Terima Kasih Nak Karena Telah Jujur Tentang 4 Hal Ini

Ketika anak berani jujur bahkan untuk hal yang tabu dibicarakan, maka saya merasa sangat bersyukur sebagai orangtua.

Paham banget rasanya, menjadi anak itu nggak mudah, hahahaha, kalau mengingat masa saya menjadi anak remaja. Salah satu yang cukup sulit saya lakukan dulu adalah, berani jujur pada orangtua saya tentang apa yang saya lakukan, tentang apa yang saya rasakan, tentang apa yang saya khawatirkan. Mungkin, karena komunikasi saya dengan orangtua tidak terlalu baik.

Ketika saya merasa sulit untuk jujur, alhasil saya jadi berbohong, iya bohong. Bohong tentang punya pacar, bohong tentang bolos sekolah, bohong tentang pergi kemana saya teman-teman. Duh, banyaklah kebohongan saya di zaman baheula. Makanya saya nggak ingin banget anak-anak saya merasakan atau melakukan hal yang sama seperti saya dulu.

Maka, ketika memasuki usia pra remaja dan remaja, anak-anak saya mampu berbicara jujur bahkan tentang hal yang seringkali dianggap memalukan jika dibicarakan dengan orangtua, maka saya sangat bersyukur dan ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka.

Baca juga:

Bagaimana Agar Anak Berani Jujur 

Terima Kasih Nak Karena Telah Jujur Tentang 4 Hal Ini  - Mommies Daily

Terima kasih nak, karena telah berani jujur kepada mama, terlebih tentang beberapa hal ini:

1. Menyukai lawan jenis

Walaupun di saat pertama kali mama tahu kalian menyukai perempuan lain (selain mama) perasaan mamah campur aduk, antara kaget, sedih, khawatir, tapi mama senang karena kalian tidak merasa takut untuk cerita ke mama. Mama jadi tahu, seperti apa tipikal perempuan yang kalian suka, mama bisa berdiskusi dengan kalian tentang apa itu jatuh cinta, apa itu pacaran, kapan waktu yang tepat untuk pacaran, apa yang sebaiknya dilakukan ketika pacaran hingga pesan: jangan pacaran dulu ya nak, karena kalian masih akan bertemu banyak perempuan lain yang siapa tahu lebih cocok di hati kalian, hehehehe.

Baca juga:

Saat Anak SD Menyukai Lawan Jenis

2. Mimpi basah

Jauh sebelum kalian mengalami mimpi basah, mama memang sudah menjelaskan dan (lagi-lagi) mengajak diskusi tentang mimpi basah, dengan harapan , ketika masa itu datang, kalian sudah siap dan tidak merasa bingung, galau atau bahkan malu. Bahwa kalian akan memahami perubahan di dalam tubuh kalian dan bahwa kalian semakin memiliki tanggung jawab terhadap tubuh kalian. Maka, ketika kamu dengan santainya bercerita bahwa mimpi basah sudah kamu alami, mama terkejut sekaligus bersyukur, karena ternyata kamu nggak merasa malu untuk bercerita ke mama.

Baca juga:

Saat Anak Memasuki Tahap Menstruasi dan Mimpi Basah

3. Alkohol dan rokok

Ketika kalian bertanya “Ma, kalau suatu saat aku ingin ngerokok atau minum alkohol gimana?” mama lumayan lega sih nak, karena mama lebih senang kalian bicara jujur tentang keinginan yang satu ini daripada kalian diam-diam mencoba di belakang mama.

Dan tentu kalian ingat, mama juga menanggapi pertanyaan kalian dengan santai. Mama balik bertanya ke kalian:

“Kenapa kalian ingin nyoba rokok dan alkohol?”
“Menurut kalian, apa manfaat dari rokok dan alkohol?”
“Kira-kira, hal jelek apa yang kalian peroleh dari rokok dan alkohol?”

Lalu obrolan kita berlanjut dengan membahas mengenai banyak penyakit yang akan kita dapat dari rokok dan alkohol.

Di sini juga mama menjelaskan, kalau bicara tentang rokok, tentu saja mama menentang, kita lantas sama-sama browsing kan, apa efek dari rokok. Kita sama-sama membaca apa yang tertulis di bungkus rokok. Tapi mama juga paham, bahwa sifat otoriter nggak bisa mama praktikkan untuk dua hal ini.

Mama hanya berpesan, untuk rokok, ketika kalian tahu tidak ada satu pun hal baik yang kita peroleh dari sini (kecuali hanya menambah kaya para produsen rokok) maka mama lebih senang kalian tidak mencobanya. Sayangi tubuh kalian dan orang-orang yang berada di dekat kalian.

Tentang alkohol, hmmmm, mama juga jujur kan sama kalian, bahwa mama sendiri pun masih kerap menikmati minuman beralkohol ini, seperti wine atau baileys. Maka pesan mama, selama kalian hanya minum untuk sekadar mencicipi, hanya minum dalam jumlah yang sedikit, hanya minum ketika tidak harus mengendarai kendaraan bermotor, hanya minum bukan untuk pelarian dan mencari rasa nyaman, maka mama memberikan izin, ketika usia kalian sudah cukup. Dan lakukanlah pertama kali bersama mama.

4. Ketidaknyamanan kalian dengan sikap mama atau ayah

Ketika kalian berani mengatakan apa yang kalian tidak suka dari sikap mama dan ayah, mama merasa bahwa kalian adalah kritikus terjujur bagi hidup mama, dan mama berterima kasih untuk hal ini. Karena kejujuran kalian membuat mama dan ayah berusaha untuk menjadi orangtua yang lebih baik lagi.

Terima kasih ya nak sekali lagi.


Post Comment