5 Hal yang Tidak Pernah Saya Bayangkan Akan Saya Lakukan Ketika Menjadi Orangtua

Ada 5 hal yang baru pertama kali saya lakukan begitu menjadi orangtua. Kalau nggak menjadi orangtua? Percayalah, nggak akan saya melakukan 5 hal ini!

Selalu ada yang pertama kali untuk segala hal…. Ini kalimat memang benar banget. Terbukti ketika saya menjadi orangtua. Perjalanan menjadi orangtua membuat saya kemudian bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak akan pernah saya lakukan, hahaha.

Menjadi orangtua

1. Bolak-balik memerhatikan kondisi bokong
Maraknya berita pelecehan seksual terhadap anak membuat saya sempat super parno sebagai seorang ibu. Alhasil saya jadi rutin ngobrol sama kedua anak saya, mengecek kondisi tubuh mereka sampai memerhatikan kondisi bokong atau anus mereka. Karena melakukan hal ini bisa menjadi cara saya juga untuk mengenali bentuk kekerasan pada anak. Sebelum menjadi ibu, mana kepikiran saya bakalan memeriksa lubang anus seorang anak kecil.

2. Menikmati aroma asam keringat di leher anak
Sebelum punya anak, hidung saya paling anti sama bau matahari yang suka nempel di tubuh anak-anak atau bau rambut apek anak kecil :D. Apalagi ngebayangin nyiumin aroma asam yang melekat di leher bagian belakang anak saat mereka baru bangun tidur. Sekarang? Itu menjadi salah satu hobi saya setiap anak-anak lagi tidur atau baru bangun tidur, hahaha.

3. Peduli sama bentuk feses orang lain
Zaman dulu masih perawan (Ciyeeeeeh), urusan bentuk atau warna feses itu sebatas melihat punya sendiri untuk tahu apakah ada yang aneh, karena ini kan bisa menjadi gejala dari sebuah penyakit. Membayangkan saya memerhatikan feses orang lain? No waaaaaaay!!! Lah, begitu punya anak, saya peduli banget ketika mereka BAB, memerhatikan warna atau mencari tahu apakah keras atau diare, apalagi kalau mereka lagi sakit. Apa itu geli? Apa itu jijik???

4. Menggosok daki di tubuh anak itu adalah sebuah prestasi
Begitu anak-anak saya sudah aktif dan banyak bermain di luar ruang, otomatis kotoran makin banyak yang menempel di tubuh mereka. Nah, karena saya bekerja, ketika weekend datang, ada satu kali waktu mandi (sebelum mereka berusia 7 tahun) yang saya gunakan untuk memandikan mereka dan membersihkan tubuh mereka secara tuntas..tas…tas. Kalau sudah menggosok tubuh mereka dan daki pada keluar, rasanya puas banget sebagai seorang ibu, hehehe.

5. Nggak ada lagi save the best for last
Tahu dong kalau kita lagi makan sesuatu yang kita sukaaaaaaa banget, terus kita simpan-simpan tuh bagian the best-nya untuk suapan terakhir. Kalau dulu, ada yang berani ngambil bagian ‘the best’-nya itu, waaaah bisa perang dunia. Tapi sekarang, biar kata saya sudah membayangkan makanan itu masuk mulut saya, tapi kemudian anak-anak meminta, saya rela ngasih mereka. Menjadi ibu itu memang mengeluarkan sisi baik kita ya, hehehe.

Tapi ada satu hal yang hingga detik ini masih belum bisa saya lakukan…. Berbagi sendok atau sedotan walaupun itu ke anak-anak saya. Kalau untuk yang satu ini saya masih merasa jijik. Menurut Mommies, itu wajar nggak sih?


Post Comment