Paman Billie ‘SafeKids Indo': Kondisi Budaya Safety Indonesia Sudah Darurat

Saat tahu pertama kali tentang community movement SafeKids Indonesia, yang saya tanyakan pertama kali pada diri sendiri adalah: sudah seberapa tahu saya tentang keselamatan untuk anak dan keluarga?

Jawabannya bener-bener nggak tahu lho! Ya saya sempet belajar soal apa yang harus dilakukan saat gempa bumi dan kebakaran sih. Tapi ya sudah hanya itu saja.

Pantas saja banyak sekali mendengar berita anak kecelakaan ya. Seperti berita anak jatuh atau terjepit eskalator, karena kesadaran orangtua akan keselamatan masih sangat rendah.

Padahal yang harus diketahui soal safety atau keselamatan ini ternyata banyak sekali. Beruntung saya punya kesempatan untuk mewawancarai Wahyu Setyawan Minarto atau akrab disapa Paman Billie, inisiator komunitas SafeKids Indonesia.

Tim SafeKids Indo SD Embun Pagi
Tim SafeKids Indo sharing di SD Embun Pagi

SafeKids Indonesia punya 20 orang tim expert dari berbagai latar belakang (dokter umum, dokter spesialis, ahli kebencanaan, ahli safety driving, psikolog, pemadam kebakaran, ahli keselamatan kerja, guru, dll) dan aktif mengisi acara di berbagai instansi termasuk sekolah seputar upaya keselamatan. Paman Billie sendiri sehari-hari memang bekerja sebagai Praktisi Keselamatan Kerja Migas, trainer, dan kolomnis majalah tentang keselamatan keluarga

Simak wawancara saya bersama ayah dua anak ini dan jangan lupa follow Instagram mereka di @safekidsindo.

Hi Mas Billie, boleh diceritakan apa yang mendasari untuk bikin komunitas SafeKids Indonesia?

Ya, saya pribadi memang seorang praktisi keselamatan kerja yang masih aktif di perusahaan migas. Ada dua keresahan yang menggerakkan saya:

Pertama, teman-teman di industri yang kesadaran safety-nya sudah tinggi, tidak menjamin menerapkan di rumah dan keluarga. Di perusahaan (saat kerja) mereka sangat peduli dengan safety namun kembali ke rumah tidak dibawanya kesadaran itu.

Kedua, kondisi budaya safety Indonesia yang sudah darurat. Kesadaran masyarakat yang lemah didukung dengan kurangnya regulasi dan lemahnya penegakan.

Apa saja kegiatan SafeKids Indonesia Community ini?

Banyak banget. Dari workshop, seminar, edukasi, simulasi gempa, company CSR, cooking class, kerjasama dengan korporat sampai socmed campaign.

Screen Shot 2018-11-23 at 16.08.22

Visi misinya apa sih?

Visinya pionir dalam gerakan memajukan budaya keselamatan keluarga di Indonesia.

Misinya, SKI menjadi pendamping orangtua dan guru mewujudkan lingkungan yang sehat, ramah dan bebas cedera untuk anak.

Apa kegiatan rutin SafeKids Indonesia?

Kampanye topik safety yang berbeda tiap bulan, diskusi online bulanan dan workshop bulanan.

Bidangnya ada macam-macam seperti: Child Safety, Home safety, Fire Safety. Child Passenger Safety, Kesiapsiagaan Bencana, Kitchen Safety, Mudik Safety, Road Safety, Water Safety, 1st Aid, Mall Safety, Playground & Toys, serta Holiday Safety.

Screen Shot 2018-11-23 at 16.05.05

Apa sebetulnya yang sangat darurat soal masalah keselamatan di Indonesia?

Ya SKI sudah mengganggap masalah keselamatan ini darurat bagi bangsa ini. Sama daruratnya dengan korupsi dan narkoba. Tampaknya lebay ya?

Apa sih indikasinya suatu situasi darurat? Salah satunya adalah pelanggaran mudah ditemukan di mana-mana dan tampaknya terjadi pembiaran ya.

Nah coba lihat anak-anak Indonesia yang dengan mudah mengendarai sepeda motor tanpa ada pelarangan
Itu indikasi bahwa keselamatan memang menjadi hal yang darurat di Indonesia.

Dan saat kita abai terhadap keselamatan dampak buruknya adalah nyawa anak-anak kita, penerus bangsa.

Bisa diceritakan soal safety pada anak ini sesuai rentang usia?

Kalau boleh saya mau ‘reframe’ perspektifnya. Pertanyaan seharusnya ORANGTUA lebih dulu yang harus mengerti apa? Harus mengajarkan apa?

Karena pada orang tua dan orang dewasa lah terletak tanggung jawab keselamatan anak. Jadi orangtua harus menjadikan dirinya ortu pembelajar yang harus terbuka dengan ilmu.

Untuk menjawab pertanyaan, edukasi safety bisa dimulai sedini mungkin kok. Sejak anak sudah bisa merangkak dan belajar berjalan (di bawah 1 tahun) anak sudah bisa mulai dibiasakan untuk diperkenalkan terhadap bahaya.

Tim SafeKids Indo di TK Embun Pagi
Tim SafeKids Indo di TK Embun Pagi

Misalnya ‘makan harus dikunyah dengan baik’ atau ‘hati-hati melangkah’ atau ‘berjalan dengan perlahan’ atau ‘hati-hati jika ada air tumpah’ dan semacamnya.

Lalu jika anak sudah umur 2 tahun ke atas bisa dibacakan buku cerita anak yang berhubungan dengan safety, berikan konten-konten safety anak. Dan perkenalkan ke bahaya yang lebih tinggi misalnya naik tangga, benda-benda kecil yang dapat masuk mulut hidung, benda-benda panas dan tajam.

Yang perlu diingat penyampaian harus dengan cara yang dimengerti anak, misalnya cerita, dongeng, nyanyian. Bukan arahan dan instruksi.

Apa sih kesulitannya saat berkampanye SafeKids ini? Tantangan terbesarnya apa?

Nah seru nih hehe. Jika ditanya ke semua orang, semua pasti setuju bahwa safety adalah yang utama. Tetapi masih banyak orangtua yang belum mau explore lebih dalam soal ini.

Misalnya kami pernah dibatalkan menjadi narasumber dalam acara komunitas ibu-ibu karena lebih diutamakan acara masak memasak. Hehe. Lalu perhatian yang masih kurang juga dari instansi resmi terhadap gerakan ini.

*

Nah bisa banget untuk usul ke sekolah mengundang SafeKids Indo ya moms! Karena keselamatan anak kita, tanggung jawab kita. :)

Sumber foto: Instagram @SafeKidsIndo


Post Comment