Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil, Ini Sebab dan Tanda-tandanya

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Infeksi saluran kemih pada ibu hamil ternyata bisa sangat merepotkan. Kenali penyebab dan tanda-tanda infeksi saluran kemih pada ibu hamil.

Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil, Ini Sebab dan Tanda-tandanya - Mommies Daily

Saya ingat betul pada kunjungan ke dokter kandungan saat hamil kedua lalu. Pak dokter dengan tegas mengingatkan saya untuk selalu menjaga kebersihan seluruh badan, termasuk kebersihan vagina. Bukan tanpa alasan pak dokter mengingatkan hal tersebut, pasalnya ibu hamil ternyata rentan terkena infeksi saluran kemih atau ISK.

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang terjadi di area saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Bakteri-bakteri ini bisa berasal dari luar maupun dari dalam tubuh. Apakah ini berhubungan dengan bumil yang sering buang air kecil? Bisa saja. Frekuensi buang air kecil yang cukup sering (terutama pada bumil di trimester 3 kehamilan) adalah hal yang wajar. Saat hamil, tubuh ibu hamil akan menghasilkan 25% urine lebih banyak dan mencapai puncaknya pada minggu ke-9 hingga minggu ke-16 kehamilan. Sayangnya hal wajar ini bisa menjadi merepotkan saat kita tidak memperhatikan kebersihan vagina usia buang air kecil.

Apalagi anatomi organ intim wanita yang berdekatan dengan anus membuatnya menjadi ‘gerbang masuk’ bakteri yang mudah diakses. Bakteri-bakteri yang sudah mengakses organ intim tersebut kemudian berkumpul dalam saluran kemih. Nah, ketika kita sering menahan buang air kecil, maka sekumpulan bakteri itu bisa menyebabkan radang di dalam saluran kemih, kemudian merusak dinding saluran kemih dan menimbulkan dan infeksi.

Tak hanya dari luar, menurut dr. Ricky Susanto, SpOG dari RS Mitra Keluarga Kali Deres, Jakarta, bakteri penyebab ISK juga bisa berasal dari dalam tubuh. Jadi, itulah kenapa kita harus menjaga kebersihan tak hanya organ intim tapi seluruh tubuh. Beberapa mengatakan bahwa ISK seringkali terjadi pada kehamilan trimester 3. Eits, tunggu dulu, menurut dr. Ricky, ISK tidak memandang usia kehamilan. ISK sangat mungkin terjadi pada kehamilan trimester 1, 2 ataupun trimester 3, apabila kita abai dalam hal kebersihan.

Baca juga:

15 Keluhan Ibu Hamil yang Wajib Diwaspadai

ISK cukup berbahaya bagi ibu hamil, sebab dapat memengaruhi kesehatan janin. Berikut beberapa tanda atau gejala yang dapat terjadi pada ibu hamil yang mengalami ISK:

Buang air kecil yang tidak tuntas, atau disebut anyang-anyangan.
Ada pula ibu hamil dengan ISK yang terlampau sering buang air kecil.
ISK bisa disertai dengan rasa nyeri di bagian perut yang bisa menjalar hingga ke pinggang.
Mengalami demam, warna urine keruh dan bahkan, jika sudah parah, urine dapat disertai darah. Ini terjadi saat gejala-gejala ISK didiamkan terlalu lama.

“Ibu hamil yang sudah merasakan tanda-tanda atau gejala ISK sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk ditangani. Gejala tersebut akan dipastikan kembali melalui tes laboratorium melalui media sampel urine,” terang dr. RIcky. Dari hasil laboratorium tersebut jika ditemukan nilai leukosit yang tinggi maka dokter pun akan memberikan penanganan mulai dari me-rehidrasi hingga memberikan antibiotik.

Rehidrasi dilakukan dengan tujuan agar ibu hamil lebih mudah buang air kecil dan secara perlahan membuang bakteri yang terkumpul di dalam saluran kemih. Namun, ingat, kebersihan adalah mutlak dilakukan. Setiap buang air kecil, pastikan membasuh vagina hingga bersih dan mengeringkannya dengan baik. Sedangkan antibiotik diberikan untuk membantu membasmi bakteri. Tentu saja antibiotik yang diberikan adalah jenis antibiotik yang aman untuk ibu hamil. Tak perlu khawatir dengan efek samping antibiotik terhadap kehamilan, sebab manfaatnya jauh lebih penting bagi kehamilan dan kesehatan ibu hamil.

Baca juga:

11 Tahayul Tentang Kehamilan, Dokter Menjawab!


Post Comment