Kenapa ASI nggak Langsung Keluar Setelah Melahirkan?

New Parents

Mommies Daily・18 Oct 2016

detail-thumb

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Pernah nggak merasa stress mom, saat baru melahirkan dan ternyata ASI nggak kunjung mengalir :(? Saya pernah dan saya jadi penasaran, apa dalang di balik itu semua.

ASI tidak langsung keluar pasca melahirkan

Teori yang ideal itu kan ASI lancar mengalir setelah (bahkan ada yang sebelum) melahirkan. Pokoknya begitu mulut bayi ‘nancap’ di puting kita, cuus ASI langsung mengalir. Ternyata, tidak selamanya harapan berjalan sesuai dengan realita. Banyak juga ibu yang baru melahirkan dan ASI-nya tidak kunjung keluar.

Padahal, berbagai usaha mulai dari memijat payudara hingga menenangkan pikiran sudah dilakukan. Panik? Sudah tentu. Gimana, dong, bayi sudah di luar masa nggak dikasih makanan apa-apa?

Padahal, secara alami ASI mulai diproduksi pada trimester ketiga kehamilan. Beberapa ibu bahkan ada yang mulai memproduksi ASI sejak trimester kedua. Ternyata, menurut dr. Ariani Dewi Widodo, SpA, masa produksi ASI memang sangat beragam pada setiap ibu. Ada yang cepat, ada juga yang lebih lambat, karena ada variasi hormonal yang terjadi pada setiap ibu.

"Biasanya pada kelahiran yang lebih alami, ASI cenderung keluar lebih cepat. Selain itu ada andil genetik juga yang bisa membuat ASI tidak langsung keluar," ucap dr. Ariani.

Tapiii, kan, yaaa, namanya juga ibu-ibu (ibu baru lagi, yang memimpikan semuanya berjalan lancar), pasti akan ada rasa khawatir bila ASI tidak langsung keluar.

Dokter Ariani menambahkan bahwa bayi akan bertahan hingga 72 jam tanpa ASI, karena adanya lemak cokelat yang kadarnya tinggi pada bayi baru lahir. Wow, dipikir-pikir bayi hebat juga, ya. Coba kalau saya, jangankan nggak makan tiga hari, baru tiga jam aja udah rewel, hahaha. Tapi harus diperhatikan juga tanda-tanda dehidrasi yang bisa terjadi pada bayi, seperti penurunan berat badan secara drastis serta adanya penurunan jumlah urin. Kita juga tidak perlu memaksakan kalau memang terjadi gangguan yang menyebabkan tidak dapat segera menyusui.

Dokter Ariani menyarankan agar para ibu yang baru saja melahirkan untuk segera menyusui meskipun ASI belum keluar. Inilah pentingnya proses IMD. Isapan yang dilakukan bayi pada payudara, menjadi stimulasi yang sangat manjur untuk membuat ASI lekas keluar.

Selain itu, bisa juga dengan meminta rawat gabung, sehingga bisa menyusui sesering mungkin, setidaknya dua jam sekali. Payudara yang kosong setiap 2-3 jam akan membuat ASI diproduksi lebih banyak.

Pijat payudara juga bisa dijadikan cara untuk menstimulasi.

Yang juga tidak kalah penting, ibu baru melahirkan harus banyak minum dan makan bergizi.

Meski stimulasi ASI penting, jangan lakukan stimulasi sebelum melahirkan. Menstimulasi puting dapat menyebabkan kontraksi, karena memicu keluarnya hormon oksitosin yang membuat terjadinya kontraksi pada kandungan. Kecuali, kalau memang sudah waktunya lahir tapi tidak ada tanda-tanda kontraksi, barulah stimulasi payudara bisa dilakukan untuk menstimulasi kontraksi.

Satu lagi yang sering terjadi, banyak ibu yang berpikir kalau ASInya kurang, apalagi kalau bayinya sering menangis. Padahal ukuran lambung bayi baru lahir itu cuma sebesar kelereng. Jadi, bayi yang nangis itu belum tentu karena ASI kurang.

Namun, tak bisa dipungkiri, tubuh setiap ibu berbeda. Tetap berjuang dan tak langsung putus asa saat ASI tidak keluar atau hanya keluar sedikit sangat diperlukan. Dukungan dari semua pihak juga berperan penting, jadi bagi saya merencanakan kelahiran sama pentingnya dengan merencanakan kehamilan.