Ajak Anak Menjadi Duta Keselamatan Keluarga dan Lingkungan Sekitar

Nggak susah kok, menanamkan disiplin berlalu lintas pada anak. Coba deh, kenalkan beberapa peraturan lalu lintas sedari dini dan menjadi contoh terlebih dahulu, supaya si kecil bisa menjadi duta keselamatan setiap keluarga.

Menurut data Korlantas, pada kuartal ke-2 tahun 2016 ini tercatat sebanyak 5.595 kematian. Dan yang lebih memprihatinkannya lagi sebanyak 55% dari total orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas adalah mereka yang sedang dalam usia produktif (15-49 tahun).

Ajak Anak Menjadi Duta Keselamatan Keluarga dan Lingkungan Sekitar - Mommies Daily

Keadaan ini mengundang keprihatinan dari General Motors (GM), yang merupakan produsen kendaraan Chevrolet di Indonesia. Fokus mereka memberikan pentingnya pemahaman akan keselamatan sejak usia dini, tujuannya tak lain, untuk menekan Sangka kecelakaan lalu lintas. Yang menarik, kampanye “Aman Bersama Chevrolet” ini menyasar murid-murid sekolah dasar, di beberapa wilayah di Jakarta, dimulai di Sekolah Dasar Karet Tengsin 01 Pagi, awal November 2016 lalu.

Selain prihatin, angka-angka tadi tidak mustahil disumbangkan oleh para pengendara yang tidak disiplin  berlalu lintas. Contoh sederhananya nih, mommies, kalau saya sedang ada di lampu merah. Sudah jelas, lampu lalu lintas, sedang berwarna merah, lah kok malah ada aja yang nekat menerobos, perbuatan ini sudah jelas membahayakan diri sendiri, apalagi untuk pengendara lainnya.

Berkaca dari kampanye “Aman Bersama Chevrolet”, saya merangkum beberapa poin yang mommies dan pasangan bisa tiru, untuk menanamkan si kecil nilai disiplin berlalu lintas. Biasanya anak akan lebih mudah meniru contoh, jadi jadilah contoh terlebih dahulu, yuk, mommies. Supaya si kecil, bisa menjadi duta keselamatan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

  1. Pakai helm, jika berkendara menggunakan motor. Oh iya, motor itu hanya untuk orang ya,
  2. Biasakan berhenti di belakang zebra cross, jika bertepatan dengan lampu rambu-rambu lintas menunjukkan lampu merah, tanda berhenti. Tujuannya supaya, pejalan kaki masih bisa menyeberang jalan.
  3. Jangan lupa pakai safety belt, atau sabuh pengaman. Untuk si kecil, yang belum cukup usia pakai sabuk pengaman, wajib pakai car seat, lho.
  4. Kalau mommies sedang menjadi pejalan kaki, jika menyeberang, jangan lupa lihat kanan kiri dulu, ya. Soalnya, kalau kitra sudah hati-hati, masih ada risiko berbahaya yang datangnya dari para pengendara yang ceroboh di jalanan.
  5. Perhatikan baik-baik rambu-rambu lalu lintas, misalnya huruf “S” dicoret, ya tandanya, jangan berhenti di tempat itu.
  6. Kalau mommies kebetulan dibonceng pak suami, usahakan jangan menggunakan tas model samping, ya. Karena nanti beban penumpang yang dibawa, tidak akan seimbang. Berujung laju motor jadi tidak stabil.
  7. Jika sedang menyetir, jangan deh, main-main HP. Untuk sekadar menerima panggilan telepon, manfaatkan fasilitas earphone lebih baik.

Selain duta keselamatan di jalan, pihak Chevrolet juga menyelipkan pesan moril untuk anak-anak, supaya menjadi duta keselamatan di lingkungan lainnya. Khususnya di lingkungan sekolah dan lingkungan lainnya:

  1. Naik turun tangga, jangan lupa pegangan, kalau tiba-tiba terpleset, badan kita masih ada titik tumpu yang bisa diandalkan.
  2. Jalan kaki dimanapun itu, fokus lihat ke jalan, jangan ke gadget!
  3. Penting banget, supaya kabel di ruangan diatur sedemikian rupa, supaya tidak orang yang tersandung.
  4. Sebaiknya pas lagi bermain si kecil tidak rebutan mainan, karena akan berpotensi salah satu anak terjatuh atau terbentur.
  5. Biasakan memiliki lingkungan keluarga yang positif, tidak saling mengejak. Dengan begitu anak juga nggak akan punya mental nge-bully temannya.

Ada yang mau menambahkan dari beberapa poin di atas? Silakan, ya, mommies.


Post Comment