Ukuran Normal Air Ketuban

New Parents

Mommies Daily・19 Jan 2016

detail-thumb

Ditulis oleh: Monik Wulandari

Sudah tahu belum kalau ada ukuran normal air ketuban yang penting untuk diperhatikan?

Saya baru saja melakukan USG 4 Dimensi beberapa minggu lalu. Senang sekali melihat perkembangan si bayi berusia 23 minggu cukup aktif dan secara fisik terlihat sempurna. Amini doa saya, dong :D. Eniwei, saat dokter ultrasound memeriksa bayi saya, di saat terakhir, ia juga mengukur air ketuban saya. Lho, saya baru tahu, bahwa air ketuban bisa berubah-ubah ukurannya.

ukuran normal air ketuban

*Image dari booibu.com

Ya. Air ketuban memang memiliki berbagai fungsi yang menakjubkan. Mulai dari melindungi bayi dari berbagai bentuk trauma luar seperti benturan, tekanan, hingga infeksi, menghangatkan janin dan membantu sistem pernapasan, air ketuban juga bermanfaat sebagai cadangan cairan dan sumber nutrisi sementara. Itu sebabnya, volume air ketuban dapat berubah-ubah, tergantung dari asupan ibu dan sang bayi.

Air ketuban atau cairan amnion, merupakan cairan yang diproduksi tubuh ketika hamil dan kemudian bertambah dengan produksi cairan janin, yaitu air seni dari janin. Kandungannya terdiri dari 98% air dan sisanya elektrolit, glukosa, lemak, hormon, enzim, pigmen, verniks, derifat protein dan lemak protein. Volume air ketuban ini akan terus bertambah hingga kehamilan memasuki usia 33 minggu, lalu berangsur berkurang hingga 40 minggu, sebagai tanda kesiapan melahirkan.

Kekurangan air ketuban dapat menyebabkan warnanya berubah menjadi keruh. Tentunya ini memengaruhi pertumbuhan bayi, terutama pada perkembangan paru-parunya. Kondisi ini juga menyebabkan bayi lahir sungsang karena menyempitnya ruang gerak untuk mencapai posisi seharusnya. Bahkan pada awal kehamilan, kekurangan air ketuban dapat menyebabkan kematian dalam kandungan.

Sedangkan kelebihan air ketuban dapat mengindikasikan adanya infeksi, gangguan sistem pencernaan, kelainan ginjal dan saluran kencing pada bayi, atau bumil menderita diabetes. Ini juga menyebabkan kandungan yang cepat membesar, pertambahan berat badan berlebih, bengkak di sekujur tubuh dan gangguan pernapasan berat pada bumil.

Dipantau dari AFI (Amniotic Fluid Index), ukuran air ketuban yang dikatakan normal pada trimester ketiga adalah berukuran 10 hingga 20 sentimeter pada keempat kuadran air ketuban yang dapat dilihat ketika USG. Lima sampai sepuluh sentimeter dikatakan cukup, masih acceptable. Tetapi kurang dari lima sentimeter dianggap kurang,” Kata dokter saya, dr. Ivan Sini, SpOG, ketika saya menanyakan hal ini.

Jadi, either way, kita harus tetap memerhatikan dan rutin memeriksakannya ke dokter, ya, moms. Makan makanan sehat, minum air putih yang cukup (banyak), olahraga ringan teratur dan berpikiran positif menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan yang terhindar dari masalah. Semoga kehamilan Anda selalu lancar!