Liburan Bersama ABG dan Lansia itu Menantang Emosi

Ditulis oleh: Febria Silaen

Pernah mencoba menggabungkan liburan antara ABG dan lansia, seperti yang baru saja saya lakukan :D? Mau tahu rasanya seperti apa? Baca cerita saya, ya, hehehe.

Liburan Bersama ABG dan Lansia itu Menantang Emosi - Mommies Daily

Mendengar kata liburan, yang ada di bayangan kita pasti hal-hal yang menyenangkan. Benar nggak? Leyeh-leyeh, enjoy the view dan melakukan kegiatan remeh temeh tapi bikin hati happy. Apalagi kalau jadwal harian kita sudah padat merayap seperti jalanan ibu kota di hari jumat malam, hujan dan orang-orang baru terima gaji, ahahaha. Liburan semacam ‘surga’ kecil kita untuk melipir sejenak dari realita hidup yang keras (tsaaaah).

Tapi ternyata, ya itu, kadang kenyataan nggak seindah gambaran di kepala :D. Setidaknya ini yang saya alami ketika berlibur bersama keluarga pada awal Juli lalu. Liburan keluarga yang isinya nggak hanya saya, suami dan anak, namun juga ada ibu, bapak serta keponakan yang duduk di bangku SMP.

Niat mulia? Ingin liburan bareng sekaligus menyenangkan kedua orangtua saya yang memang sudah lanjut usia dan lumayan lama tidak pernah liburan keluar kota. Untuk keponakan abege saya? Itu hadiah kenaikan kelas.

Akhirnya, liburan singkat tiga hari dua malam kami pilih Bali sebagai destinasinya. Alasannya? Karena ayah dan keponakan saya belum pernah ke Bali. Tapi ternyataaaaa, menggabungkan abege dengan lansia dalam satu perjalanan liburan itu sungguh menantang emosi.

Nih, saya kasih beberapa alasannya…..

Pertama, saat memilih obyek wisata maka saya harus mempertimbangkan keinginan dari dua generasi yang berbeda ini! Genereasi millennial maunya pergi ke tempat wisata yang instagramable. Tapi, lansia inginnya ke tempat wisata bersejarah, melihat keindahan pura , ke tempat yang tenang. Karena nggak ingin mengorbankan salah satu pihak, saya pilihlah satu destinasi untuk abege dan satu lagi untuk lansia. *fiuuuuh*.

Contohnya, saat mengunjungi Tampak Siring dan Danau Beratan Bedugul, saya juga memilih menikmati es krim di Paletas Way, Kuta, Bali. Jadi ada tempat bersejarah, namun juga ada tempat kekinian.

Bonus terjadi ketika ke Danau Beratan, ada satu spot baru yang bisa menjadi tempat selfie seru. Jadi selain ada danau, juga ada taman bunga. Hmmm, jadi fair enough-lah ya. Lagipula saya kan nggak bisa menyenangka semua pihak *__*.

Liburan Bersama ABG dan Lansia itu Menantang Emosi - Mommies Daily

Kedua, mencari tempat makan. Ini juga jadi PR karena orangtua saya tidak bisa sembarangan makan. Sedangkan kalau ABG sukanya makanan yang ala-ala Barat.

Nah, untuk yang satu ini saya akali dengan mencari penginapan yang menyiapkan menu nasional dan internasional. Jadi ada hidangan omelet, roti dan sosis namun tetap ada pilihan nasi goreng. Untuk pilihan makanan di luar hotel, saya memilih hidangan ayam atau makan ala warung nasi. Pilihan kami jatuh ke Warung Nasi Nikmat yang berlokasi tidak jauh dari Pantai Kuta.

Liburan Bersama ABG dan Lansia itu Menantang Emosi - Mommies Daily

Baca juga:

10 Alasan yang Sering Membuat Remaja Marah

Ketiga, soal rencana perjalanan. Ini bisa dibilang paling menguras emosi. Saya tidak memaksakan jadwal yang sudah dibuat bisa berjalan dengan baik. Sebab, saya harus memahami kondisi ABG yang susah banget diajak bangun pagi hahaha. Dan alasan lain, mengajak orangtua juga tidak bisa kaku dengan rencana perjalanan. Jadi semua harus fleksibel.

Jadi ketika membuat rencana perjalanan, maksimal saya buat dua lokasi. Dan itu pun ternyata tidak berjalan dengan mulus. Mengingat kondisi orangtua yang tidak bisa diburu-buru, bukan?

Tapi yang paling membuat saya banyak menarik napas panjang adalah ketika ABG selalu bertanya, “Habis ini kemana”. Atau “Kenapa kita nggak ke sini saja.” Terus aja diulang-ulang.

Saya sih menganggap nggak semua pertanyaan perlu dijawab, daripada kemudian saya emosi. Saya akali dengan mengajak diskusi malam hari, tentang rencana perjalanan. Jadi saya bisa jelaskan alasan rencana perjalanan dan membuat kesepakatan.

Liburan Bersama ABG dan Lansia itu Menantang Emosi - Mommies Daily

Berikutnya adalah keinginan berbelanja abege. Saat itu para abege ingin ke Museum Es Krim yang sedang hitz! Melihat harga tiket yang lumayan menguras kantong, saya jelaskan untuk keponakan memilih: membeli oleh-oleh buat teman atau membayar tiket ke museum yang mungkin hanya dia saja yang bisa menikmati.

Dari perjalanan ini saya belajar banget deh, saling memahami dan low expectation itu penting di saat liburan bersama abege dan lansia. Pun ada emosi yang terkuras, tetap ada memori indah yang pasti terekam di hati kami masing-masing.

Baca juga:

Bagaimana Berdamai dengan Anak Remaja?


Post Comment