5 Pantangan Ibu Bekerja di Kantor

Kesannya sepele kalau dilakukan, namun menjadi masalah kalau terus kita lakukan. Taruhannya nggak cuma pekerjaan, tapi juga kenyamanan.

Sudah pernah mencicipi 5 kantor, memiliki hubungan yang sangat baik (ibarat kata persahabatan bagai kepompong), sampai suka pura-pura nggak lihat kalau amprokan dengan mantan rekan kerja di salah satu kantor lama, ingin diterima oleh lingkungan kerja baru, membuat saya paham, kebiasaan-kebiasaan apa yang walaupun terkesan sepele, namun sebenarnya bisa membahayakan karier dan juga kenyamanan hati kecil kita.

Working mommies, avoid these list:

Working Mom: Hindari 5 Hal Ini Agar Tidak Menyesal di Kemudian Hari - Mommies Daily

1. Selalu ambil bagian dalam urusan pergossipan

Biasanya di sebuah kantor (apalagi yang jumlah karyawannya cukup banyak), ada kelompok-kelompok dong. Yang udah-udah, kalau ada orang berkelompok, maka hadirlah gossip, hehehe. Percaya deh, gossip nggak akan membawa kita kepada posisi karier yang lebih tinggi. Yang ada, salah ucap malah membawa kita ke dalam sebuah masalah. Penasaran dengan sebuah gossip? Cukup dengarkan tanpa harus ikutan bicara.

Baca juga:

Komunikasi Antar Divisi, Apa yang Perlu Diperhatikan?

2. Memutus hubungan dengan seseorang yang pernah kerja bersama kita

Saya pernah mengambil keputusan yang membuat salah satu anak buah saya marah kemudian dia menjelek-jelekkan saya dan membenci saya. Dan dua tahun kemudian, dia menghubungi saya via social media, menginformasikan tentang bisnis barunya serta meminta bantuan agar saya mempromosikan barang jualannya di majalah tempat saya bekerja saat itu. Intinya, you never quite know who you will cross paths with in the future.

Baca juga:

Lima Tipe Rekan Kerja yang Tidak Dapat Dipercaya

3. Berkompromi terhadap hal-hal yang tidak sesuai nilai yang kita punya

Seorang teman saya bercerita, kalau alasan dia resign dari kantor lamanya, karena dia diminta oleh atasannya untuk menemani seorang aki-aki tua liburan ke Singapura. Bisa ditebak dong, aki-aki ini adalah salah satu klien besar di kantornya. Jadi, kalau memang ada suatu hal yang sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai hidup yang kita anut, dan itu sangat menganggu, jangan kompromikan.

Baca juga:

Mengalami Pelecehan Seksual di Kantor, Apa yang Harus Dilakukan?

4. Terlalu fokus sama gaji

Saat tawaran dari Mommies Daily datang, saya juga menerima tawaran dari perusahaan digital media lain yang masuk dalam kategori perusahaan media raksasa. Mereka punya stasiun televisi, koran, majalah plus digital media. Jelas, kompensasi yang mereka tawarkan jauh lebih besar. Saya butuh uang memang, namun setelah saya lihat bagaimana lingkungan kerja di sana, lokasi kantor yang lebih jauh serta pemilik perusahaan yang sedang heboh terjun ke dunia politik, kok rasa-rasanya saya malas ya. There’s no denying that a paycheck is important, tapi saya juga harus memastikan saya merasa nyaman dengan lingkungan di mana saya bekerja.

5. Sibuk menyalahkan orang lain atas kesalahan yang terjadi

Berada dalam posisi memimpin sebuah divisi, memiliki tim, sangat mudah memang melimpahkan kesalahan ke orang lain ketika terjadi sebuah masalah dalam divisi kita. Pertanyaannya, apakah seorang pemimpin yang baik akan melakukan hal itu? Kesalahan yang terjadi mungkin memang akibat kelalaian anak buah kita, namun kita juga memiliki andil karena kurang pengawasan.

Biasanya sih, yang paling susah ditahan adalah yang nomor satu dan empat. Gossip itu membuat hidup tidak terasa flat, dan uang…. duuuh ……. Kebayang nggak sih, dengan gaji segitu apa aja yang bisa kita beli? Ahahaha.

Baca juga:

Lakukan Hal Ini Agar Cepat Promosi Jabatan

10 Skills You Will Need in the Workplace by 2020


Post Comment