Ingat Syarat Ini Agar Bisa Lepas dari Jerat Pertemanan Utang

Punya teman kok kerjaannya pinjam uang terus. Setelah pinjam kemudian ditagih, bukannya membayar malah galakan dia.

Duh, sering sekali mendengar cerita semacam ini ya. Malah banyak screenshot chat viral yang melibatkan penagih utang serta pengutang yang malah berbalik marah ketika utangnya ditagih. Tak sedikit pula dari pengutang ini yang bebas berjalan-jalan atau liburan padahal masih punya banyak utang yang belum terbayar.

utang

Jangan sampai utang-utang ini mengganggu cashflow kita lho. Iya kadang kita merasa tidak enak kalau tidak meminjamkan, tapi lebih baik, pinjamkan dengan nominal semampu kita yang dijamin tidak akan mengganggu pengaturan keuangan kita sendiri.

Menurut Lead Financial Trainer dari QM Financial, Ligwina Hananto, ada 3 macam jenis pertemanan utang:

1. Utang bisnis. Teman meminjam uang untuk memulai usaha. Namanya bisnis tentu tidak bisa selalu langsung mendapat untung kan ya, kalau dimulai dengan utang, saat bisnis sedang seret, cicilan utang pada kita pun bisa saja jadi macet.

2. Sedekah. Daripada menganggapnya sebagai utang, sudahlah beri saja nominal ikhlas dan niatkan sebagai sedekah. Besar uangnya mungkin tidak sesuai dengan permintaan atau kebutuhan pengutang, tapi sukarela sesuai kemampuan kita.

3. Utang karena kebutuhan. Utang semacam ini yang biasanya bikin tak tega ya, karena ada keluarga sakit atau memang se-tidak mampu itu sehingga harus meminjam uang untuk menyambung hidup sehari-hari.

Untuk kategori pertemanan utang yang sering sulit ditagih biasanya banyak jatuh di kategori ketiga ya. Karena utang bisnis seharusnya ada hitam di atas putih dan sedekah sudahlah seikhlasnya.

Jika kita ingin meminjamkan uang karena teman terdesak kebutuhan, pastikan lima syarat ini terpenuhi agar kita sendiri tidak terjebak pada lingkaran pertemanan utang:

1. Tujuan utangnya jelas

Peminjam harus punya alasan kuat saat meminjam uang. Untuk keluarga sakit? Atau untuk bayar sekolah? Jangan lupa background check ya, tidak lucu misal si pengutang baru saja pamer beli tas baru di Instagram kemudian meminjam uang dengan alasan untuk bayar sekolah.

2. Buat komitmen pengembalian

Buat secara tertulis kapan uang akan dikembalikan karena banyak sekali orang yang pura-pura lupa pada utang. Pastikan hanya meminjamkan uang pada orang yang dipercaya bisa memegang komitmen mengembalikan. Tidak enak untuk membuat catatan utang tertulis? Utang akan dibawa mati sehingga ahli waris harus tahu berapa jumlah utang yang harus dibayar. Hitam di atas putih jadi penting sekali.

3. Pinjamkan hanya berupa uang tunai

Jangan sampai meminjamkan kartu kredit atau nama kita untuk KTA (Kredit Tanpa Agunan) karena terlalu berisiko. Bank tidak akan mau tahu siapa yang berutang, selama utang itu atas nama kita ya kita yang akan ditagih.

4. Tagih setelah lewat deadline sesuai komitmen

Jangan sungkan atau takut, kita menagih uang kita sendiri lho! Ini juga untuk menunjukkan bahwa kita tidak bisa seenaknya dipinjam uang tanpa batas waktu pengembalian.

5. Pastikan peminjam punya kebiasaan mengelola uang yang baik

Yaaa itu background check tadi, sebisa mungkin juga tanya teman-teman satu circle apa ada yang sudah pernah dipinjami uang kemudian dikembalikan tepat waktu. Ketika tidak mampu mengelola uang, ia tidak akan bisa mengelola utangnya dan akan terus menerus berutang.

Semoga kita selalu dijauhkan dari pertemanan utang yang tidak sehat ya!

(Original article from qmfinancial.com)


Post Comment