Hayooo, yang Sering Pindah Kerja. Untung atau “Buntung,” Ya?

Sebenarnya kalau kita sering pindah kerja, menguntungkan atau malah merugikan, sih?

Di antara mommies, pasti deh ada yang merasa ingin pindah bekerja karena tidak betah untuk alasan tertentu. Sebetulnya dalam suatu perusahaan, wajar jika terjadi keluar masuk karyawan. Ketidaknyamanan bekerja di perusahaan, ada masalah dengan atasan atau rekan kerja, ataupun adanya kesempatan bekerja di perusahaan lain dengan tawaran yang menggiurkan, biasanya membuat karyawan memilih pindah ke perusahaan baru. Meskipun begitu, tidak sedikit juga karyawan yang tetap bertahan di perusahaan walau mereka merasa kurang nyaman. Mereka khawatir perusahaan lain tidak mau menerima mereka kelak jika terlalu sering melakukan job hopping atau berpindah kerja dalam waktu singkat.

Baca juga: Ingin Cepat Mendapatkan Promosi? Lakukan Hal Ini!

Hayooo, yang Sering Pindah Kerja. Untung atau Buntung, Ya? - Mommies Daily

Kesan negatif jika sering pindah kerja

Wajar, sih, ya, kalau perusahaan mempertanyakan kebiasaan mommies melakukan job hopping. Jejak rekam pekerjaan mommies paling mudah terlihat apda banyaknya dan lama riwayat kerja yang tercantum di CV. Jika mommies memiliki banyak daftar riwayat kerja namun jangka waktu bekerjanya tidak lama, bisa saja mommies dianggap tidak loyal dalam bekerja di suatu perusahaan. Mommies pun juga bisa dianggap memiliki kesulitan bekerja di bawah tekanan, mudah bosan, ataupun tidak berani dalam menghadapi tantangan. Selain itu, kemungkinan mendapatkan kesempatan untuk berkembang di suatu perusahaan pun kecil. Dalam hal ini, tentu akan berpengaruh dengan peluang mendapatkan promosi di perusahaan tersebut.

Bicara dari segi pengalaman yang didapatkan, yes, mommies akan mendapat banyak pengalaman bekerja dari berbagai jenis pekerjaan. Tapi sayangnya, mommies nggak akan mendapatkan kedalaman pengalaman, alias pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang diperolah nggak akan maksimal. Kesimpulannya sebanyak apapun pengalaman kerja mommies, jika hanya menjalaninya dalam waktu singkat, mommies belum tentu memiliki pengalaman kerja yang optimal dalam bidang tertentu. Dengan seringnya berganti bidang kerja, mommies juga akan dianggap kurang berkomitmen dalam bekerja.

Baca juga: 10 Skills You’ll Need in The Workplace by 2020

Keuntungannya sering pindah kerja

Dari tadi job hopping kayaknya, kok hanya menghasilkan sisi negatif, ya? Padahal ada juga, lho sisi positifnya.

  1. Kemungkinan mommies memperoleh kenaikan jabatan, gaji yang lebih tinggi atau adanya tunjangan lain yang menguntungkan di tempat baru.
  2. Menghadapi sejumlah struktur organisasi, budaya organisasi, gaya manajemen yang berbagai macam, juga dapat membuat mommies bisa lebih siap dalam menghadapi tantangan atau proyek baru.
  3. Mommies juga dapat lebih mudah beradaptasi dalam tim baru. Bekerja di berbagai lingkungan dan tim yang berbeda membuat mommies meningkatkan kemampuan baru dalam menghadapi berbagai orang dengan perilaku yang beragam.
  4. Mencoba untuk hal baru ataupun pindah pekerjaan, bisa membuat mommies meningkatkan kemampuan dan kualitas diri.

Jika mommies merupakan individu yang ambisius dan perusahaan saat ini tidak dapat menawarkan kesempatan untuk berkembang, maka bukanlah hal yang aneh jika pindah ke perusahaan lain yang menawarkan kesempatan lebih baik dalam hal karier.

Baca juga: 10 Tanda Anda Salah Memilih Karier

Bagaimana jika harus pindah kerja?

Pertama, pastikan mommies punya alasan yang jelas sebelum resign. Pertimbangkan baik biaya maupun manfaat dari langkah tersebut sebelum memutuskan apakah mommies pindah ke tempat baru atau bertahan di pekerjaan yang lama. Sebaiknya hindari melakukan job hopping karena hal kecil, seperti tidak ingin mendapat tanggung jawab/ tantangan baru yang lebih besar, tidak cocok dengan rekan kerja maupun atasan. Perbaiki pola pikir saat mommies menerima tanggung jawab dan tantangan baru dalam bekerja.

Jika memang Mommies menghadapi situasi yang membuat mommies mempertimbangkan kemungkinan pindah pekerjaan, pastikan bahwa mommies memiliki pencapaian di setiap peran yang mommies lakukan, misalnya adanya peningkatan penjualan, penyelesaian proyek yang tepat waktu, ataupun mengembangkan kemampuan baru. Jika mommies dapat menonjolkan pencapaian tersebut di CV, perusahaan akan lebih mengapresiasi hal tersebut. Selain itu, mommies juga sebaiknya fokus dalam mengembangkan kemampuan baru, mencari pengalaman baru, serta memperluas koneksi. Mommies pun sebaiknya menetapkan tujuan yang jelas dan berusaha untuk mencapai tujuan tersebut.

Penulis: Prisila Sekar Rani, perempuan manis yang hobi berlatih yoga ini mengawali karier dengan EXPERD pada tahun 2012. Dengan background lulusan UI jurusan Psikologi, saat ini ia menempati posisi dalam tim research & development EXPERD.


Post Comment