Mengenal 3 Metode Pendidikan

Behavior & Development

Mommies Daily・27 Jan 2016

detail-thumb

Sudah hunting sekolah dan bingung dengan berbagai macam metode pendidikan yang ada? Yuk mengenal 3 metode pendidikan yang banyak diterapkan saat ini.

Tahun ajaran baru memang masih bulan Juli nanti, tapi kenyataannya sudah banyak sekolah yang kuota penerimaan murid barunya nyaris penuh atau bahkan sudah full. Jika Anda masih mencari sekolah yang pas bagi si kecil, selain perlu mencari tahu biaya sekolah saat ini, kita juga perlu mencari metode pendidikan yang sesuai dengan pribadi anak-anak. Maka  sesuai ungkapan “tak kenal maka tak sayang”, kali ini saya coba mengulas tiga metode pendidikan yang cukup populer diadopsi di sekolah-sekolah masa kini.

Setelah memahami satu demi satu, mudah-mudahan kita bisa lebih mantap memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakter anak, ya mom...

Montessori

*Image dari thehomeschoolcompass.com

  • Metode Montessori
  • Metode pendidikan Montessori ditemukan oleh seorang praktisi pendidikan dari Italia bernama Maria Montessori. Inti metode pendidikan Montessori adalah menekankan pada pentingnya hubungan antara berbagai aspek dalam kehidupan. Montessori juga meyakini adanya kebutuhan setiap orang untuk menemukan pekerjaan yang berarti bagi dirinya serta menemukan tempatnya sendiri di dalam dunia.

    Program pendidikan di sekolah Montessori difokuskan pada lima hal, yaitu:

  • Praktek kehidupan. Anak-anak diajarkan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan keterampilan dan kemandirian, seperti mengikat tali sepatu sendiri, menyiapkan bekal makan, pergi ke toilet tanpa bantuan, dan membersihkan diri sendiri ketika mereka menumpahkan sesuatu.
  • Pendidikan kesadaran sensori. Dalam segi ini, anak dilatih untuk peka dalam menggunakan panca lima yang mereka miliki.
  • Seni berbahasa. Anak-anak didorong untuk terbiasa dan mampu mengekspresikan diri secara verbal. Anak-anak juga belajar mengeja, membaca, tata bahasa, serta kemampuan menulis.
  • Matematika dan geometri. Anak-anak diajarkan tentang angka, baik itu dengan menggunakan tangan maupun dengan alat.
  • Pendidikan budaya mencakup geografi, waktu, sejarah, musik, gerak, sains, dan seni.
  • Dalam pendidikan berbasis metode Montessori, anak belajar dengan cara mengerjakan tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan minatnya. Alternatif jenis pekerjaan yang bisa dipilih antara lain membaca buku, mengerjakan puzzle, kegiatan seni, mainan yang menguji hubungan spasial, dan masih banyak lagi. Anak diberikan kebebasan untuk melakukannya secara berkelompok atau bekerja sendiri. Dalam keseharian, anak juga akan selalu ditanya apakah mereka ingin melakukan sesuatu atau membutuhkan bantuan.

    Alternatif sekolah:

    - Jakarta Montessori School

    Jl. Durian No. 10, Jagakarsa, Jakarta Selatan

    Telp.: 021-7272162

    Website: www.jakartamontessori.com

    - Indonesia Montessori School

    Jl. Pondok Gading Utama Blok B No. 83, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Telp.: 021-92616269

    Website: www.indomontessori.com

    Selanjutnya kita akan berkenalan dengan Sekolah Alam

  • Sekolah Alam
  • Sesuai namanya, inti dari metode pendidikan yang diajarkan di sekolah alam adalah memanfaatkan alam dan segala isinya sebagai media utama  dalam proses pembelajaran bagi para siswa. Di sekolah alam, anak belajar tentang berbagai hal dari lingkungan serta berbagai makhluk hidup yang ada di alam semesta.

