disebabkan tempat berkembang biak sekaligus pertumbuhan larva nyamuk di genangan air. Nah, tempat-tempat seperti ini kita sering temui pas musim hujan, kan? Seperti sampah berbagai wadah makanan yang yang dibuang sembarangan.

Jika mommies mengira nyamuk-nyamuk ini berkembang biak di air kotor, kebalikannya mommies. Nyamuk malah senang bertelur di air bersih, seperti kolam ikan atau penampungan air lainnya di rumah kita. Jenis aedes aegypti lebih aktif mengigit di pagi hingga siang hari. Baik itu di luar dan dalam ruangan, ya, mommies. Karena nyamuk kini lebih adaptif dengan suhu di ruangan ber-AC.

Baca juga: Mitos Dan Fakta Demam Berdarah Dengue

Nah, yang paling mudah dilakukan sebagai tindakan pencegahan adalah meminimalkan perkembangan larva-larva nyamuk bandel ini. Yang pertama dengan 3M:

  • M pertama: Menguras bak penampung, tapi tidak hanya menguras – melainkan harus disikat pada bagian seluruh bak atau tempat penampungan air  Karena telur nyamuk bisa merekatkan diri.
  • M kedua: Menutup rapat tempat penampungan air.
  • M ketiga: Memanfaatkan dan mendaur ulang barang bekas, jadiii, bukan mengubur barang bekas, ya Mommies. Jika belum bisa didaur ulang, wajib menaruh benda apapun yang bisa menampung air dalam keadaan terbalik (ember, kaleng, botol, dan lain-lain.)
  • Yang kedua:

  • Menghindari gigitan nyamuk, terutama pada siang hari.
  • Menabur lavarsida di tempat-tempat yang berpotensi nyamuk bertelur.
  • Menggunakan kelambu anti anti nyamuk atau lotion dan obat nyamukyang kini banyak beredar. Terutama kalau anak-anak lagi main di dalam atau luar rumah, jangan pernah lupa mengolesi dirinya dengan minyak telon atau lotion anti nyamuk. Ulangi secara berkala sesuai dengan instruksi di kemasannya masing-masing.
  • Memelihara ikan untuk tempat penampungan air yang cukup luas.
  • Menghindari menggantung baju atau benda lainnya, yang bisa jadi tempat nyamuk bersembunyi.
  • Secara berkala membersihkan rumah. Jangan biarkan ada benda-benda menumpuk nggak jelas dan malah jadi sarang nyamuk.
  • Baca juga: Demam Berdarah; Gejala, Penyebab dan Treatment Yang Harus Dilakukan

    Usaha pencegahan di atas hendaknya menjadi aksi kolektif. Jangan mommies sendirian saja. Bisa lho, kita inisiatif ngobrol sama pak RT atau RW setempat untuk sosialisasi mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak dengan masif. Toh untuk kebaikan bersama, kan?

    Share Article

    author

    -

    Panggil saya Thatha. I’m a mother of my son - Jordy. And the precious one for my spouse. Menjadi ibu dan isteri adalah komitmen terindah dan proses pembelajaran seumur hidup. Menjadi working mom adalah pilihan dan usaha atas asa yang membumbung tinggi. Menjadi jurnalis dan penulis adalah panggilan hati, saat deretan kata menjadi media doa.


    COMMENTS


    SISTER SITES SPOTLIGHT

    synergy-error

    Terjadi Kesalahan

    Halaman tidak dapat ditampilkan

    synergy-error

    Terjadi Kesalahan

    Halaman tidak dapat ditampilkan