5 Jenis Mainan untuk Memaksimalkan Perkembangan Motorik Anak

Ditulis oleh: Dewi Warsito

Melatih anak agar kemampuan motoriknya berkembang dengan baik bisa dilakukan sambil bermain! Ini 5 jenis mainan untuk memaksimalkan perkembangan motorik anak.

Sejak saya menyadari masalah Sensory Processing Disorder yang dialami oleh anak kedua saya, Rimba, perkembangan motorik menjadi fokus saya dalam mengatasi gangguan tersebut. Namun, untuk anak yang tak memiliki gangguan sama sekali, juga perlu distimulasi demi mengoptimalkan perkembangan motoriknya.

Perkembangan motorik sendiri adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Intinya, perkembangan motorik ini seharusnya berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot. Dengan kata lain, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.

Perkembangan motorik dibagi menjadi dua, yaitu motorik kasar dan halus. Kemampuan motorik kasar melingkupi berbagai gerakan besar yang dilakukan oleh anak menggunakan tangan, kaki, atau seluruh tubuhnya. Misalnya saja, merangkak, berlari, dan melompat. Sementara kemampuan motorik halus mencakup berbagai gerakan kecil yang dilakukan anak menggunakan bagian-bagian tubuh yang lebih kecil, misalnya menjumput koin dari lantai, atau memegang benda super kecil seperti kancing.

mengembangkan motorik anak

*Image dari www.playgroupwa.com.au

Memaksimalkan perkembangan motorik anak ini, bisa dilakukan dengan bermain, lho. Kalau memang ingin menggunakan media mainan, harus jeli juga dalam memilihnya.

1. Bola
Bola baik untuk melatih koordinasi saraf-saraf anggota gerak, termasuk untuk gerak tangan, dan kaki. Bola plastik yang ringan lebih tepat diberikan untuk bayi. Jika sudah memasuki usia balita, mereka bisa diajak bermain bola basket atau sepak bola, sambil kita menjelaskan instruksinya. Misalnya saja, kalau bola basket harus dimasukkan ke dalam keranjang. Sementara bola sepak ditendang hingga masuk gawang. Untuk usia: 12 bulan – 4 tahun

2. Puzzle
Puzzle baik untuk melatih motorik halus anak sekaligus melatih kecerdasan kognitif, serta koordinasi saraf mata dan tangan. Permainan ini bahkan menjadi bagian dari terapi sensori integrasi yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang. Untuk usia 2-3 tahun, pilih puzzle dengan potongan-potongan yang besar dan sedikit. Untuk usia: 2 – 4 tahun

3. Plastisin
Mencubit, meremas, menggulung, menggenggam, hingga menekan-nekan plastisin ternyata sangat berguna bagi motorik halus anak, lho. Saat memainkan plastisin, jari-jari anak akan lentur dan terlatih, hingga kelak saat ia mulai menggunakan alat tulis, ia mampu menggunakannya dengan baik dan benar. Ada banyak merek plastisin di luar sana, atau Mommies bisa bikin sendiri plastisinnya. Untuk usia: 2-4 tahun

4. Sepeda Roda Tiga
Teringat banget dengan saran Vera Itabiliana, psikolog anak saya, bahwa salah satu cara melatih saraf motorik kasar anggota gerak, adalah dengan mengajaknya naik sepeda. Sepeda membantunya untuk melatih keseimbangan. Sepeda juga bisa bantu kecerdasan parsial anak. Bayangkan, untuk anak dengan gangguan tumbuh kembang saja, sepeda sangat membantu menstimulasi motorik kasar, apa lagi jika diberikan untuk anak tanpa gangguan tumbuh kembang. Agar lebih terstimulasi, buatkan jalur bersepeda yang diberi halangan, misalnya saja kursi kecil, hingga si kecil memaksa dirinya melakukan gerakan manuver. Untuk usia: 18 bulan – 4 tahun

5. Toy Stacking
Itu, lho, mainan yang bisa disusun dari ukuran besar, ke kecil. Mainan ini jelas membantu motorik halus anak karena dengan begitu, ia belajar menyusun dan melepas barang yang dipegangnya. Ia juga akan mengeksplor benda yang digenggamnya tersebut. Selain itu, toy stacking bisa membantu anak melatih persepsi visual spasialnya. Untuk usia: 12 bulan – 2 tahun.

Di atas usia itu, anak membutuhkan mainan yang lebih menantang. Kalau Mommies sendiri, pilihan aktivitas apa yang dipilih? Kasih tahu saya, ya.

Dewi Warsito. Mantan ibu bekerja kantoran yang sedang mencoba peruntungannya di dunia freelancer demi lebih dekat dengan anak-anak, dan lebih menikmati hidup. Kunjungi dia di www.therusamsis.wordpress.com


Post Comment