Sudahkah Kita Menciptakan Rumah Nyaman Untuk si Kecil?

Karena sejauh apapun kakinya melangkah pergi kelak, saya tetap berharap anak saya akan selalu kembali pulang ke rumah!

Semalam, tiba-tiba saja saya membayangkan seperti apa kondisinya jika Bumi, anak saya, memasuki usia remaja. Pasti banyak perubahan terjadi, salah satunya mengenai kuantitas berkumpul kami sebagai satu keluarga. Yah, namanya juga anak remaja, sudah mulai punya kegiatan sendiri bersama teman-temannya atau pacarnya (eeeeerrrr). Dia akan sibuk dengan dunianya sendiri.

Sudahkah Kita Menciptakan Rumah Nyaman untuk Si Kecil- mommiesdaily

Memang nggak ada yang salah, sih, jika itu terjadi. Karena seperti yang dijelaskan oleh mbak Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. selaku psikolog anak dan keluarga, sebagai orangtua yang sudah memiliki anak remaja.

“Saat anak memasuki usia pra remaja dan remaja, salah satu tantangan yang cukup menantang untuk orangtua adalah bagaimana kita belajar sedikit demi sedikit melepas anak tumbuh menjadi manusia yang akan dewasa. Kita kan seringnya ingin ngekepin anak di bawah ketek, tapi itu nggak mungkin. Karena itu kita harus memberikan bekal yang cukup agar anak bisa mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan langkahnya sendiri, namun tanpa melupakan keluarganya dan rumahnya,” demikian kata mbak Nina.

Tugas saya sekarang, adalah memastikan sejauh apapun Bumi melangkah kelak, dia akan selalu kembali pulang ke rumah, ke pelukan saya, ibunya dan juga ayahnya! Ini artinya saya harus menjadikan rumah kami sebagai tempat yang ngangenin dan menjadikan kami sebagai orangtua yang dapat dipercaya oleh Bumi, tak peduli berapapun usianya nanti.

Bagaimana caranya? Mumpung saat ini Bumi masih berumur 7 tahun, saya masih punya banyak cara dan kesempatan untuk mewujudkan rencana saya, dengan beberapa cara berikut ini:

  1. Penuhi kebutuhan bermainnya

Tidak, tidak perlu kok dengan membelikan beragam games yang mahal. Toh, permainan sederhana semacam gundu saja sudah bisa bikin anak saya bahagia. Saya hanya memberikan fasilitas agar Bumi bisa terus bereksplorasi dan mengasah kreativitasnya. Saya nggak mau kalau Bumi hanya menghabiskan waktu hanya dengan menonton televisi. Ketika anak merasa bisa melakukan beragam kegiatan menyenangkan di rumah, saya yakin dia akan merasa betah di rumah.

  1. Kondisi rumah yang nyaman dan bersih

Saya tumbuh dan dibesarkan oleh mama saya yang super duper bersih. Mama paling cerewet kalau melihat rumahnya berantakan. Alhasil, kondisi ini membuat saya terbiasa dengan kondisi rumah yang bersih dan nyaman. Ketika sudah menikah dan punya anak, saya pun melakukan hal yang serupa. Memastikan kondisi rumah nyaman dan bersih. Bumi jadi merasa senang berada di rumah dan nggak jarang dia akan mengajak teman-temannya untuk bermain di rumah. Bagi saya, lebih tenang anak bermain di rumah sih daripada dia yang berkunjung ke rumah orang lain.

Selain bersih, saya juga memastikan kondisi sirkulasi udara yang baik dan udara yang sejuk. Makanya, urusan ventilasi udara, jendela, tanaman-tanaman juga menjadi concern saya. Selain itu, demi menjaga kesejukan udara, saya juga dibantu dengan kehadiran Air Conditioner (AC).

Beruntung saat ini pilihan AC sudah cukup beragam, jadi saya punya kesempatan untuk memilih AC yang tepat untuk keluarga. Nggak cuma bikin udara sejuk, tapi juga hemat listrik. Berhubung AC di kamar usianya sudah cukup lama, saya pun sedang mencari AC pengantinya.

Sudahkah Kita Menciptakan Rumah Nyaman untuk Si Kecil

Belum lama ini saya baru dapat informasi soal AC Daikin Multi-S. AC ini ternyata punya beberapa keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis karena satu outdoor unit bisa digunakan untuk dua indoor unit, sehingga bisa digunakan di dua ruangan berbeda. Makanya hemat tempat. Selain itu AC Daikin Multi-S juga bisa hemat energi karena kapasitasnya 1300 W dan dapat digunakan didaya 380 W, jadi dalam waktu satu tahun bisa menghemat biaya AC sampai dengan 2,7 juta rupiah. Wow, cocok buat keluarga kecil macam saya yang memiliki rumah dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

Sudahkah Kita Menciptakan Rumah Nyaman untuk Si Kecil-md

Teknologi inverter pada kompresornya juga menghemat listrik, kerja kompresor menyesuaikan dalam kecepatan rendah ketika kebutuhan pendinginan ruangan rendah. Enaknya, tekonologi inverter ini bisa membuat AC jadi cepat dingin. Bahkan kecepatannya hingga 1.5 kali lebih cepat dibandingkan dengan AC Non Inverter. Jadi nggak perlu nunggu lama.

  1. Jangan lupa pastikan kita bahagia lebih dulu

Mau bikin anak nyaman di rumah, kenapa harus kita yang bahagia duluan? IMHO, gimana kita bisa bikin rumah yang nyaman untuk anak kalau kitanya sendiri nggak bisa menjadi penghuni rumah yang menyenangkan?!

Apa jadinya suasana rumah kalau kitanya sebagai orangtua gampang marah, sebentar-bentar emosian? Saat di rumah dan dekat anak, kita uring-uringan, mengeluh terus, atau sering memarahi anak? Yang ada, boro-boro anak mau betah atau mau curhat mengenai keseharian atau perasaannya. Ujung-ujungnya, anak malah akan selalu mencari alasan untuk keluar rumah.

Ibaratnya, nih, bagaimana kita bisa menyelamatkan orang tenggelam jika kita tak mahir berenang? Toh, sebenarnya banyak cara sederhana kok, yang bisa kita lakukan untuk membuat merasa bahagia. Mulai saja dengan mengukir senyuman saat kita bisa menghirup udara pagi dan bisa melihat bahwa masih ada keluarga di sisi kita.


Post Comment