Paul Palele, ”Orangtua ideal itu, yang punya passion dan penyayang.”

Tampilannya yang “garang” tidak mewakili isi hatinya sebagai ayah untuk Alie (2). Ia mematahkan teori, kalau urusan rumah tangga dan anak, hanya bisa dilakukan oleh ibu. Di antara jadwalnya yang super padat, Paul rela berbagi tugas dengan istri tercintanya.

Saya pribadi tahu sosok Paul Palele (42), lewat layar kaca, saat dia menjadi  Sporcaster. Dan baru tahu belakangan, ternyata Paul juga seorang DJ. Saat saya intip akun IG-nya, makin penasaran untuk wawancara bapak sibuk ini. Di beberapa post IG-nya, terpampang manis kebersamaannya dengan Alie (2) dan istrinya Cici Riana (33).

Paul Palele, ”Orangtua yang ideal itu, yang punya passion dan penyayang.” - Mommies Daily

Bagi pria jebolan University of Washington, DC jurusan finance ini, seorang ayah juga harus bisa dan mau melakukan tugas rumah tangga. Termasuk hands on sama anak! Mulai dari memandikan, ganti popok sampai menyuapi. Meski jadwalnya padat, Paul tak keberatan melakukan hal ini. Yuk, langsung saja, simak obrolan saya dengan Paul. Apa saja tantangan ia sebagai ayah dan orangtua. Dan dari perspektif dirinya, tiga hal penting apa, yang perlu ditanamkan kepada si kecil?

Mas Paul, boleh tolong diceritakan, sekarang kesibukan kamu apa saja?

DJ di Soul Manace Music Group, Sportcaster di Netsport (NET TV), dan NBA di O Channel

Apa tantangan menjadi ayah yang punya jadwal padat? Dan bagaimana, mas mengatasinya?

Kesehatan ada tantangan utama buat saya. Menjaga agar tetap sehat, di antara jadwal saya yang padat. Cara mengatasinya, saya rutin olahraga di pagi hari, termasuk di hari kerja. Walau saya sedang tidak ada jadwal shooting, atau bahkan ketika kurang tidur.

Selain itu, istirahat ada hal yang paling penting dari semuanya. Menurut saya, bagian terpenting untuk melawan penyakit, seperti flu, yang bisa dengan mudahnya menular ke si kecil. Situasi akan menjadi lebih sulit ,kan, jika pas si kecil sakit, kitanya juga kena flu.

Di antara jadwal yg padat, masih sempat melakukan me time? Sepenting apa me time untuk mas paul, dan apa itu?

Untungnya pekerjaan saya sering membawa saya ke kota-kota di Indonesia yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Dan sebagian besar perjalanan, terjadi di akhir pekan, dan saya harus kembali malam itu juga setelah manggung, dengan penerbangan pertama. Lain hal jika pertunjukkan dilakukan di hari kerja. , saya bisa membawa serta istri dan anak saya. khususnya di Bali. Oh iya, FYI, Alie anak lahir di Bali.

Jika sedang melakukan perjalanan untuk pekerjaan, sebagian besar waktu saya dihabiskan di bandara, hotel dan mobil seorang diri. Dan saya bukan tipe ayah yang harus terus menerus, terhubung dengan si kecil lewat face time, atau sejenisnya. Karena traveling, adalah bagian dari hobi saya. Jadi saya harus benar-benar menikmatinya. Sesekali saya akan cek keadaan Alie, lewat istri saya. sambil menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.

Bagaimana cara mas Paul menjaga quality time dengan si kecil dan istri?

Kapanpun ada jeda libur di tengah jadwal say, misalnya hari libur nasional, atau bulan puasa. Kami akan merencanakan liburan ke suatu tempat, hanya bertiga saja. Traveling dengan Alie, buat kami sangat mudah, karena dari bayi dia sudah terbiasa bepergian. Kami juga terbiasa tidak menggunakan pengasuh atau pembantu di rumah. Jadi tidak perlu biaya tambahan untuk tiket pesawat.

Paul Palele, ”Orangtua yang ideal itu, yang punya passion dan penyayang.” - Mommies Daily

Saya memiliki banyak kenangan indah seputar traveling dengan keluarga saya semenjak kecil. Dan saya harapa Aluna juga memiliki memori itu tentang kami, kelak dia dewasa.

Tampilan mas Paul terkesan garang, tapi dari postingan IG mas Paul, juga banyak kebersamaan dengan si kecil. Mas termasuk ayah yang hands on sama anak, ya?

Alie lahir melalui metode water birth. Saya cukup beruntung bisa menyaksikannya langsung. Alie lahir jam 9 malam, dan menghabiskan malam pertamanya di atas dada saya. Menunggu ibunya sedang yang recovery.

Sejak itu, hubungan kami sangat dekat. Saya menjadi ayah yang terlibat langsung mengurus Alie. Jadi saya dan istri memutuskan dari awal, kami membagi tugas. Istri saya memasak, dan mengurus semua asupan nutrisi untuk saya dan Alie. Saya sendiri, tugasnya menyuapi Alie, mengganti popoknya dam memandikan. Istri saya kembali bekerja, saat Alie berusia 6 bulan, sehingga kami akan bergantian merawat Alie. Saya merasa senang, menjadi ayah yang hands on dengan anak, karena benar-benar bisa menghabiskan waktu bersama dengan Alie.

