5 Hal Yang Harus Disiapkan Sebelum Anak Disunat

Hari ini hari keenam sejak Xylo disunat. Apa saja yang harus disiapkan sebelum anak disunat?

Saya juga tidak menyangka Xylo akan disunat di umur 5 tahun pas. Tapi memang sejak awal ingin disunat sebelum masuk SD. Pertimbangannya agar tenang saja, masuk SD sudah tak perlu lagi memikirkan sunat.

Apalagi katanya, semakin anak besar semakin lama pula penyembuhannya. Agak menyesal sih tidak menyunatnya saat bayi. Bayi paling menangis, tidak perlu argumen dan negosiasi panjang sebelum dan saat masa penyembuhan sunat.

Ini dia yang saya siapkan sebelum sunat sehingga seluruh prosesnya berjalan lancar dan less drama sampai hari ini.

Sounding sunat pada anak

Sounding ini tidak bisa instan ya. Saya dan suami sounding sunat sejak ia belum berumur 4 tahun. Alasannya kebersihan dan kesehatan. Saya bilang bahwa cepat atau lambat semua laki-laki pasti disunat.

Semua alasan itu juga pasti ditolak karena memang sunat mengerikan sih kalau dipikir-pikir. Saya juga bilang “memang menakutkan, takut juga boleh, tapi tetap harus dijalani”. Sampai akhirnya ia benar-benar berani.

Survey metode

Ada banyak metode sunat, dari yang konvensional sampai sunat dengan prosedur bedah seperti Xylo kemarin. Banyak-banyak browsing dan tanya ibu-ibu lain yang sudah pernah menyunat anaknya. Karena beda metode, beda pula cara perawatannya.

Ini juga berpengaruh pada biaya. Yang saya tahu, sunat di klinik biasa memakan biaya dari Rp 2juta. Sementara kalau di rumah sakit dengan spesialis urolog anak seperti Xylo kemarin menghabiskan biaya sampai Rp 15juta.

Kelebihannya, urolog anak bisa mendeteksi kelainan pada penis anak dan organ terkait sehingga bisa langsung didiagnosis atau dilakukan tindakan bila perlu. Kalau terasa terlalu mahal, mommies bisa juga datang ke spesialis urolog anak untuk periksa saja, lalu sunat di klinik biasa setelah memastikan tidak ada kelainan apapun.

Xylo sebelum sunat.
Xylo sebelum sunat.

Mental ibu

Ini juga nggak kalah penting. Selain menyiapkan mental anak, ibu juga harus siap untuk selalu jadi penyemangat utama. Saya sampai dibilang Mario Teguh oleh suami saking semua kata-kata yang keluar isinya motivasi penyemangat hahahaha.

Apalagi kalau disunat di rumah sakit dengan bius umum, prosesnya panjang. Dari radiologi, tes darah, sampai puasa 6 jam, bius umum, sampai akhirnya selesai sunat.

Setelah selesai pun masih harus menyiapkan mental untuk merawat lukanya. Menurut Xylo lukanya tidak sakit, hanya saja ia ngeri sendiri melihat penisnya berlumuran darah kering. Bisa-bisanya kita deh, gimana agar ia mau dilap usai pipis dan diberi salep.

Cuti dan libur sekolah

Sebetulnya dalam 2 hari, anak sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Dokter bilang sih panjangkan waktu istirahat sampai 3 hari baru boleh sekolah. Namun di kasus Xylo, karena ia sekolah dan daycare, saya buat liburannya jadi seminggu.

Karena kasihan miss di daycare kalau harus memandikan Xylo tapi penisnya belum sepenuhnya sembuh kan. Artinya, mommies harus meluangkan pula satu minggu untuk cuti atau izin dari kantor.

Celana sunat

Ini penemuan yang sangat berharga lol. Jika saat saya kecil dulu anak yang disunat hanya dipakaikan ikat pinggang dengan penahan penis untuk menahan sarung, kini ada celana sunat berbentuk celana dalam.

Jadi celana dengan busa setengah lingkaran untuk menghindarkan penis dari tersentuh celana dalam. It works like a charm! Penis jadi aman, lukanya cepat kering karena tidak tergesek-gesek, dan anak pun bisa beraktivitas seperti biasa.

Harganya pun murah, saya beli di e-commerce dengan harga Rp 9500,- dan beli 4 pasang. Cuci kering pakai sajalah.

Jadi sudah siap sunat belum nih mommies?


Post Comment