Menyusui Tidak Melulu Tanggung Jawab Ibu

Ditulis oleh: Febria Silaen

Tahu nggak, sih, mommies tugas “menyusui” bukan dominasi peran ibu, lho. Sebagai ayah dan support system lainnya bisa ambil bagian menyukseskan keberhasilan seorang ibu menyusui buah hatinya.

World Breastfeeding Week  - Mommies Daily

World Breastfeeding Week atau Pekan ASI Sedunia dirayakan setiap tanggal 1-7 Agustus. Momentum tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan WHO dan UNICEF untuk mendukung ibu menyusui di seluruh dunia

Dalam rangka merayakan World Breastfeeding Week yang jatuh tiap tanggal 1-7 Agustus, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengadakan kegiatan ‘Menyusui Serentak’ yang diselenggarakan pada Minggu (4/8) di Gedung Pertunjukan GRJS, Bulungan, Jakarta Selatan.

Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran bahwa seluruh elemen masyarakat punya peran penting untuk mendukung keberhasilan ibu menyusui.

“Jadi tahun ini tema World Breastfeeding Week 2019 itu ‘Memberdayakan orangtua untuk mampu menyusui’. Selama ini orang berpikir, kalau menyusui itu hanya peran ibu. Padahal itu butuh dukungan semua pihak, seperti suami, keluarga, pemerintah, media, komunitas, tenaga kesehatan, tokoh agama, kita semua harus menciptakan lingkungan yang baik untuk menyusui,” jelas Farahdibha Tenrilemba, Wakil Ketua Umum AIMI.

Ditambahkan oleh Ketua Umum AIMI Nia Umar, kegiatan menyusui serentak ini merupakan bentuk menciptakan dukungan menyusui, karena diharapkan keluarga ikut serta memberikan semangat ketika menyusui serentak.

Misalnya, nih, mommies yang pernah saya alami dan mendengar cerita dari teman-teman. Ketika kita terbangun di tengah malam, untuk menyusui, dan pak suami sekadar menemani selama si kecil menyusu, akan bermakna luar biasa bagi kami para ibu.

World Breastfeeding Week AIMI  - Mommies Daily

Senada dengan apa yang dirasakan para ibu, Nia mengatakan “dukungan yang diberikan kepada orangtua merupakan kunci dari kesuksesan menyusui. Elemen dukungan merupakan salah satu dari 3 kekuatan yaitu: protect, promote and support breastfeeding (mendukung, mempromosikan dan melindungi kegiatan menyusui).” Bentuk konkretnya, bisa kita temui di perkantoran dan mall. Penyediaan ruang menyusui yang layak, lengkap dengan fasilitas pendukung.

Baca juga: Pesan untuk Perusahaan dari Ibu Bekerja yang Menyusui

Berbagai pengalaman seputar menyusui, pun, diceritakan oleh Swasti Sabdastantri atau yang lebih dikenal dengan Chua ‘Kotak’, saat menyusui anak pertama dan kedua.

Ia bilang saat melahirkan anak pertama, Chua sudah memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan pemberiannya hingga usia sang anak 2 tahun. Walau saat berumur 4 bulan si kecil harus ditinggalnya untuk manggung, tapi ia tetap memerah ASI sebelum tampil.

Acara kian meriah karena ada sesi dari Indonesia menggendong yang menjelaskan manfaat pentingnya menggendong bayi. Tak hanya itu, mereka juga akan mengajarkan bagaimana cara menggendong yang benar. Makin seru, karena para ayah ikut memeriahkan acara dengan ikut permainan membuat gendongan dari kain jarik.

Baca juga: 10 Jam Tak Bersama Ibu, Berapa Kebutuhan ASI Bayi?


Post Comment