Komputer untuk Keluarga, Desktop atau Laptop?

Self

Hanzky・20 Jun 2016

detail-thumb

Kalau pertanyaan tersebut ditanyakan ke saya tahun lalu, pasti saya akan jawab laptop tanpa mikir dua kali. Sekarang, kenapa saya berubah?

Dulu laptop adalah salah satu benda favorit saya. Ya iya lah laptop. Kan praktis, bisa ditenteng ke ruang tamu, ke tempat tidur dan bisa dibawa pergi. Apalagi desktop itu kan kayanya jadul banget ya. Terakhir saya memakai desktop itu waktu tahun 2004. Setelahnya selalu laptop. Duh, nggak kebayang harus ada benda se-bulky itu di pojokan rumah.

Tapi memang bener sih kata Justin Bieber, never say never :D. Setelah saya mencoba Dell All-In-One Desktop Computer, saya mulai menyesal sudah terlanjur beli laptop. Harusnya saya beli Dell Inspiron 24-5000 ini saja.

 

Kenapa saya jadi berubah pikiran?

Well, bayangan desktop yang bulky dan makan tempat itu memang sudah harus dibuang jauh-jauh. Coba lihat Dell All-In-One Desktop Computer ini, tampilannya ya seperti flat screen TV seperti biasa aja. Sangat ramping, ringan, modern. Pokoknya akan bikin sudut ruangan jadi lebih stylish, deh. CPU yang sebesar microwave itu bagaimana? Saya juga nggak tau sih CPU-nya ada di mana, yang jelas sudah nggak ada lagi benda sebesar itu. Hanya ada screen dan monitor thok.

 

Bayangan kalau desktop juga ribet set up nya juga harus dilupakan, deh. Buktinya, saya set up ini semuanya sendiri dan hanya memakan waktu 15 menit saja! If I can do it in 15 minutes, you can do it in 10 minutes!

IMG_5257

Mulai takut kalau anak-anak akan browsing atau menemukan sesuatu yang harusnya belum mereka lihat? Nah, desktop itu jadi solusi paling ok sih karena layarnya besar, akan sangat gampang untuk kita menyupervisi kegiatan anak. Asalkan layarnya menghadap ke ruangan ya, bukan ke tembok.

Touch screen! Anak-anak kita kan touch-screen generation. Jadi buat mereka pasti ini menyenangkan sekali karena lebih intuitive.

Karena layarnya besar, harusnya kan lebih nyaman juga untuk mata anak-anak. Mereka bisa melihat dari jarak yang lebih jauh. Monitornya juga bisa di-adjust kok ketinggiannya, jadi bisa mengikuti eye level anak. Dan karena layarnya besar, nonton film ramai-ramai jadi jauh lebih menyenangkan.

Ketakutan para orangtua adalah, takut anaknya jadi gadget freak, jadi ketergantungan main game dan hal-hal yang berhubungan dengan gadget. Hal ini akan sangat gampang terjadi kalau kita memberikan sesuatu yang gampang dibawa-bawa seperti smartphone, tablet sampai laptop. Dengan desktop, jangan khawatir, mereka nggak akan gotong-gotong ini ke tempat tidur. Mereka juga nggak akan menghabiskan waktu terlalu lama karena posisi mereka yang harus duduk seperti di kantor. Coba kalau sambil leyeh-leyeh di sofa, pasti tahan berjam-jam.

Easy to fix. Kalo laptop,  kan ringkih sekali ya. Sedangkan desktop itu memang lebih tough. Jadi kalo sekadar kecipratan air sedikit-sedikit sih nggak akan tiba-tiba mati. Untuk membetulkannya juga lebih gampang. Apalagi kalo Dell, tinggal telpon service center aja, pasti dalam 24 jam langsung sampai ke rumah kita.

Jadi, dengan beberapa pertimbangan di atas. Saya mantap untuk membeli Dell ini saja untuk komputer keluarga. Bye-bye THR nih sepertinya :D

What about you? Desktop atau Laptop?