10 Kalimat Menenangkan Anak yang Lagi Marah

Bukan cuma orangtua, anak pada dasarnya boleh saja marah. Karena ternyata marah membawa manfaat, lho, buat anak. Dan agar marahnya nggak semakin menjadi, coba 10 kalimat ini. 

10 Kalimat Menenangkan Anak yang Lagi Marah - Mommies Daily

Bicara tentang marah pada anak, beberapa hal berikut ini ternyata menunjukkan kalau saat anak marah sebenarnya ada manfaat yang bisa dipelajari oleh anak, seperti:

Anak bisa belajar mengenal dan melampiaskan emosi. Ketika ia marah dan menangis, tubuhnya melepaskan hormon kortisol atau hormon stres sehingga membantu menurunkan tekanan darah serta memperbaiki mood.

Anak diajarkan untuk mengungkapkan ketidaksetujuan. Iya, sah-sah saja, kan, ketika anak nggak sependapat sama kita?

Saat anak marah, anak juga bisa belajar bernegosiasi. Caranya? Ketika ia marah, sangat dimungkinkan membuat orang lain di lingkungannya memerhatikan dirinya dan melakukan negosiasi agar kemarahannya mereda.

Memang, sih, kalau dirasionalkan kebanyakan alasan anak marah bisa bikin kita ikutan emosi dan darah tinggi. Tapi namanya juga anak-anak, butuh proses pendewasaan. Salah satu caranya dengan marah itu tadi.

Siapa yang kalau sudah lihat anaknya tantrum, nangis kejer sampai guling-gulingan di lantai mall, rasanya ingin ditinggal pergi? Padahal menghadapi anak tantrum sebenarnya juga bisa jadi proses pendewasaan diri buat orangtua. Biar orangtuanya juga belajar sabar. Iya, iya, menjadi tua itu mutlak, menjadi dewasa itu pilihan. Hahaha…

Baca juga:

Lakukan Hal Ini Saat Anak Tantrum

Ketika marah anak merasakan frustasi dan kecewa dan kita balik memarahinya, bisa jadi emosinya makin tinggi. Alih-alih ikut marah dan malah membentak, baiknya kita sampaikan 10 alternatif kalimat berikut ini untuk meredam emosinya supaya nggak berkepanjangan.

1. “Nak, tarik napas dulu yang panjang. Yuk, ikutin mama, nih. Biar kamu tenang.”

2. “Mama lihat kamu mengalami kesulitan, boleh mama bantu?”

3. “Kamu marah? Ingin mukul? Ini bantal, pukul ini aja.”

4. “Mama tahu kamu kesal, yuk, kita cari solusinya sama-sama.”

5. “Oke, coba hitung 1 sampai 10. Yuk, hitung sama-sama, satu, dua, tiga….”

6. “Mama lihat kamu marah, boleh mama tanya, apa yang kamu rasakan?”

7. “Oke, kalau kamu marah kamu boleh remas tangan mama.”

8. “Boleh mama peluk?”

9. “Kalau kamu sedih, kamu boleh cerita sama mama.”

10. “Kalau ada masalah, ayo kita benerin sama-sama.”

Marah yang sulit ia kuasai sendiri seperti tantrum, biasanya akan berkurang dengan sendirinya seiring dengan perkembangan anak. Tapi kita juga harus waspada, kalau ketika marah ia mulai menyakiti diri sendiri dan orang lain di sekitarnya tanpa bisa kita kontrol, ini saatnya kita berkonsultasi dengan psikolog anak.

Baca juga:

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Melihat Anak Tantrum di Tempat Umum


Post Comment