6 Tips Menyampaikan Ide di Saat Meeting Bagi Introvert

Ditulis oleh: Waristi Amila

Sebagai pribadi yang introvert dan cenderung ‘berbicara’ lewat tulisan, membuat saya suka deg-degan ketika harus menyampaikan ide di depan banyak orang. Apakah Mommies juga seperti itu?

Dari kecil, saya lebih memilih diam dan ‘bicara lewat tulisan’, saya gugup saat harus bicara di kelas, saya menghindari perdebatan. Dalam review di akhir tahun kemarin, boss saya menulis kalau saya “silent achiever”, saya lebih banyak diam dan memilih menunjukkan kinerja lewat hasil kerja saya. Hal yang paling membuat saya tidak nyaman di kantor? Meetings! Dan tiap minggu saya punya setidaknya tiga meeting – mulai dengan tim marketing, antar department, dan yang paling parah satu meeting dengan Board of Management termasuk President Director.

Meeting adalah hal yang sangat biasa di tempat kerja, and let’s admit this, most meetings are not run well. Ada (banyak sekali) pertanyaan, diskusi, bahkan perdebatan – dan kondisi ini lebih menguntungkan bagi mereka yang extrovert karena mereka bisa langsung masuk dalam diskusi dan perdebatan serta menyampaikan pendapat, sehingga akhirnya extrovert akan lebih mendominasi apalagi dalam meeting yang bertujuan mengumpulkan ide-ide kreatif.

Karena saya tahu kalau saya tidak mungkin menghindar dari setiap meeting, saya coba lakukan beberapa hal ini untuk membuat saya lebih nyaman dan at least membuat saya lebih ‘terlihat’.

introvert saat meeting

*Image dari bp.blogspot.com

1. Be prepared
Saya paling sebal kalau diajak meeting mendadak tanpa diberitahu materi utama dari meeting tersebut apa. Karena kondisi ini membuat saya jadi nggak bisa menyiapkan catatan atau ide-ide untuk dibicarakan atau bahkan pertanyaan yang ingin saya ajukan. Jadi, kalau saya tahu materi yang akan dibahas maka saya memastikan untuk menyiapkan semuanya dengan baik. Kalau perlu, saya menyusun kalimat yang akan saya sampaikan dan berlatih di depan cermin (yes... kadar khawatir saya setinggi itu). Ini akan membuat saya merasa lebih tenang.

2. Come early or be on time
Saya senang datang ke meeting lebih awal dari jam yang dijadwalkan. Ini membuat saya memiliki waktu untuk menenangkan diri dan merasa nyaman.

3. Remain calm
Saya mencoba untuk tidak mudah panik saat suasana meeting mulai sedikit tegang (yang untungnya jarang sekali saya alami). Saya selalu merapal mantra kalau ini hanyalah meeting yang tidak akan menyakiti saya, hehehe. Jadi saya mencari cara untuk mengurangi kadar kepanikan saya, misalnya saya suka meeting sambil ngopi, karena saya jadi lebih santai.

4. Jangan minder
Perrnah nggak Mommies merasa kalau orang lain yang hadir saat meeting itu terlihat lebih pintar dari kita? Entah mengapa saya kadang suka merasa seperti itu. Jadi saya selalu membesarkan hati dengan berpikir sebaliknya “Saya mengerti tentang ini dan saya tahu bagaimana melakukannya.”

5. Don’t think too much (nor too long)
Kecenderungan para introvert seperti saya adalah berpikir, menganalisa, dan menyatukan berbagai macam komponen dalam pikiran sebelum bicara, bahkan kadang kita memikirkan banyak hal dalam otak lalu mempertanyakan kembali semua hal itu. Hingga akhirnya kita lebih banyak diam dan terlambat saat tiba waktunya menyampaikan ide.

Saya lebih suka menjadi orang yang pertama melakukan presentasi atau bicara di meeting, karena itu membuat saya tidak perlu menahan pikiran lebih lama. Saya memilih untuk membaca catatan singkat yang saya buat kemudian saya sampaikan dengan kata-kata yang singkat dan sederhana.

6. Take and regain control
Ketika rekan kerja melakukan presentasi atau atasan menyampaikan sebuah topik, saya pasti akan membuat catatan-catatan kecil tentang apa yang ingin saya tanyakan. Sebaliknya kalau ada orang yang bertanya mengenai materi presentasi saya, saya akan memuji pertanyaannya sambil mikir jawaban yang perlu saya berikan, hahaha.

Si extrovert dan introvert sama-sama aset yang berharga untuk perusahaan. Tapi kemampuan menyampaikan ide dan pendapat dalam pekerjaan (termasuk saat meeting) adalah hal yang penting, jadi walaupun sulit di awalnya, jangan berhenti berlatih karena ini salah satu cara agar rekan kerja dan atasan bisa melihat kontribusi dan kemampuan kita.

So take a deep breath, prepare your notes, smile, and enjoy your meetings!


2 Comments - Write a Comment

Post Comment