Tidur Setelah Sahur? Bahaya, Lho!

Mata sepet dan dan perut kenyang setelah sahur, pasti deh, bawaannya bikin saya pengen buru-buru tidur. Tapi tahu nggak, sih, kalau langsung tidur setelah sahur itu sebenarnya berbahaya bagi kesehatan? 

Maunya sih, kalau habis sahur saat bulan Ramadan bisa langsung sholat subuh kemudian lanjut tadarusan. Atau setidaknya, bisa baca buku yang bikin ilmu agama saya makin nambah. Kenyataannya, tapi kok malah lebih sering ngantuk. Bawaannya jadi pengen cepet meluk guling lagi.

Hih. Katanya para setan kalau bulan Ramadan ‘dipenjara’ tapi kok, gini? Hahahaa… sebenarnya sih nggak ada kaitannya dengan godaan setan, ya, memang saya saja yang bawaannya ngantuk kalau perut kenyang.

Tidur Setelah Sahur, bahaya Lho - Mommiesdaily

Tapi, setelah baca beberapa berita yang bilang kalau kebiasaan tidur setelah sahur nggak baik, bahkan bisa mengganggu kesehatan tubuh, lambat laun saya pun mulai mengubah kebiasaan ini. Hal ini dikarenakan kalau kita tidur di bawah 2 jam setelah makan, maka saluran pencernaan belum sempat menggiling makanan sehingga mengakibatkan gangguan saluran pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh. Ujung-ujungnya, makanan yang dimakan nggak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Nggak mengherankan ya, kalau selama puasa kecenderungan mengalami sembelit semakin besar. Padahal menu makanan saat berbuka dan sahur sudah diperhatikan dengan baik, komplet dengan sayur dan buah sebagai asupan makanan yang kaya akan serat.

Gangguan lain yang perlu diwaspadai adalah gangguan asam lambung. Meski asam lambung bukan merupakan penyakit mematikan, tetapi penyakit ini dapat menimbulkan banyak komplikasi. Sebuah peringatan kepada kita semua bahwa walaupun tampaknya tidak berbahaya, penyakit lambung tidak boleh dianggap remeh.

Kenyataannya GERD (gastroesophageal reflux disease) adalah penyakit pencernaan yang paling umum terjadi di dunia yang diderita lebih dari 10-20% populasi orang dewasa.

Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, konsultan penyakit lambung dan pencernaan dari FKUI/RSCM mengatakan, tidak sedikit orang Muslim yang langsung tidur setelah sahur.  Hal ini dapat menyebabkan asam lambung balik arah kembali ke kerongkongan yang pada akhirnya bisa menyebabkan masalah pada saluran cerna atas mereka.

“Selain itu ada  kebiasaan buruk lain  yang juga sering dilakukan pada saat Ramadan yaitu  makan terlalu berlebihan pada  saat berbuka, diikuti dengan merokok. Dengan melakukan ini, Anda sebenarnya meningkatkan risiko untuk terjadinya masalah pada lambung seperti dispepsia dan terutama jika Anda sudah  mempunyai penyakit maag sebelumnya, ” jelasnya seperti yang saya kutip dari siaran pers yang diterbitkan Philips Indonesia.

Lebih lanjut, konsultan penyakit lambung dan pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini juga menjelaskan kalau mereka yang langsung tidur setelah sahur membuat asam lambung balik arah atau kembali ke kerongkongan yang pada akhirnya bisa menimbulkan masalah pada saluran cerna atas. “Terlebih jika sudah punya penyakit maag, maka kebiasaan ini meningkatkan risiko terjadinya masalah pada lambung, seperti dispepsia,” katanya.

Untuk mengatasinya, selain tidak meneruskan kebiasaan langsung tidur setelah sahur, jika mengalami Gerd disarankan untuk tidak mengonsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, dan lebih baik meningkatkan konsumsi buah dan sayuran. Terlebih kalau mengonsumsi daging dan jeroan pada saat yang bersamaan, dan makan makanan yang terlalu pedas atau asam.

“Pasien GERD juga harus mengurangi kopi, alkohol dan soda yang akan memperburuk kondisi mereka. Selain itu, menghindari stres dan mengendalikan berat badan hingga mencapai indeks massa tubuh ideal (IMT) juga penting,” jelas dr. Ari lagi.

Jadi gimana? Masih mau meneruskan kebiasaan tidur setelah sahur?


Post Comment