Kenali Bentuk Kekerasan pada Anak

Tahukah Mommies, jika bentuk kekerasan terhadap anak beragam macamnya? Bahkan yang kita anggap sepele secara tak sadar juga bagian dari bentuk kekerasan pada anak.

MERENUNG

Tidak ada satupun orangtua yang ingin anaknya menjadi korban kekerasan (dalam bentuk apapun itu), namun apakah kita sendiri sudah tahu apa saja sih sebetulnya bentuk kekerasan terhadap anak? Jangan-jangan kita sendiri secara tidak sadar pernah melakukannya. Yang sudah nyata dan belakangan ini marak terungkap adalah kekerasan seksual, dan sebagai orangtua memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan seks untuk anak, dan memang sudah sepantasnya edukasi seks menjadi tanggung jawab orangtua. Selain kekerasan seksual, masih ada bentuk kekerasan lainnya yang kerap terjadi pada anak yang saya kutip dari situs www.pelindunganak.org yang baru-baru ini diluncurkan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang seluk beluk kekerasan pada anak, dan berperan aktif memeranginya. Ini dia beberapa di antaranya:

  • Kekerasan fisik: memukul, menendang, mengguncang, menggigit, mencekik, menjemur, membakar, meracuni, dan menyengsarakan. Atau segala bentuk hukuman yang menggunakan kekuatan fisik dan bertujuan untuk menimbulkan rasa sakit atau tidka nyaman dengan tangan atau benda asing.
  • Kekerasan seksual: segala bentuk tindakan seksual, usaha untuk melakukan tindakan seksual, komentar seksual yang tidak diinginkan yang ditujukan terhadap seksualitas seseorang dengan menggunakan pemaksaan, oleh siapapun terlepas dari hubungannya dengan korban, dalam latar belakang apapun.
  • Kekerasan Emosional: tindakan yang dapat menyebabkan kerugian pada aspek fisik dan kesehatan anak, mentalm spiritual, moral atau perkembangan sosial. Contoh sederhananya: meremehkan, mengejek dan menyakiti perasaan anak.
  • Penelantaran atau perlakuan lalai: kaitannnya dengan kegagalan dalam menyediakan kebutuhan dasar seorang anak untuk kebaikan perkembangannya. Yaitu, kesehatan, pendidikan, perkembangan emosional, nutrisi, tempat tinggal, perlindungan sosial dan lainnya.
  • Penindasan (bullying): bentuk kekerasan ini dimaksudkan untuk membuat tidak nyaman korban yang dituju. Yang bertujuan menunjukkan kekuatan atau kekuasaan pelakunya.

Bahkan Psikolog anak dan keluarga Vera Itabiliana mengingatkan, tindakan yang sering kali dianggap biasa, seperti pengucapan “Ah gitu saja, masa sih kamu nggak bisa!” oleh pendidik atau orangtua juga bagian dari bentuk kekerasan terhadap anak. Dan berdampak berbahaya dan jangka panjang.

Menurut Vera, kekerasan semacam itu dapat berefek terhadap konsep diri si anak, pada self esteem si anak, bagaimana si anak ini mendapatkan situasi di mana dia sangat direndahkan dan disakiti oleh orang-orang yang mungkin saja sebenarnya seharusnya melindungi dia. Dan itu juga berdampak kepada rasa percaya diri anak kepada lingkungan.

Mulai sekarang, mari mulai lebih jeli dalam memberikan pengasuhan terhadap buah hati tercinta – agar mereka terbebas dari segala bentuk kekerasan di manapun mereka berada. Terutama saat berada di rumah sendiri.