11 Cara si Kecil Lepas dari Empeng!

Bila kita memilih untuk mengenalkan anak pada empeng, maka kitapun harus bisa mengakhirinya. Mommies bisa memilih di antara 11 cara si kecil lepas dari empeng di bawah ini.

11 Cara si Keci Lepas dari Empeng - Mommies DailyImage: by Jana Sabeth on Unsplash

Saya ingat dulu sempat bertanya pada teman sesama ibu perihal penggunaan empeng. Kata salah satu teman saya, “Kalau pakai empeng, kita harus siap menyapih anak dua kali, sapih dari nenen, dan sapih dari empeng.” Pernyataan tersebut mengantarkan saya pada prinsip penggunaan empeng itu sendiri. Bukan lagi sekadar pro dan kontra terhadap empeng, namun siapkah si ibu mengakhiri eksistensi empeng saat waktunya tiba.

Menggunakan empeng sendiri bukan hanya bertujuan memberikan kenyamanan, namun mengurangi risiko si kecil mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Sebuah studi di Amerika menemukan bahwa penggunaan dot selama tidur mengurangi kemungkinan bayi menderita SIDS hingga 90%. “Bayi yang tidur tengkurap tanpa menggunakan dot memiliki risiko SIDS 2,5 kali lebih besar,” tutur De-Kun Li, ahli epidemiologi reproduksi di Oakland yang merupakan pemimpin penelitian tersebut. “Jika bayi menggunakan dot atau empeng, risikonya bisa hilang”, lanjutnya.

Sekarang, pertanyaanya, bila memang kita memilih untuk mengenalkan anak pada empeng, bagaimana kita menyudahi peran empeng? Berikut tips dari sesama ibu yang sudah berhasil melakukannya, silakan dicoba!

1. Lepas empeng setelah umur 1 tahun

Layaknya bantal yang bisa membuat kita nyaman saat tidur, demikianlah peran empeng bagi si kecil. Ia pun butuh waktu untuk bisa benar-benar lepas dari rasa nyaman menggunakan empeng. Untuk menghindari drama heboh, setidaknya akhiri empeng ketika si kecil sudah melewati ulangtahun pertamanya. 

2. Empeng hanya untuk tidur siang dan tidur malam

Mulailah membiasakan si kecil membatasi penggunaan empeng, yaitu saat tidur siang dan tidur malam. Selebihnya, minta ia untuk menaruhnya di dalam mangkuk empeng. 

3. “Peri Empeng” tanda lulus dari Empeng 

Tidak ada salahnya mengajak si kecil berkhayal. Layaknya tooth fairy, Anda bisa menggunakan teknik “Peri Empeng”, yaitu dengan mengiming-imingi si kecil kalau ia harus mengucapkan selamat tinggal pada empeng, sebelum merayakan ulangtahun ke-3. Berikan si kecil kartu ucapan selamat atas “kelulusannya” dari empeng. Sematkan pesan, bahwa sekarang saatnya mengembalikan empeng tersebut pada ayah atau ibu untuk diberikan pada adik atau bayi lain yang membutuhkan. Tertanda, peri empeng.

4. Lepas empeng saat si kecil tertidur pulas

Meski dapat menurunkan risiko SIDS, bukan berarti membiarkan empeng terus menempel di mulut selama si kecil tidur. Seiring bertambahnya usia, anak akan mampu menyesuaikan gerakan tubuhnya untuk bernapas saat tidur. 

5. Simpan di tempat yang sulit diraih

Mengajarkan anak untuk lepas dari empeng, artinya, kita sebagai ibu juga harus rela berjauhan dari benda yang kita tahu akan lebih cepat meredakan tangisannya saat terbangun tengah malam. Karena sesungguhnya, anak akan tetap bisa tenang, tanpa disodori empeng. 

6. Berikan kenyamanan lain

Empeng bukanlah satu-satunya yang bisa membuatnya nyaman. Ada tangan ibu yang bisa mengelusnya, ada boneka yang bisa menemaninya tidur dengan cara dipeluk, dan sebagainya. 

7. Andalkan White Noise

Jaman sekarang, tidak perlu lagi membeli alat khusus yang mengeluarkan suara yang menenangkan untuk membantu si kecil tidur dengan nyaman. Unduh saja aplikasi white noise atau putar lagu lullaby yang akan membuat suasana kamar menjadi lebih tenang. 

8. Aromaterapi

Ibu-ibu generasi essential oils pasti paham betul jenis EO yang mana yang dapat memberikan anak rasa nyaman selama beristirahat. Dilute dengan menggunakan minyak oles atau diffuse menggunakan diffuser yang dapat sekaligus menjadi lampu tidur di kamar, kenalkan anak pada kenikmatan lain selain empeng.

9. Story time

Baca buku cerita sebelum tidur merupakan kebiasaan yang pasti akan dinikmati anak. Meski nggak selalu seperti di film-film yang secara ajaib bisa langsung bikin si kecil tertidur pulas, namun dengan menyibukkan dirinya mendengarkan cerita dan membuka setiap halaman buku, perlahan ia akan lupa dengan kenyamanan menggunakan empeng. Lebih pas lagi kalau bukunya bercerita tentang melepas empeng. 

10. Segelas susu 

Minum susu sebelum tidur membantu si kecil lebih nyaman karena tubuhnya dapat dipastikan cukup kenyang, sehingga mengurangi keinginannya untuk mengunyah sesuatu, termasuk empeng.

11. Saatnya kamu meninggalkan empeng, Nak!

Kalau merasa ide “peri empeng” terlalu jauh dari keyakinan Anda, berikan si kecil penjelasan yang sesuai dengan usianya saat itu. “Empeng itu, kan, buat anak bayi, kalau kamu, sudah besar atau masih bayi?

Semoga mommies yang sedang berjuang di proses melepaskan si kecil dari empeng terbantu, ya. Atau mungkin yang sudah sukses, mau berbagi kiat?


Post Comment