Fit Mom : Diana Suganda, “Slow progress is better than no progress”

Menjalankan sesuatu memang perlu dimulai secara perlahan, hingga pada akhirnya akan merasakan hasil dan manfaatnya. Hal ini pun berlaku ketika ingin mendapatkan jiwa dan raga yang sehat. Persis seperti yang dikatakan oleh Diana Suganda, perempuan yang berprofesi sebagai dokter spesialis  gizi di RS. Pondok Indah. 

Bertahun-tahun, salah satu resolusi tahunan yang belm bisa saya coret dari list adalah, menjalankan pola hidup lebih sehat. Nggak cuma harus lebih pilah pilih makanan, tapi juga harus rutin olahrga. Bukan sekadarnya seperti saat ini.

Padahal, lingkungan di sekitar saya banyak sekali tipe fit mom. Nggak cuma di kantor saja, sih, orang-orang di luar kantor yang saya kenal juga cukup banyak yang getol olahraga. Salah satunya adalah dr. Diana F. Suganda Sp.GK yang saya kenal lantaran profesi kami memang saling terkait. Iya, sebagai jurnalis saya kan butuh nara sumber seperti dokter yang praktik di RS. Pondok Indah ini.

Karena saya mem-follow-nya di Instagram, saya pun jadi mandapat gambaran bagaimana pola hidupia yang jalankan. Penasaran dan mau mendapat ilmu darinya? Simak kutipan obrolan kami, ya…

diana suganda- mommiesdaily

Sejak kapan sih, dok,  aktif olahraga seperti yang saya lihat di akun Instagram dokter?

Saya rutin olahraga sudah 2 tahun ini, saya mulai olahraga sendiri September 2015

Sejauh ini, olahraga apa saja yang dipilih dan bagaimana dengan frekwensi olahraganya?

Saya mulai olahraga di awal September tahun 2015 kemarin, dan itu dengan panduan BBG atau Bikini Body Guide by Kayla Itsines, dimana saya bisa olahraga di rumah atau tepatnya di ruang tamu, BBG sendiri merupakan olahraga yang memakai bodyweight, berat badan kita sendiri tanpa menggunakan alat-alat, sehingga bisa dilakukan di rumah. Frekuensi BBG dilakukan sebanyak 3 x per minggunya, sekali kalau dihitung kurang lebih 30 menit.. Per program atau round dilakukan secara konsisten selama 12 weeks, saya sudah sampai 6 x round.

Kemudian, November 2016 saya mulai mendaftar gym supaya bisa mendapat variasi olahraga. Dari situ saya mulai suka zumba, cardio dance, muscle pump, bahkan juga belly dance. Frekuensinya olahraganya itu 4-5x/minggu

Setelah rutin olahraga, manfaat apa saja yang paling terasa, baik untuk kesehatan dan kecantikan?

Pastinya badan merasa lebih sehat, lebih bugar, tidak mudah lelah dan sakit. Mood juga terjaga baik. Seharian pasti enak, deh, kalau  mau ngapai-ngapain. Kerja juga jadi semangat. Kulit juga makin bersinar karena peredaran darah lancar kalau kita rajin olahraga

 Favorite gear?

Sport bra yang bisa menyokong payudara, tanktop dan legging, serta sepatu olahraga

Selain rutin olahraga, pola hidup sehat seperti apa yang selalu dokter lakukan?

Saya menjaga asupan makanan, mengurangi karbohidrat simpleks seperti gula, cakes, biscuits, sirup dan minuman manis lainnya. Mengurangi minyak/lemak jenuh dari gorengan, santan, jeroan, menambah asupan protein, minum air putih bisa sampai 3 liter setiap hariny, rajin mengonsumsi buah dan sayur, dan saya pun selalu usahakan tidur cukup.

diana suganda - mommies daily

Sebenarnya apa yang membuat dokter akhirnya menjalani hidup yang sehat dan bisa dibilang menjadi Fit Mom? Apakah pencetusnya ini berkaitan dengan profesi, atau hal lainnya?

Saya ingin fit dan bugar saat menemani anak-anak saya, saat saya mulai olahraga, mereka masih usia TK sehingga main ke sana ke mari, kalau mommy-nya nggak fit, saya nggak bisa ikut aktif nemenin mereka main dan lain-lain, dan saya juga mau lebih sehat. Terkait dengan profesi juga sebagi dokter spesialis gizi klinik, kalau dokternya nggak fit, gimana pasien bisa percaya? Hahahaa, iya kan?

 3 Hal yang kerap bikin dokter malas olahraga?

Kalau sudah seharian kerja dan meresa capek banget, energi untuk olahraga sore atau malam kadang tidak sebanyak pagi hari. Kalau kalau lagi keluar kota, kadang-kadang juga  muncul malasnya. Satu lagi, kalau lagi datang bulan, karena kadang perut kraam dan moody nggak jelas, tapi pengalaman saya saat begini malah lebih enak dibuat gerak dari pada diem aja makin jadi bête.

Nah, bagaimana tips untuk melawan rasa malas tersebut?

Kalau lagi muncul malasnya, saya ingat lagi awal-awal saya mulai berolahraga, ingat pencapaian saya. Jangan sampai yang saya lakukan ini sia-sia. Slow progress is better than no progress. Jadi saya mikir kalau lagi males, palingan tetap harus dibawa gerak aja sedikit-sedikit, nanti juga semangat lagi, kok. Selain itu, biasanya sih saya langung ganti kostum olahraga tadi, terutama yang favorit, nanti juga semangat lagi, deh

Paling senang, olahrga di mana, dan kenapa?

Gym karena banyak teman, jadi banyak support yang bisa didapat.

—-

Thanks for sharing, dokter :)


Post Comment