Setelah Melahirkan Waspadai Kondisi Ini

New Parents

fiaindriokusumo・16 Aug 2019

detail-thumb

Ditulis oleh: Rachel Kaloh

Baik kondisi fisik maupun mental seseorang, pasti akan banyak berubah setelah melahirkan. Beberapa kondisi postpartum di antaranya, perlu diwaspadai!

Selamat datang, si kecil! Selamat datang juga di kehidupan baru kita sebagai seorang ibu! Apa yang akan berubah? Banyak!

Kalau persiapan jelang melahirkan, biasanya tersusun menjadi sebuah list yang tinggal dicentang saja kalau sudah siap. Mulai dari kamar bayi, kebutuhan bayi, kebutuhan menyusui, dan lain-lain. Bagaimana dengan persiapan setelah melahirkan? Sayangnya, hal ini malah seringkali terlewat begitu saja, padahal jauh lebih penting dari semua yang ada di dalam list tadi, lho. Kenapa demikian? Karena persiapan setelah melahirkan urusannya lebih kepada mental dan fisik si ibu. Kamar bayi dengan sofa nyaman bisa jadi malah nggak tersentuh sama sekali, hanya karena kondisi postpartum yang membutuhkan penanganan khusus. Nah, sebelum si kecil hadir, baca dulu keadaan berikut ini yang perlu kita semua waspadai!

Baca jugaL

Cerita Gwyneth Paltrow Melawan Postpartum Depression

Postpartum Depression - Mommies Daily

Kondisi tubuh di luar yang normal terjadi

Setelah melahirkan, perubahan fisik ini kerap terjadi; perut kendur, stretch mark, kesulitan BAB, payudara lecet dan luka, rambut rontok, hemoroid (wasir), konstipasi, jerawatan, dan beragam ketidaknyamanan lainnya. Namun, bersyukurlah apabila hanya mengalami perubahan fisik di atas. Sebaliknya, waspada apabila tiba-tiba mengalami:

Sakit berkelanjutan pada luka jahitan

Paska-operasi caesar, waspada bila terjadi perdarahan maupun nyeri berkepanjangan pada bekas jahitan. Buat yang melahirkan secara normal, waspada juga apabila jahitan pada robekan perineum menimbulkan efek samping seperti rasa sakit atau terbakar ketika buang air kecil, sakit di punggung atau di panggul dan keinginan untuk BAK terus menerus. Gejala tersebut bisa jadi penanda infeksi saluran kencing, infeksi kandung kemih atau infeksi ginjal.

Baca juga:

Masalah Vagina yang Dialami Oleh Ibu Baru

Benjolan di payudara

Perhatikan juga keadaan payudara. Selain lecet dan luka, busui paling sering mengalami mastitis, yang sering ditandai dengan benjolan yang terasa sakit akibat saluran ASI tersumbat. Penyebabnya bisa karena menunda proses menyusui, maupun infeksi akibat area payudara yang kurang bersih. Tidak jarang, mastitis bisa menimbulkan efek samping yaitu demam. Kalau sudah begini, segera konsultasi ke dokter atau klinik laktasi.

Baca juga:

Pengalamanku Terkena Mastitis

Waspadai Infeksi Payudara Saat Menyusui

Keputihan dan nyeri hebat di perut bagian bawah

Bila mengalami keputihan dengan bau yang tidak enak, bisa jadi karena terlalu banyak bakteri di dalam vagina. Hal ini juga bisa jadi tanda seseorang mengalami endometriosis yaitu peradangan atau pembengkakan di lapisan rahim. Jangan dibiarkan lebih lama, segera konsultasikan pada obgyn Anda!

Kondisi mental yang mengarah ke depresi

Selalu merasa sedih (setiap suami berangkat kerja, bawaannya pingin nangis), sulit tidur di malam hari dan emosi nggak stabil, merupakan ciri-ciri seseorang mengalami baby blues, meski kategori ini seringkali masih “dianggap” normal. Namun, bila dibiarkan, rasa depresi terus menerus bisa mengarah ke Post Partum Depression (PPD), yang biasanya berlangsung lebih lama, bahkan sampai berbulan-bulan setelah melahirkan. Waspada apabila selama masa nifas dan setelahnya, hal ini terus dialami.

Perubahan pada perasaan:

● Merasa tertekan hampir sepanjang hari, setiap hari.

● Merasa malu, bersalah, atau gagal.

● Merasa sering panik atau takut.

● Memiliki perubahan suasana hati yang parah.

Perubahan dalam kehidupan sehari-hari:

● Minat menjadi berkurang pada hal-hal yang biasanya disukai.

● Lelah sepanjang waktu.

● Makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya (berat badan terpengaruh karenanya).

● Kesulitan tidur atau justru tidur terlalu banyak.

● Kesulitan saat harus berkonsentrasi atau membuat keputusan.

Perubahan pada pikiran:

● Sulit bonding dan membuat ikatan dengan bayi.

● Terpikir untuk menyakiti diri sendiri bahkan si kecil.

● Terpikir untuk bunuh diri.

Perlu jadi catatan bahwa kondisi mental ini bisa sangat berbahaya, khususnya buat mereka yang memiliki kesulitan dalam mengungkapkan perasaannya, bahkan pada pasangan. Itulah sebabnya, selain mempersiapkan kebutuhan ibu dan bayi, pastikan juga saat setelah melahirkan, kita punya yang namanya support system. Pilih orang terdekat yang bisa diandalkan, seperti orangtua, saudara, atau sahabat. Jangan pernah merasa sungkan setiap kali merasa butuh bantuan, karena perjuangan melawan depresi akan semakin berat bila kita menopangnya sendirian.

Sumber dari sini.