Homeschooling, Butuh Komitmen Tinggi

Beberapa waktu lalu, saat browsing saya singgah ke sebuah situs berjudul Rumah Inspirasi. Setelah membacanya, saya mendapat banyak informasi tentang homeschooling. Kemudian, saya mendapat kesempatan ngobrol dengan Mira Julia, yang menjalankan program homeschooling untuk ketiga anaknya, Yudhistira (10), Tata (6), dan Duta (2) bersama suami tercinta, Sumardiono.

Apa sih alasan utama mengapa menjalankan homeschooling untuk anak-anak?

Banyak pertimbangan kami dalam memilih homeschooling. Di antara yg utama adalah memberikan pendidikan yg terbaik untuk anak-anak. Kami merasa, homeschooling memberikan fleksibilitas maksimal bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi mereka masing-masing.

Ketika memutuskan ini menurut Mbak Lala dan suami, apa saja dampak positif dan negatifnya?

Dampak positifnya banyak sekali. Dari sisi keluarga, kami merasakan ikatan keluarga yang semakin erat. Pada sisi anak-anak, kami melihat mereka memiliki semangat belajar yang luar biasa dan senang belajar apapun.

Konsekuensi negatif dari pemilihan homeschooling adalah menambahkan kerumitan di dalam manajemen keseharian. Kami harus bekerja keras untuk memastikan bahwa anak-anak terstimulus dengan baik dan menikmati kesehariannya. Ini berbeda kalau anak bersekolah di mana peran pendidikan sebagian besar dititipkan ke lembaga sekolah.

Untuk kurikulum sendiri, siapa yang menyusun? Dan siapa yang mengajar?

Kami menggunakan pendekatan eclectic. Pendekatan eclectic tidak memakai satu kurikulum/khusus, tetapi menggunakan memanfaatkan beberapa model homeschooling yang dinilai paling tepat untuk anak dan keluarga. Selama ini, kami menangani anak-anak sendiri tanpa bantuan asisten/tutor dari luar. Kami memanfaatkan kegiatan keseharian dan teknologi (terutama internet) untuk proses belajar mereka.

Boleh kasih contoh apa saja yg dipelajari oleh anak-anak?

Ada tiga materi inti yang dipelajari anak-anak kami dalam homeschooling-nya, yaitu bahasa, logika, dan seni. Materi-materi itu dipelajari melalui berbagai metode dan alat, baik dalam bentuk terpisah (mata pelajaran, mis: bahasa Indonesia & Inggris, matematika, sains, musik, craft). Tetapi, materi itu juga dipelajari melalui beragam proyek dan kegiatan terintegrasi lainnya, misalnya: proyek tentang Mesir Kuno, lapbook tentang Cina, fieldtrip ke Monas, dsb.

Mengenai ijazahnya gimana?

Banyak peluang untuk ijazah, antara lain: Ujian Persamaan (Paket A, B, C), Ujian melalui Sekolah Payung, atau Ujian Internasional (Cambridge IGCSE). Kami membuka diri untuk model ijazah dan sertifikasi.

Banyak yang beralasan memasukkan anak ke sekolah sejak dini berkaitan dgn sosialisasi, lalu bagaimana dengan anak-anak yang homeschooling?

Kami merasa bahwa sosialisasi bisa dilakukan di mana saja, tak dibatasi hanya dengan anak-anak seumur atau di sebuah tempat tertentu (sekolah).  Kami lebih percaya tentang sosialisasi vertikal (lintas-umur) yang menurut kami lebih alami karena merupakan bentuk natural masyarakat (keluarga, lingkungan, kantor, organisasi, dll). Untuk sosialisasi teman-teman sebaya, kami memberikannya melalui kegiatan-kegiatan yg dilakukan bersama teman-teman homeschooling, keluarga, dan lain-lain.

Anak-anak protes nggak kenapa nggak pergi ke sekolah seperti teman-temannya?

Yang kami lihat dan ketahui, anak-anak sangat menikmati proses belajar homeschooling-nya. Berdasarkan perbandingan dengan saudaranya yang sekolah, mereka lebih memilih homeschooling karena bisa belajar apa saja yang mereka inginkan.

Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dari orangtua saat memutuskan ingin anak-anaknya homeschooling?

Hal yg terutama harus diperhatikan adalah komitmen dan kesiapan mental. Jangan memilih homeschooling karena coba-coba atau sekedar mengikuti tren. Homeschooling membutuhkan komitmen serius dari orangtua untuk belajar dan bekerja keras dalam jangka waktu panjang. Juga, Homeschooling juga membutuhkan kesiapan mental dari orangtua karena memilih cara ini berarti menjadi perintis. Perintis harus memiliki mental yang tangguh karena hampir dipastikan akan menghadapi penentangan dari mana-mana, baik keluarga maupun lingkungan.

Apakah saat ini Mbak Lala dan suami yakin bahwa homeschooling adalah pilihan terbaik untuk anak-anak?

Kami yakin dengan homeschooling. Selama menjalani 10 tahun belakangan ini, kami sangat menikmatinya. Kami merasa bahwa inilah pilihan terbaik untuk pendidikan anak-anak dan untuk kami sekeluarga.

Share dong Mbak, harapan Mbak Lala yang berkaitan dengan homeschooling?

Homeschooling adalah kesempatan bagi keluarga yang tak ingin hanya mengeluh melihat fenomena pendidikan yang carut marut, tetapi ingin melakukan sesuatu, setidaknya untuk anak-anak yang menjadi tanggung jawab kita. Menjalani homeschooling memang tak mudah, tetapi hasil yang diperoleh sepadan dengan kerja keras kita.

Wow! Very inspiring, terima kasih sudah berbagi dengan kita, ya. Semoga berguna, mommies. :)


18 Comments - Write a Comment

Post Comment