    Sekolah Alam

    *Image dari www.vilabotani.com

    Dalam konsep pendidikan sekolah alam, dikenal 3 fungsi utama, yaitu:

    - Alam sebagai ruang belajar.

    - Alam sebagai media dan sumber materi mengajar.

    - Alam sebagai objek pembelajaran.

    Di sekolah alam, para siswa belajar di ruang kelas tanpa pendingin ruangan—yang ramah lingkungan, ataupun belajar secara langsung di tengah alam terbuka—di pematang sawah, di lapangan rumput, dan sebagainya. Dalam proses belajar mengajar, sekolah alam lebih banyak menerapkan metode active learning, yaitu belajar melalui pengalaman.

    Dengan mengalaminya secara langsung, diharapkan anak akan lebih semangat belajar, tidak bosan, lebih aktif, dan lebih mampu menangkap inti dari materi pelajaran. Memanfaatkan alam sebagai media belajar juga bertujuan agar anak-anak lebih peduli pada lingkungan serta memahami cara menerapkan pengetahuan yang dimilikinya secara langsung pada kehidupan nyata.

    Alternatif sekolah:

    - Sekolah Citra Alam Ciganjur

    Alamat: Jl. Damai II No. 54 Ciganjur Jakarta Selatan 12630.

    Telp. 7272164, Faks. 7272164

    Website: www.citraalam.sch.id

    - Sekolah Alam Bintaro

    Jl. Pondok Pucung Raya No.88, Bintaro Sektor IX, Tangerang Selatan 15229

    Telpon: 745 2888, 745 3135

    Website: www.sa-bintaro.org

    Memikirkan untuk mengenalkan anak pada metode Home Schooling?

  • Home Schooling
  • Homeschooling alias metode pembelajaran yang dilakukan dari rumah saat ini kian banyak diadaptasi oleh para orangtua. Metode belajar home schooling dimaksudkan untuk mengembalikan hak anak dalam belajar, sesuai dengan gaya belajar masing-masing individu. Dengan demikian, apa pun gaya belajar yang dimiliki anak—entah itu visual (mengandalkan penglihatan), auditori (mengandalkan pendengaran), ataupun kinestik (lebih banyak bergerak), bisa difasilitasi sesuai kebutuhannya. Dengan menciptakan suasana belajar yang sesuai, anak diharapkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Masalahnya untuk memilih metode ini dibutuhkan komitmen besar dari orangtua maupun anak. 

    Homeschooling Concept.

    Di dalam metode pendidikan home schooling dikenal 3 sistem pengajaran, yaitu:

  • Home schooling tunggal: Dalam sistem ini, orangtua mengajarkan sendiri berbagai materi pelajaran pada anak. Sistem pengajaran ini hanya bisa dilakukan oleh orangtua yang memiliki kesempatan, kemampuan, dan waktu luang cukup. Jika tidak mampu, orangtua bisa memanggil tutor ataupun guru profesional ke rumah untuk membantu memberikan materi.
  • Home schooling majemuk: Diterapkan oleh beberapa keluarga secara berkelompok. Jadwalnya bisa ditentukan oleh para anggota kelompoknya. Hari ini belajar di rumah si A, besok di rumah si B, dan sebagainya.
  • Komunitas home schooling: Seperti home schooling majemuk, komunitas home schooling dilakukan secara berkelompok. Bedanya, komunitas home schooling bernaung di bawah suatu yayasan resmi. Dalam komunitas home schooling, biasanya anak hanya bersekolah 3 kali seminggu, dan selebihnya bisa belajar di rumah. Dengan demikian, anak punya lebih banyak kesempatan untuk bersosialisasi dan berkiprah di bidang lain, seperti musik, olahraga, dan sebagainya.
  • Alternatif sekolah:

    - Home Schooling Kak Seto

    Jl. Taman Makam Bahagia ABRI No. 3A Parigi Lama, Pondok Aren, Bintaro Sektor IX, Tangerang Selatan 15227.

    Telp: 021 745 1183, 0828 1703 1183

    Website: www.hsks.sch.id

    Sudah tahu mana yang mau Anda pilih?