Ajak Anak Menanam Pohon, Aksi Nyata Mencintai Bumi

Nggak mau kan kalau anak-anak kita hanya mengenal kunang-kunang dan capung dari buku cerita karena hewan-hewan itu semakin langka? Untuk itu, yuk, ajarkan anak-anak untuk lebih mencintai bumi lewat gerakan menanam, sejalan dengan kampanye Love & O2.

Tahu nggak salah satu alasan kenapa saya dan suami memberikan nama Bumi pada buah hati kami? Semua tidak terlepas karena kami percaya bahwa sampai saat ini Bumi adalah tempat ternyaman untuk semua mahluk hidup. Alasan inilah yang saya berikan ketika anak saya, Bumi, bertanya, “Kenapa, sih, nama aku Bumi?”

Saya pun berharap, anak saya bisa jadi genenasi yang bisa mencintai bumi. Karena memang nggak bisa dipungkiri kalau saat ini kondisi lingkungan kian rusak? Sampah kian bertebaran di mana-mana, polusi udara semakin berbahaya, termasuk kondisi hutan pun kian tandus karena penebangan hutan liar. Hal ini jugalah yang akhirnya menyebabkan anak-anak sekarang kian sulit melihat kunang-kungan, capung dan kupu-kupu di alam bebas. Menyedihkan, ya?

ajak anak menanam pohon

Untuk itulah sebagai orangtua, rasanya kita perlu menanamkan kebiasaan pada anak untuk lebih mencintai Bumi. Selain lewat menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, salah satu aksi yang bisa kita lakukan adalah dengan mengajak anak menanam tanaman.

Saya pernah membaca sebuah berita yang ditulis di Metro UK, bahwa setiap tahunnya bumi kehilangan 15 miliar pohon. Kebayang seperti apa kondisinya? Penebangan liar ini tentu saja membawa pengaruh yang sangat besar bagi lingkungan. Oleh karena itu,saya pun sangat sadar kalau mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan perlu ditanamkan sejak dini.  Toh, aktivitas menanam atau berkebun juga memberikan dampak positif pada anak. salah satunya adalah melatih kesabaran dan belajar mengetahui arti sebuah proses.

Jadi, nggak ada salahnya, sih, kalau kita sama-sama mengajak melakukan aksi menanam pohon di rumah. Mulai dari mengajak anak menentukan jenis pohon yang akan ditanam, dan melibatkannya untuk menanam pohon tersebut. Kalau lahan terbatas, menanam sayuran juga bisa dijadikan alternatif.

Melihat kondisi ini, Delia von Rueti, perempuan yang selama ini dikenal sebagai perancang perhiasan akhirnya menggagas kampanye Love & O2. Sebuah kampanye yang bisa melibatkan kita semua untuk berpartisipasi dalam mewujudkan taman hutan hujan tropis pertama di Indonesia, tepatnya di kawasan Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Saya sendiri sempat ikut ke acara peluncuran kampanye ini, dan ketika itu saya cukup takjub karena masih ada orang yang punya kepedulian tinggi sebagai langkah nyata untuk menyelamatkan bumi.

Bayangkan saja, perempuan asal Pematang Siantar ini rela untuk mendonasikan lahan miliknya seluas 2.500 hektar untuk konservasi. Nah, giliran kita ikut turun tangan. Cukup dengan  membeli satu T-shirt seharga Rp 100 ribu, kita, sudah bisa berpartisipasi mewujudkan Taman Hutan Hujan Tropis

Ibu tiga anak ini juga menandaskan, “Jenis pohon tersebut adalah jenis yang bisa tumbuh dengan cepat di kawasan Kalimantan Tengah. Selain itu, ada juga tanaman keras dan buah, seperti manggis, nangka, flamboyan, ketapang, dan kemuning; sehingga hewan liar juga akan kembali menemukan habitatnya dan ekosistem akan kembali pulih”.

Berita baik lainnya, selain ingin mewujudkan mimpinya agar Indonesia punya hutan tropis, ia pun menegaskan bahwa dirinya memberdayakan masyarakat sekitar  untuk menjaga kelangsungan  lahan konservasi. Oh, ya, perlu diketahui lahan yang tersedia ada 620 KK yang tersebar di 11 desa.  “Dengan adanya Taman Hutan Hujan Tropis ini, terbuka kesempatan bekerja dan membantu mengurangi kesulitan ekonomi akibat macetnya operasional pabrik maupun pertambangan batubara,” papar desainer yang karyanya sudah digunakan artis dunia seperti Michelle Yeoh, dan Sharon Stone ini.

Penasaran dengan kampanye Love & O2? Coba langsung cek Instagram @loveando2 dan website-nya www.loveando2.love , yah !


Post Comment