Apa Dampak Tas Ransel yang Terlalu Berat Bagi Anak?

Sebuah studi yang dilakukan University of California, San Diego tahun 2010 menyimpulkan, beban tas punggung menyebabkan gangguan kesehatan pada anak. Sudahkah kita memerhatikan berat tas ransel sekolah anak?

Melihat anak sekolah yang membawa tas ransel dengan beban yang berat rasanya sudah jadi pemandangan sehari-hari, ya. Paling nggak, pamandangan ini sering saya lihat pada salah satu keponakan saya yang masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Hampir setiap hari keponakan saya ini selalu membawa banyak buku pelajaran, buku tulis, termasuk membawa bekal. Sudah bisa dipastikan kalau tasnya sangat berat.

dampak tas ransel anak terlalu berat1

 

Jangankan anak-anak, lah wong saya saja yang sudah dewasa seperti ini sering merasa sakit kalau bawa tas dengan beban yang berat. Pundak jadi nyeri bin pegal. Seperti yang kita ketahui, tas punggung anak yang terlalu berat menyebabkan gangguang kesehatan. Bahkan studi yang dilakukan University of California, San Diego tahun 2010 menyimpulkan kalau beban tas punggung menyebabkan gangguan kesehatan pada anak seperti nyeri punggung.

Makanya, salah satu kriteria saya dalam memilih sokolah impian anak adalah anak nggak perlu dibebankan dengan membawa buku pelajaran yang ‘segunung’. Sepengetahuan saya, saat ini memang sudah ada beberapa sekolah yang menarapkan hal ini. Salah satu teman cerita, kalau anaknya sudah nggak perlu membawa banyak buku pelajaran ke sekolah karena buku pelajaran banyak yang disimpan di sekolah. Bukannya malas atau apa, tapi concern saya memang ke faktor kesehatan seperti ini. Ketika kemarin saya survei beberapa Sekolah Dasar di Tangerang Selatan, saya pun mempertanyakan hal ini.

Anak yang masih duduk di bangku TK dan SD tentu saja masih dalam masa pertumbuhan. Termasuk pertumbuhan tulang. jadi, kalau setiap hari anak harus membawa tas yang berat tentu bisa mengganggu pertumbuhan tulangnya. Bukan tidak mungkin pertumbuhan tulang anak jadi tidak maksimal atau bangkan mengalami gangguan seperti jadi bungkuk. Nah, nggak mau dong hal ini terjadi pada anak-anak kita?

Menurut Dr. Michael O’Brien, sports medicine physician di Children’s Hospital Boston, sebaiknya total berat tas dan isinya tidak lebih dari 20% berat badan anak.Selain menyebabkan nyeri punggung, membawa tas dengan beban yang sangat berat bisa menimbulkan risiko terjadinya Skoliosis. Skoliosis adalah kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak normal. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas. Oleh karena itulah jika anak mulai mengeluhkan rasa sakit atau nyeri pada punggung ada baiknya diwaspadai dan evaluasi. Karena pada prinsipnya, anak-anak memang seharusnya belum merasakan sakit punggung.

Kalau pun pada akhirnya ada saat di mana anak-anak kita harus membawa tas dengan isi yang cukup berat, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Misalnya, mulai dengan mengingatkan anak untuk menggunakan kedua tali punggung  tasnya, jangan hanya satu saja. Posisi tas juga sebaiknya tidak terlalu ke bawah dan harus menempel pada punggung. Ketika memilihkan tas punggung anak, pilihkan tas yang memiliki strip punggung yang empuk dan punya ‘bantalan’ di bagian punggungnya. Oh, ya, nggak ada salahnya lho untuk membelikan anak tas beroda sehingga lebih mudah untuk di ditarik.


Post Comment