Lakukan 9 Hal Ini Saat Menjalani Proses Perceraian

Menghadapi proses perceraian dan melangkahkan kaki ke pengadilan mungkin tidak mudah bagi yang menjalani. Saya pun sempat bertanya para beberapa mommies yang tergabung dalam komunitas Single Moms Indonesia, sebenarnya apa saja yang perlu dilakukan ketika proses perceraian sudah di depan mata?

Tulisan ini saya buat tentu saja bukan untuk memberikan edukasi untuk melakukan perceraian. Lagi pula, menurut saya, nih, mana ada pasangan khususnya perempuan yang punya keinginan untuk bercerai? Berani taruhan, semua pasangan suami istri di muka bumi ini saat menikah tentu punya doa yang sama. Pernikahannya bisa bahagia dan langgeng. Kalau bisa hanya dipisahkan oleh maut. Iya nggak, sih?

proses perceraian-mommiesdaily

Kenyataannya, siapa yang bisa menjamin semua bisa terjadi? Di tengah jalan, pasti ada aja batu kerikil bahkan ombak yang bisa menggulung pernikahan. Jadi, kalaupun pernikahan kandas di tengah jalan, tentu sudah banyak melewati berbagai pertimbangan. Toh, sebenarnya perceraian memang bukan satu-satunya pilihan bukan? Bahkan ketika Pak Suami ketahuan sudah selingkuh.

Bercerai tentu saja bukan perkara yang mudah. Tidak mengherankan kalau proses perceraian juga perlu persiapan yang matang. Saya pun sempat bertanya pada beberapa mommies yang kini menjadi single mom dan bergabung dalam wadah komunitas Single Moms Indonesia.

Pertanyaan saya hanya satu, hal apa saja sih yang mereka lakukan ketika sedang menjalani proses perceraian?Harapannya, insight yang saya dapatkan ini bisa membantu para mommies yang tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi masa-masa sulit  yaitu melalui proses perceraian.

Maureen :

  1. Kesal, kecewa, marah, hingga mungkin timbul rasa benci ke mantan suami mungkin saja bisa timbul. Sebenarnya perasaan tersebut lumrah saja, kok, karena memang bagian dari emosi yang dirasakan. Walaupun demikian, bukan berarti bisa menjelekkan calon mantan suami, dong? Terlebih lagi di depan anak. Biarbagaimana pun sang mantan tetaplah ayah dari anak kita. Bukan mantan ayah!
  2. Dari pada sibuk mencari kesalahan mantan suami, sebaiknya fokus cari solusi. Langkah apa saja yang perlu dilakukan setelah proses persidangan usai dan resmi menjadi single mom.
  3. Kalau sebelumnya tidak bekerja sebisa mungkin usahakan untuk bisa berdaya secara finansial. Jangan sampai setelah bercerai baru bingung dan mencari cara bagaimana memenuhi kebutuhan anak dan diri sendiri. Jangan sampai merepotkan keluarga besar apalagi bergantung pada mantan suami.
  4. Penting juga untuk memikirkan keputusan hak asuh anak karena nantinya surat keputusan hak asuh akan diperlukan untuk pengurusan surat-surat penting seperti paspor. Kalau co-parenting mungkin akan lebih mudah karena bapaknya tidak akan ‘kabur’ saat mengurus atau melakukan perpanjang paspor, di mana pasti akan diminta tanda tangan kedua orangtua. Jika ayah tidak ada, maka imigrasi minta bukti keputusan hak asuh.

Baca juga : Menjalankan Co-Parenting Tanpa Baper

Diyana

  1. Meskipun sudah tidak satu atap dengan suami karena bercerai, bukan berarti kita sebagai ibu punya hak memutuskan hubungan antara anak dan mantan suami. Jadi, tetap usahakan agar anak tetap berhubungan baik dengan bapaknya. Biar gimana, anak juga butuh figure seorang ayah bukan?

Baca juga : Bercerai Kok Masih Serumah?

Mia Amalia:

  1. Focus on what you can or should do after, not what you loose (because of the divorcee)

Devi Satriani:

  1. Jangan cari pacar baru dulu selagi proses, betapa pun perhatian si orang baru luar biasa ke kita ataupun anak, tapi tetap saja berisiko dijadikan alasan kehilangan hak asuh. Lagi pula, bukankah di saat proses persidangan dimulai yang dibutuhkan ketenangan dan punya waktu istirahat dari hal-hal yang membebani perasaan?

Bresti:

  1. Jangan menyalahkan diri sendiri! Bukankah semua proses yang dijalankan juga demi kebaikan bersama? Ketimbang terus memertahankan pernikahan tapi tidak dipenuhi rasa cinta dan mendapatkan kebahagiaan, untuk apa?

Pretty:

  1. Yang harus dihindari saat prosesnya kalau menurut aku hindari pergaulan yang punya pandangan negatif tentang janda, hindari pergaulan yang justru menye-menye terutama stigma tentang kehidupan janda,  karena hal tersebut  hanya bikin makin down dan susah untuk move on.

Baca juga : Cara Menghindari Konflik Pasca Bercerai

 


Post Comment