banner-detik
BEHAVIOR & DEVELOPMENT

Permainan Karnaval Seru: Mainan Untuk Melatih Regulasi Emosi Anak

author

?author?20 Oct 2019

Permainan Karnaval Seru: Mainan Untuk Melatih Regulasi Emosi Anak

Melatih regulasi emosi anak itu memang penting, makanya dibuatlah mainan Karnaval Seru ini. Coba deh, pasti menyenangkan. 

 Latih Regulasi Emosi Generasi Alpha dengan Media Permainan Menyenangkan - Mommies DailyImage: by Chris Benson on Unsplash

Anak-anak mommies yang lahir antara tahun 2010-2025 termasuk ke dalam generasi alfa. Ciri khas generasi ini tumbuh di era rimba  teknologi. Baru melek mata aja, sudah terpapar HP papa mama masing-masing untuk mendokumentasikan momen pertama anak kita lahir ke dunia.

Baca juga: Anak Indonesia dan 7 Masalah Besar yang Perlu Diketahui Orang Tua

Belum lagi ketika mereka besar. Beberapa kegiatan di sekolah juga memanfaatkan teknologi, misalnya menyimak video yang bermuatan nilai edukasi dengan tema tertentu. Diminta guru mengerjakan PR, dengan mencari informasi lewat cara Googling – sambil didampingi orangtua, dan sebagian orangtua (termasuk saya) memberikan anak jatah screen time.

Baca juga: Anak 'Terlanjur' Candu dengan Gadget, Harus Bagaimana?

Lalu dalam perjalanannya, generasi alfa yang lekat dengan teknologi punya isu seputar permasalahan emosional. Hal ini disampaikan para psikolog Anak di Mentari Anakku, pada press conference peluncuran permainan “Karnaval Seru.”

Temuan mereka selama ini, berdasarkan beberapa kasus selama praktik:

1. Sulit mengekspresikan emosi.

2. Sulit mengontrol dan meregulasi emosi sesuai dengan situasi yang ada.

Di sisi lain, yang namanya kemampuan regulasi emosi adalah salah satu kemampuan yang penting dimiliki anak, karena sangat memengaruhi kemampuan sosialisasi anak secara umum.

Penjabaran sederhana dari Tim Psikolog Anak di Mentari Anakku seperti ini:

“Jika anak masih kesulitan mengenali emosinya sendiri dan meregulasi emosinya, maka tentu ia akan kesulitan untuk mengenal dan memahami orang lain. Padahal, hal tersebut adalah dasar dari banyak sekali kemampuan sosial-emosional, seperti kemampuan empati, assertiveness, pemahaman situasi sosial, kemampuan memecahkan masalah dan lain-lain.”

Baca juga: Kecanduan Gadget Pasti Bikin Anak Kurang Empati, Ini Fakta!

Selain masalah kemampuan ini, anak-anak generasi alfa yang terpapar teknologi, punya beberapa risiko. Di antaranya:

-Semua hal inginnya serba cepat.

-Generasi instan, kurang menghargai proses

-Perlahan gadget menjadi kebutuhan, gadget adalah bagian dari keseharian mereka.

Namun, generasi alfa juga tentu juga punya keunggulan, yaitu: kritis, generasi paling terdidik, inovasi tinggi, cerdas dan kreatif.

Baca juga: 5 Sifat Anak Generasi Alfa yang Tangguh

Nah, mengingat mereka adalah anak yang kritis dan cerdas, kalau mau melatih mengenali emosi, juga harus dengan cara yang inovatif dong. Salah satunya dengan papan permainan. Kali ini Mentari Anakku berkolaborasi dengan Menthilis, membuat papan permainan “Karnaval Seru.”

Dapat dimainkan oleh 2-4 orang, namun harus didampingi orangtua atau orang dewasa, ya, mommies. Target pemain berusia 5-9 tahun. Pas saya coba bersama rekan media lainnya, permainan Karnaval Seru ini mirip seperti Monopoli. Tapi lebih seru, karena kartu-kartu para Karnaval Seru, berisi seputar tantangan  yang berkaitan dengan kemampuan sosial emosional mereka.

Misalnya seperti yang tertera di kartu-kartu, di bawah ini:

Latih Regulasi Emosi Generasi Alpha dengan Media Permainan Menyenangkan - Mommies Daily

Unik ya permainannya mommies? 

Kiat dari tim Mentari Anakku yang membuat konsep permainan ini, diharapkan dimainkan berulang kali. Agar kita bisa tahu perkembangan respon anak akan situasi tertentu. Mungkin yang awalnya cuek, di sesi main berikutnya sudah lebih tahu, apa ya, yang harus aku lakukan kalau melihat ada anak kecil yang menangis? (misalnya).

Latih Regulasi Emosi Generasi Alpha dengan Media Permainan Menyenangkan - Mommies Daily

-

Aaaah, jadi orangtua zaman sekarang menurut saya juga sangat diuntungkan. Karena makin banyak pihak yang bergerak ke arah yang sama. Menyeimbangkan kehidupan anak, di era perkembangan teknologi yang kian pesat. Karena teknologi nggak bisa kita hindari, kan? Yang penting, bagaimana kita memanfaatkan dan meresponnya dengan cara yang bijak.

Baca juga: Punya Feeling “Ada Sesuatu” dengan Tumbuh Kembang Anak? Jangan Diabaikan!

 

Share Article

author

-

Panggil saya Thatha. I’m a mother of my son - Jordy. And the precious one for my spouse. Menjadi ibu dan isteri adalah komitmen terindah dan proses pembelajaran seumur hidup. Menjadi working mom adalah pilihan dan usaha atas asa yang membumbung tinggi. Menjadi jurnalis dan penulis adalah panggilan hati, saat deretan kata menjadi media doa.


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan