10 Jam Tak Bersama Ibu, Berapa Kebutuhan ASI Bayi?

Pernah terlintas nggak, ketika kita meninggalkan bayi yang masih menyusui untuk bekerja atau kegiatan lainnya, sebetulnya berapa banyak, sih, kebutuhan ASI si kecil? Secara kasat mata, bagaimana memastikan mereka terpenuhi asupan ASI-nya?

10 Jam Tak Bersama Ibu, Berapa Kebutuhan ASI Bayi? - Mommies Daily

 

Selain pertanyaan di atas, yang kerap membuat ibu yang baru memasuki masa menyusui gelisah, adalah:

“ASI saya untuk si kecil cukup, nggak, ya?”

Nah, hal ini berkaitan erat dengan kebutuhan ASI bayi, selama kita tinggal berkegiatan. Umumnya untuk ibu bekerja, meninggalkan rumah sekitar 10 – 12 jam. Selama itu pula, si kecil akan diberikan ASIP (Air Susu Ibu Perah) lewat media lain. Kecuali saat ibu sudah di rumah, sebaiknya memang menyusui langsung, untuk merangsang produksi ASI berlimpah.

Menurut Citra Ayu Mustika, Konselor ASI yang dikenal di Instagram dengan akun @olevelove. Perlu diketahui pula, bayi yang baru lahir kebutuhan ASI-nya masih sangat sedikit.

  • Usia 1-2 hari, per 2-3 jam, kebutuhan ASI untuk bayi sebanyak 5-7 ml (ukuran lambung bayi diibaratkan sebesar kelereng kecil)
  • Usia 3-6 hari kebutuhan ASI nya 22-27 ml (ukuran lambung bayi diibaratkan sebesar biji kemiri)
  • Usia 1 minggu kebutuhan ASI nya 45-60 ml (ukuran lambung bayi diibaratkan sebesar bola pingpong)
  • Usia 1-6 bln kebutuhan ASI nya 80-150 ml (ukuran lambung bayi diibaratkan sebesar telur ayam.

Namun, kata Citra, angka tersebut tidak bisa menjadi patokan, “karena idealnya kita susui bayi / berikan ASI kepada bayi sesuai kehendaknya, dan selalu kembali pada tanda kecukupan ASI,” tutur Citra melengkapi.

Selanjutnya Citra juga menggarisbawahi, mommies perlu waspada ketika bayi berusia satu bulan, akan memasuki fase growth spurt, yaitu percepatan pertumbuhan. Seperti yang kita tahu, di masa-masa ini bayi akan menyusui terus menerus. Citra bilang fase ini sangat kritis bagi Ibu, artinya berpotensi membuat Ibu merasa tidak percaya diri dengan kecukupan ASI-nya.

“Merasa ASI-nya kurang karena bayi rewel dan nenen tiada henti, dan hal ini bisa terjadi selama seminggu. Saat hal ini terjadi, Ibu disarankan untuk tetap tenang dan percaya diri dalam menyusui, tidak perlu berpikir untuk menambahkan susu selain ASI, pahami bahwa bayi sedang mengalami growth spurt, tetap susui bayi/berikan ASI sesuai kehendak bayi dan selalu perhatikan tanda kecukupan intake ASI. Result pada Ibu, biasanya Ibu akan mengalami peningkatan produksi ASI,” papar Citra. Selama ibu bekerja masih cuti bersalin, menurut saya, masih sangat bisa diusahakan fase growth spurt  berjalan dengan mulus.

Lalu, bagaimana jika masa cuti bersalin sang ibu sudah selesai, dan harus kembali bekerja? Selama kurang lebih 10-12 jam kita tinggal bekerja? Khususnya untuk bayi di atas 3 bulan, tapi masih di bawah 6 bulan, belum masuk masa MPASI.

Berikut penjelasan dari Citra:

Sebetulnya tidak ada angka yang pasti untuk ini, krn prinsipnya kita tetap harus perhatikan kehendak bayi. Khawatirnya kalau dikasih “target” ASI yang harus dikonsumsi, membuat Ibu jadi memaksakan pengasuh untuk memberikan ASI sesuai “target”, dan pengasuh pun jadi cenderung “memaksakan” bayi untuk minum tidak sesuai kebutuhannya. Tapi untuk gambaran saja, rata-rata kebutuhan ASI per 2-3 jam pada bayi mulai usia 3 bln adalah sekitar 100 ml. Maka untuk 10 jam, rata-rata yang perlu disiapkan oleh Ibu sebanyak 500 ml, lebihkan menjadi 600-700 ml untuk jaga-jaga ada ASIP yang tumpah atau bayi minum di luar kebiasaan.

Citra juga menambahkan soal media untuk si kecil minum ASIP. “Sebaiknya memilih media minum ASIP selain botol dot untuk mencegah bayi mengalami bingung puting dan minum berlebih. Bila bayi minum ASIP menggunakan dot, kebutuhan dia yang sebetulnya misal hanya 80 ml, berlebih  jadi 120 ml, sehingga  membuat Ibu kejar-kejaran dengan stok ASIP. Menggunakan media minum ASIP selain dot seperti sendok, gelas, cup feeder, pipet, membuat bayi minum sesuai kebutuhannya. Dan membantu bayi terhindari dari bingung puting.”

Yang menarik, ternyata bingung puting tidak melulu berarti bayi menolak nenen. Citra menjelaskan ada bingung puting yang “silent killer”, tahu-tahu produksi ASI ibu turun. Itu karena bayi dikiranya tetap mau nenen, padahal “hanya ngempeng”, tidak mengosongkan payudara Ibu. Stimulasi hormon prolaktin pun menjadi tidak optimal akibat adanya perubahan mekanisme menyusu pada mulut bayi.

Tak hanya itu, Citra menambahkan mengusahakan anak nenen menggunakan lain, selain dot, juga berguna mencegah risiko self weaning dini (bayi menyapih diri sebelum 2 tahun). Yang kita jaga dari proses menyusui salah satunya adalah manfaat non nutrisi menyusui, yaitu stimulasi oromotor yang berguna utk kemampuan bicara anak dan juga bonding antara ibu dan anak (attachment).

Last but not least, Citra memberikan tanda-tanda fisik bayi secara kasat mata, untuk memastikan kebutuhan ASI kecil sudah terpenuhi atau belum. Mommies bisa memberitahu info ini kepada baby sitter, mbak atau orang rumah yang mengurus si kecil selama kita  bekerja:

  1. Tangan bayi yang semula mengepal menjadi terbuka dan rileks, bayi tertidur pulas dan tidak rewel.
  2. Dalam sehari bayi pipis minimal 6x, pup warna kuning keemasan.
  3. BB (Berat Badan), TB (Tinggi Badan) dan lingkar kepala anak dalam sebulan naik sesuai dengan KMS (Kartu Menuju Sehat).

-

Mudah-mudahan sudah tidak khawatir, ya. Karena, kan, sudah tahu patokan kecukupan  ASI si kecil yang harus terpenuhi berapa banyak :)


Post Comment