Wah, Bayi (juga) Bisa Ereksi!

Ereksi yang terjadi pada penis bayi merupakan proses alami, tapi ada juga jenis ereksi yang harus diwaspadai.

Ereksi pada bayi - Mommies DailyImage: by Picsea on Unsplash

“Bunda, lihat nih, penis Jordy jadi panjang!”

Begitu respon Jordy anak saya, usia 4 tahunan ketika mendapati ukuran penisnya lebih panjang dari biasanya. Hal ini kata Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp U (K). Pediatric urologist merupakan proses yang alamiah atau fisiologis pada semua laki-laki, baik itu bayi, anak maupun dewasa. Dan tanggapi dengan santai, beri pengertian bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang normal pada seorang laki-laki, hal ini juga membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Nah, kalau anak mommies masih bayi, seperti kata dr. Irfan juga bisa terjadi. Ereksi ada karena  proses membesarnya dan mengerasnya penis akibat pengisian pembuluh darah penis. “Ereksi bisa terjadi secara spontan ataupun dengan stimulasi. Ereksi spontan contohnya adalah ereksi pada saat tidur  (nocturnal penile tumescence) dan saat bangun pagi hari yang terjadi sejak bayi. Pada saat tidur ereksi spontan dapat terjadi 3-4 x yang berkaitan dengan fase tertentu saat tidur,” jelas dr. Irfan. Kata dr. Irfan lagi, bedanya dengan orang dewasa, tentu saja berkaitan dengan ereksi yang berkaitan dengan stimulasi sensual yang tidak ditemui pada bayi.

Namun, mommies tetap harus waspada, ereksi yang dikategorikan normal adalah yang tidak menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman pada laki-laki normal. Selain itu ada batasan waktunya. Ereksi dianggap abnormal jika melebihi 4 jam. Ini juga berlaku untuk bayi.

Irfan bilang ereksi yang berkepanjangan dikenal dengan istilah priapism. Dan dapat mengindikasikan masalah kesehatan. Biasanya berkaitan dengan beberapa kelainan darah, seperti anemia sel sabit, leukemia dll yang menyebabkan terperangkapnya darah di dalam pembuluh darah penis. Penderita akan merasa sakit/ tidak nyaman akibat ereksi yang berkepanjangan dan merupakan suatu keadaan emergensi dan perlu segera dibawa ke RS untuk ditangani agar tidak terjadi kerusakan.

Baca juga: Metode Sunat yang Terbaik Untuk si Kecil 


Post Comment