Hanya Butuh Cara Sederhana Untuk Menjadi Suami yang Baik

Sama seperti menjadi seorang Ayah, menjadi seorang suami juga tidak dibekali dengan manual book. Tapi mungkin beberapa cara sederhana ini bisa menjadi masukan agar hubungan tetap terasa sehat dan menyenangkan!

Apa sih Fi, sok-sok-an ‘bicara’ tentang suami yang baik, macam pernikahan lo benar aja!

Ini adalah hal pertama yang terlintas di dalam pikiran saya ketika ingin menulis artikel ini. Tapi kemudian saya mencoba ‘membela’ diri dengan membatin “Karena pernikahan saya pernah gagal, karena saya mulai paham apa saja penyebab kegagalannya, makanya saya berani menulis tentang ini! Katanya kan pengalaman (orang lain) adalah guru yang paling baik, jadi anggap saja pengalaman saya bisa jadi masukan buat kalian semua yang pernikahannya masih baik-baik saja untuk menjadi lebih happy lagi :).” – UDAH CUKUP BIJAK BELUM???

Tentu saja nggak semua point adalah hasil dari pengalaman pribadi saya. Saya melempar pertanyaan tentang hal sederhana yang diharapkan oleh para istri dari suami-suami mereka di banyak Whatsapp Group, baru kemudian saya kumpulkan menjadi bentuk tulisan.

So here we go….. untuk kalian para suami…..

1. “Bagaimana harimu hari ini?” sebuah pertanyaan sederhana tapi ini membuat kami merasa bahwa ada sejuta kepedulian di baliknya. Bahwa kalian peduli, apakah hari kami terasa menyenangkan? Apakah sebaliknya terasa buruk? Kalau buruk apa sebabnya?

2. Hargai apa yang kami lakukan. Hargai ketika kami ikut bekerja mencari nafkah agar beban kalian menjadi lebih ringan. Hargai ketika kami sibuk di rumah mengurus si kecil. Hargai ketika menyiapkan makanan dan kebutuhan harian kalian. Cukup ucapkan terima kasih. Itu saja!

3. Pahami bahwa kepedulian dan kekhawatiran kami bisa hadir dalam berbagai macam wujud, bisa dalam bentuk pertanyaan: “Lagi di mana?”, “Sudah makan?” atau kalimat pernyataan “Kamu sudah jarang olahraga, olahraga gih!” atau “Bisa berhenti merokok?!” Jadi jangan anggap kami bawel.

4. Terlibat dalam urusan mengasuh anak dan mengurus rumah. Anak kan anak kita berdua, begitu pun rumah yang kita tempati adalah rumah bersama. Berikan tangan kalian untuk membantu meringankan tanggung jawab kami.

5. Mengerti kalau kami juga kadang butuh istirahat. Ya, ya, ya, konon kabarnya perempuan mempunya kemampuan multitasking yang hebat. Tapi ya, kami tetap manusia biasa yang juga butuh istirahat. Jadi jangan cemberut ketika kami sesekali mau kumpul bersama teman-teman :)

 Hanya Butuh Cara Sederhana Untuk Menjadi Suami yang Baik - Mommies Daily

6. Kami memang perencana ulung untuk liburan, tapi sesekali kejutkan kami dengan planning yang kalian buat. Karena ada kalanya kami ingin liburan tanpa diganggu dengan urusan booking hotel, transportasi dan itinerary.

7. Mari perbanyak kosakata :D. Kami kaum perempuan memang dikenal senang bicara sehingga kalian tidak perlu menebak-nebak apakah kami sedang senang, sedih atau marah. Kebalikan dari kami, kalian umumnya sangat irit dengan kata-kata. Jangan suruh kami menebak atau mengira-ngira. Obrolin apa yang kalian rasakan, apa yang kalian inginkan. Jangan sembunyi di balik kalimat “namanya juga laki-laki memang susah kan buat bicara.” No, we need to talk as couple.

8. Samakan persepsi tentang moral kompas kita. Sesederhana, sejauh mana definisi perselingkuhan bagi kita berdua. Sesederhana hargai kami sebagai pasangan kalian, bahkan ketika kalian sedang tidak berada di dekat kami. Sejauh mana sebuah kenakalan masih bisa kita tolerir.

9. Jadilah pribadi yang percaya diri. Percaya diri bahwa kalian tahu akan dibawa kemana hubungan kita, akan dibawa kemana keluarga kecil kita ini. Percaya diri juga dengan pekerjaan kalian dan karier kalian.

10. Jangan bosan menjadi pendengar yang baik untuk kami dan juga anak-anak.

11. Jangan bosan mengatakan dan menunjukkan bahwa kalian menyayangi dan mencintai kami.

12. Setia! Di dunia di mana perselingkuhan nampaknya menjadi hal yang biasa, tolong berikan kepada kami kesetiaan.

13. Tidak peduli sudah berapa lama usia pernikahan kita, tetap ajak kami berkencan. Kami butuh itu!

14. Perbanyak sabar ketika kami sedang marah, ketika kami sedang lelah, ketika kami sedang bad mood, ketika kami sedang ngambek. Bisa jadi itu kami lakukan karena kami butuh perhatian kalian.

15. Jadilah sosok yang humoris di tengah-tengah hidup yang sudah cukup tegang ini, ahahaha. Jangan malu bersikap konyol di depan kami, karena itu yang membuat kami selalu jatuh cinta pada kalian.

16. Jangan lupakan three magic words dalam pernikahan kita: Maaf, tolong dan terima kasih.

17. Terbuka kepada kami mengenai masalah-masalah kalian, karena kami hadir sebagai istri tidak hanya untuk masa senang, namun juga masa sulit.

Sederhana, kan? Ahahahahaha


Post Comment