Dari Nangis Sampai Masalah Kulit, Ini 5 Kekhawatiran yang Biasa Dirasakan Ibu Baru

Bayi yang ditunggu selama 9 bulan akhirnya ada di hadapan mata. Di antara bahagia, terselip juga berbagai kekhawatiran sebagai ibu baru.

Padahal rasanya sudah tamat semua teori merawat bayi. Ketika dihadapkan dengan bayinya sendiri, rasa khawatir tetap muncul.

Dari Nangis Sampai Masalah Kulit, Ini 5 Kekhawatiran yang Biasa Dirasakan Ibu Baru Lifebuoy

Betul ibu punya naluri tapi banyak hal yang memang harus benar-benar dipelajari agar anak bisa bertumbuh kembang maksimal. Tak heran kalau ibu baru biasanya rajin ikut berbagai kelas atau seminar parenting untuk menambah ilmu.

Setelah ilmu terkumpul, muncul lagi kekhawatiran baru: aku sudah jadi ibu terbaik belum ya? Pertanyaan yang tak kunjung usai karena jawabannya tidak pernah terukur.

Nah, apa saja biasanya yang membuat khawatir ibu baru?

Menangis

Banyak ibu yang ikut menangis saat anak menangis karena bingung bagaimana harus menghadapinya. Padahal menangis adalah reaksi wajar dari bayi untuk berkomunikasi. Bisa jadi bayi mengalami growth spurt atau kolik sehingga perutnya terasa tidak nyaman.

Yang jelas, bayi yang sering menangis belum tentu karena pola pengasuhan kita yang salah, namun mommies juga tetap harus waspada jika bayi menangis terlalu sering ya.

Masalah ASI

Setelah belajar proses perlekatan yang penuh air mata karena puting perih, muncul kekhawatiran berikutnya: apakah ASI-nya cukup? Kok ini bayi seperti tidak pernah kenyang?

Jangan khawatir ya mommies, selama mommies makan bergizi, biarkan bayi menyusui sesukanya. Namun kalau bayi sudah tidur 2-3 jam, maka waktunya bayi menyusu. Cukup bangunkan dengan lembut dan sodorkan puting kita agar ia bisa menyusu.

Tidur

Bayiku kok melek semalaman? Kenapa ia susah tidur? Capek sekali menemaninya!

Itu adalah kekhawatiran yang wajar dari seorang ibu baru. Bisa jadi sampai bingung hari dan jam saking siang malam terlalu fokus mengurus bayi. Tak usah khawatir ya moms karena tiap bayi punya pola yang berbeda-beda.

Ada yang bangun tiap 2 jam sekali, 4 jam sekali, 6 jam sekali, bahkan ada yang tidur terus sampai pagi. Asalkan ia dalam kondisi nyaman seperti diapers tidak penuh, kondisi kamar tidak panas, ia seharusnya bisa tidur cukup.

Batuk pilek

Bayi baru lahir tak jarang mengalami batuk pilek atau demam ringan. Meski tampak tidak membahayakan, sedih sekali rasanya melihat si kecil terbatuk atau melihat hidungnya yang mengeluarkan lendir.

Padahal sebetulnya tak usah khawatir. Batuk pilek pada bayi biasanya akan sembuh sendiri dalam 5 hingga 7 hari. Kecuali jika demamnya mencapai 38 derajat, baru langsung dibawa ke dokter ya.

Masalah Kulit

Yang terakhir adalah masalah kulit. Dari biang keringat,. bintik-bintik, sampai ruam popok, mommies biasanya bingung kenapa kulit bayi sepertinya sensitif sekali ya?

Tak perlu bingung karena sebetulnya kulit adalah pelindung pertama terhadap penyakit atau biasa disebut sebagai skin immunity. Kulit adalah garda pertama dari serangan bakteri penyakit. Dengan mekanisme biologisnya, kulit sanggup mendeteksi serangan bakteri penyakit. Semakin kuat imunitas kulit-nya, semakin baik pula daya tahan tubuh anak.

Itu sebabnya penting sekali menjaga kesehatan kulit. Mandi 2x sehari dengan sabun yang tepat yang dapat bekerja dengan imunitas kulit ya mommies!


Post Comment