The Power of Music

Bagi saya pribadi, musik memiliki arti lebih dari sekadar susunan nada dan lirik. Apa saja ya the power of music?

Hari ini Hari Musik Nasional. Berhubung saya bukan penyanyi kondang ataupun musisi ternama, jadi saya nggak mau membahas musik dengan angle yang berat (cukup timbangan badan aja yang berat :D). Saya hanya mau berbagi mengenai apa manfaat musik bagi diri saya:

The power of music

1. Cara untuk mengekspresikan apa yang saya rasakan
Kalau orang bertanya ke saya, apa jenis musik favorit saya? Jawabannya tidak ada. Karena saya pecinta segala jenis musik. Mulai dari yang katanya keren sampai yang dianggap norak hanya karena lagu itu menjadi soundtrack sebuah sinetron remaja yang jalan ceritanya memang cukup norak… ahahaha. Saya memilih musik based on perasaan saya. Saat sedih saya pasti akan memutar segala lagu mellow baik lirik maupun nadanya. Saat sedang gembira, maka lagu dengan irama yang nge-beat dan lirik yang seru akan menjadi pilihan saya. Entah kenapa, terutama di saat sedih, mendengarkan musik bisa membuat perasaan saya lebih lega dan kadang saya jadi lebih mudah mengeluarkan rasa sedih atau marah tersebut.

2. Teman untuk sehat
Saat berolahraga seperti treadmill, lari atau mengendarai sepeda, maka musik menjadi teman saya. Musik membuat saya lebih semangat untuk berolahraga, lebih nggak bosan dan otomatis dengan waktu berolahraga yang lebih panjang, semakin banyak keringat yang dihasilkan :D.

3. Topik obrolan bersama anak
Di ponsel saya, list lagu milik saya bercampur dengan lagu-lagu pilihan anak-anak saya. Walaupun terkadang ada satu atau dua lagu pilihan mereka yang sukses membuat saya mengernyitkan kening, tapi ini bisa menjadi cara saya untuk membuka obrolan bersama mereka. Kenapa mereka suka lagu itu? Kalimat mana di dalam lagu yang paling mereka suka? Kenapa mama keberatan kalau mereka menyanyikan lagu ini! Dan masih banyak lagi. Berkat musik, momen saya ngobrol dengan anak-anak bisa jadi panjang dan lebar.

4. Alat untuk membuat anak mencintai seni
Berawal dari menyukai sebuah lagu kemudian anak-anak jadi berminat belajar piano, drum hingga angklung. Tinggal mamanya yang mesti hunting tempat les musik untuk anak di Bekasi. Kalau tempat les musik anak di Jakarta sudah pernah dibuat oleh Adis :).

5. Bisa menjadi cara untuk menyampaikan pesan
Lagu yang bagus biasanya memiliki lirik yang powerful untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Itu yang saya rasakan ketika mendengar lagu “Till It Happens to You”-nya Lady Gaga. Ditambah penampilannya di Oscar 2016, Lady Gaga benar-benar menyampaikan dukungannya kepada para korban pelecehan seksual.

6. Musik untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak
Waktu anak-anak masih bayi, saya senang memutar lagu anak-anak untuk menemani saya menyusui mereka. Saya juga membelikan mereka buku-buku yang mengeluarkan suara. Karena dari musik kemampuan berpikir anak bisa diasah, anak juga belajar bahasa, melatih motorik mereka, emosi hingga kreativitas.

7. Teman di kala hamil
Saat hamil saya juga kerap mencari cd musik klasik untuk saya dengarkan ke janin. Karena ternyata anak bisa lho berkenalan dengan musik sejak di dalam rahim. Dikatakan saat janin berusia 3 minggu telinga janin sudah mulai terbentuk dan akan sempurna di usia 24 minggu. Bahkan seorang member Mommies Daily pernah berbagi cerita bagaimana dia mengikuti terapi musik ketika hamil di RS Harapan Kita. Seru kan!

Jadi, lagu apa yang paling ngena banget di hati Mommies? Selamat Hari Musik Nasional ya :).


Post Comment