Secara keseluruhan, mas menggambarkan diri sendiri, sebagai sosok yang seperti apa?

Saya termasuk pribadi yang gila kerja, dan saya menyukainya. Memiliki jadwal kerja yang padat, malah membuat saya bisa menghargai waktu senggang. Khususnya untuk dihabiskan bersama keluarga. Ditambah, jika pekerjaan makin banyak, saya akan menghasilkan lebih banyak uang, yang bisa saya manfaatkan untuk liburan keluarga.

Apa asiknya punya anak perempuan, mas?

Mungkin karena saya sudah hidup dan tumbuh bersama dua kakak perempuan dan ibu. Jadi saya selalu merasa lebih mudah berkomunikasi dengan anak perempuan. Sekaligus jadi bukti, bahwa, dua orang yang paling tahu tentang saya adalah istri dan anak perempuan saya yang berusia 2 tahun, hahaha.

Selain itu, saya sering kali merasa, bahwa saya sudah mengetahui perasaan gadis kecil saya, tanpa dia memberitahukannya kepada saya. Mungkin karena saya merasa lebih mudah menjadi diri sendiri saat di dekat Alie, dan menunjukkan sisi gentle dan kelembutan saya.

Tak hanya itu, saya dikelilingi sisi maskulinitas, baik dalam pekerjaan atau olahraga. Belum lagi ketika saya di tempat gym. Saat kembali ke rumah, berada di sekitar anak perempuan, dan menghabiskan waktu bersama anak dan istri membawa keseimbangan yang sangat dibutuhkan dalam hidup saya.

Kalau tadi dari segi yang asik-asik. Nah, ada nggak kekhawatiran punya anak perempuan mas?

Paul Palele, ”Orangtua yang ideal itu, yang punya passion dan penyayang.” - Mommies Daily

Kalau untuk 10 tahun ke depan belum ada yang terlalu mengkhawatirkan, ya. Tapi ketika suatu saat, anak saya menjadi seorang perempuan muda dewasa, harapan saya dia bisa selalu mau bicara tentang apapun itu kepada saya. Walau mungkin, dia tidak akan berpikir, saya akan mengerti, karena saya laki-laki.

Dari perspektif mas Paul, orangtua yang ideal itu seperti apa?

Menurut saya, orangtua yang ideal itu, orangtua yang punya passion dan penyayang. Mereka selalu menunjukkan betapa mereka peduli dengan dengan anak keluarga. Tapi juga selalu berusaha memahami, jika mereka melakukan kesalahan. Karena kita semua pernah muda, kan?

Mengingat zaman sudah makin menantang. Menurut mas Paul, 3 hal apa, yang wajib ditanamkan kepada si kecil?

  1. Jangan takut mencoba sesuatu yang baru. Karena kita hidup di dunia yang selalu berubah. Dengan teknologi yang juga terus menerus, mengalami pembaruan. Jadi berusahalah, mendapatkan informasi terkini tentang apapun, mengikuti berita, dan berusaha untuk selalu lebih baik.
  2. Keep an open mind! Satu-satunya cara untuk lebih pintar, adalah belajar sebanyak mungkin, tentang apapun. Dan cara yang bisa ditempuh, adalah tetap berpikiran terbuka, terutam tentang segala sesuatu yang tidak kita kuasai.
  3. Punya teman sebanyak-banyaknya. Saya selalu menstimulasi Alie, tak sekadar menatap seseorang jika bertatap muka. Tapi juga menyapanya. Hal ini penting dilakukan, bukan karena alasan norma kesopanan. Karena memang hal ini yang harus dilakukan jika bertemu orang. Dan tentu atas izin kami, orangtuanya.

Pernah nggak mengalami si kecil tantrum di tempat umum? Biasanya bagaimana mas dan istri bekerja sama menangani ini?

Kami cukup beruntung, punya anak tenang seperti Alie. Bukan tipe anak yang membuat ulah di depan orang banyak. Pernah sih, dia mencobanya beberapa kali, saat dia berusia 2 tahun. Tapi saya dan istri tidak menanggapinya. Jadi, sekarang Alie memilih berkomunikasi dengan kami, jika menginginkan sesuatu,

Apa menggambarkan perasaan mas, menjadi seorang ayah & suami?

Hal paling membanggakan, adalah istri saya. Karena menjadi pelekat. Menjaga kebersamaan keluarga. Dan kehadiran putri si kecil saya, membuat saya belajar banyak hal baru setiap hari.

Last but not least, kiat untuk para ayah yang sibuk. Agar bisa balance antara kehidupan sebagai pribadi yang utuh, ayah dan suami?

Keseimbangan adalam kunci dalam kehidupan. Mengenyampingkan sementara kelebihan yang kita punya, dan menghargai apa yang telah kita miliki dari Tuhan. Selain itu, menurut saya, abaikan stereotype, bahwa istri yang harus mengurus rumah dan bayi. Buat saya tidak masalah, ayah mengerjakan tugas rumah tangga dan mengurus bayi, dan jadi jadwal harian seorang ayah. Hidup jauh lebih memuaskan jika kita bisa melakukan sesuatu untuk diri sendiri.

Sukses Mas Paul untuk karier dan kehidupan keluarganya. Semoga si kecil Alie, kelak tumbuh jadi anak yang membanggakan orangtua, ya :)

All images taken from: @paulpalele


Post Comment