Mengenal Vaginal Birth After Cesarean (VBAC), Peluang Keberhasilan dan Risikonya

Siapa di antara mommies yang berniat melakukan Vaginal Birth After Cesarean (VBAC)? Informasi di bawah ini bisa bantu mommies sebagai bahan pertimbangan awal memantapkan keputusan jadi tidaknya melakukan tindakan VBAC.

Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) - Mommies Daily

Saya tertarik mengambil tema VBAC karena melihat metode persalinan ini kian diminati di kalangan ibu-ibu. Di dalam lingkungan pertemanan saya, setidaknya ada dua orang yang memutuskan untuk menjalani VBAC. Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) adalah proses persalinan normal (pervaginam) pada ibu yang sebelumnya pernah menjalani persalinan secara c-section.

Baca juga: 7 Pertanyaan Seputar Operasi Caesar

Mengenai pilihan VBAC ini, tidak ada yang salah, karena setiap ibu punya hal atas pilihan metode persalinannya. Seperti yang diungkapan dr. Riyan Hari Kurniawan, SpOG dari RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, “VABC merupakan pilihan dan hak pasien untuk memilih. VBAC menjadi “tren”, kemungkinan semakin majunya tingkat pengetahuan ibu tentang seputar risiko yang muncul dari persalinan c-section. Selain itu pertimbangan biaya persalinan yang mahal mungkin juga menjadi pertimbangan ibu, ditambah waktu penyembuhan luka operasi c-section yang lebih panjang mungkin juga menjadi salah satu pertimbangan,” jelas dr. Riyan.

Mengenai peluang keberhasilan, kegagalan VBAC, dan informasi penting lainnya tentang VBAC, mari simak tanya jawab MD dengan dr. Riyan berikut ini.

Peluang seorang ibu berhasil VBAC seperti apa dok? Faktor apa saja yang memengaruhi keberhasilan VBAC?

Faktor yang mempengaruhi keberhasilan VBAC bergantung pada riwayat kesehatan, kehamilan, dan karakteristik fisik pasien.

  • VBAC lebih mungkin berhasil bila persalinan dimulai spontan tanpa induksi
  • Keberhasilan VBAC menurun bila c-section terakhir yang anda jalani dibutuhkan karena distosia (persalinan yang lambat atau tidak maju).
  • VBAC biasanya tidak direkomendasikan bila Anda memiliki luka operasi c-section sebelumnya yang berbentuk vertikal atau bentuk T.
  • VBAC kurang sukses bila anda kelebihan berat badan atau banyak menambah berat badan saat kehamilan.

Faktor apa saja yang memengaruhi kegagalan VBAC?

  • Luka bekas operasi c-section yang berisiko tinggi.
  • Persalinan macet.
  • Usia kehamilan yang rentan.
  • Usia kehamilan lebih dari 40 minggu.
  • IMT (indeks massa tubuh) lebih dari atau sama dengan 40 (obesitas maternal).
  • Peningkatan berat badan berlebih selama kehamilan.
  • Preeklamsia (keracunan kehamilan).
  • Persalinan c-section pada kurng dari 18 bulan sebelumnya.
  • Riwayat persalinan c-section 1 kali dan belum pernah menjalani persalinan normal (pervaginam).
  • Membutuhkan induksi persalinan.

Risiko yang dihadapi ibu hamil yang menjalankan VBAC?

VBAC yang gagal dapat memunculkan komplikasi berupa ancaman robekan rahim bahkan terjadinya robekan rahim yang dapat menyebabkan perdarahan hebat pada ibu untuk menghentikan perdarahan tindakan yang dilakukan adalah operasi penjahitan rahim ata bahkan mengangkat rahim.

Kriteria ibu hamil yang direkomendasikan melakukan VBAC?

Seorang ibu hamil dipertimbangkan untuk menjalani VBAC bila memiliki kriteria seperti:

  • Riwayat satu kali operasi c-section sebelumnya dengan tipe sayatan transversal dan tidak memiliki masalah yang menjadi kontraindikasi VBAC.
  • Riwayat operasi c-section sebelumnya dengan tipe sayatan low transverse.
  • Tidak ada kontraindikasi dilakukan persalinan normal.

Kriteria ibu hamil yang tidak direkomendasikan melakukan VBAC?

  • Sayatan rahim tipe vertikal (klasik) yang tinggi sebelumnya.
  • Jenis sayatan rahim yang tidak diketahui sebelumnya dan diduga bahwa itu adalah insisi vertikal (klasik) yang tinggi.
  • Robekan rahim sebelumnya.
  • Beberapa jenis operasi rahim sebelumnya, seperti pengangkatan mioma.
  • tidak akan menawarkan VBAC jika Anda memiliki riwayat dua kali operasi c-section sebelumnya.
  • VBAC juga umumnya bukan pilihan jika Anda hamil kembar.

Persiapan apa saja yang direkomendasikan untuk menjalani VBAC?

Bila sebelumnya sudah pernah menjalani persalinan secara operasi c-section maka untuk rencana melahirkan secara VBAC perlu didiskusikan dulu dengan dokter dan pastikan dokter mengetahui riwayat persalinan c-section yang dilakukan seperti jenis sayatan yang dilakukan, waktu, dan berapa kali pernah dilakukan serta alasan dilakukannya operasi c-section.

Ada yang mau berbagi cerita soal VBAC? Mungkin mommies ada yang berhasil atau sebaliknya. Silakan komentar, ya.

Baca juga: 5 Fakta yang Akan Membuat Kita Tenang Saat Proses Melahirkan


Post Comment