Ini Arti Sebenarnya dari Sikap Menyebalkan Anak

Punya anak kok bisanya bikin kesal ya! Tunggu dulu, sebelum merepet marah, ada baiknya kita lihat alasan di balik perilaku anak.

Anak cerminan orangtua, katanya. Saya percaya ini sih karena sederhana saja, saat saya menghadapi anak dengan kepala dingin, ia juga lebih kalem. Tapi kalau sayanya sudah marah sampai ke ubun-ubun, anak juga rasanya makin susah diatur.

Jadi kalau punya anak menyebalkan, sebaiknya sih dirunut dulu ya, apa sih penyebab ia jadi punya perilaku seperti itu? Jangan-jangan kita salah memperlakukan dia?

problem solving anak usia 3-12 tahun - Mommies Daily

Berikut arti sebenarnya dari sikap anak yang sering membuat kita sebal:

Merengek

Anak yang sedang merengek biasanya sedang merasa tak punya kekuatan atau sedang merasa lemah sekali. Mereka hanya ingin mengeluarkan emosi maka merengek jadi solusi.

Anak merengek juga biasanya tahu kalau rengekan akan jadi senjata karena selalu dituruti orangtuanya. Jadi jangan kalah pada rengekan anak!

Bossy

Sikap bossy muncul ketika anak mulai mengeksplorasi hubungan dengan orang lain, baik orangtua atau teman seumurannya. Mereka bossy karena ingin mencoba mengatur perilaku orang lain.

Anak-anak yang bossy dan senang mengontrol sebetulnya khawatir dan tidak yakin tak bisa memenuhi kebutuhan emosinya. Untuk mengatasinya, ingatkan anak untuk selalu meminta sesuatu dengan sopan.

Kompetitif

Jiwa kompetitif mulai muncul di anak usia 5-6 tahun karena mereka mulai membandingkan diri dengan anak lain. Anak yang kompetitif dan tidak mau kalah terutama dengan kakak atau adiknya sendiri biasanya ingin lebih dihargai oleh orangtua dan merasa bonding dengan orangtuanya kurang cukup.

Tak mau mendengarkan atau melawan

Anak yang tak mau mendengarkan kemungkinan merasa dirinya kurang diperhatikan. Sementara anak yang selalu melawan dan bisa mematuhi aturan biasanya ingin diberi kepercayaan. Ia juga merasa hidupnya terlalu dikontrol sehingga akhirnya melawan.

Tidak menghargai orangtua

Anak yang tidak menghargai orangtua menunjukkan bonding yang kurang antara orangtua dan anak. Bisa juga karena ia merasa orangtuanya tak cukup menghargai dirinya sehingga ia tak mau juga menghargai orangtua.


Post Comment