Gejala dan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

Familiar dengan penyakit dari judul di atas, Mommies? Kenali lebih lanjut, yuk. Agar si kecil terhindari dari ISK.

PESAT 16 Jakarta: Gejala dan Cara Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

Gambar dari sini

Infeksi Saluran Kemih atau ISK adalah infeksi bakteri yang mengenai bagian dari saluran kemih. Ada dua jenis ISK, yaitu ISK atas (pyelenofritis) – ketika menganai saluran kemih atas. Dan ISK bawah (cystitis), ketika mengenaik saluran kemih bawah.

Jika kita telaah dari antomi kelamin perempuan dan laki-laki – perempuanlah yang mempunyai risiko lebih besar terkena ISK, karena uretra perempuan lebih pendek, dan artinya jarak ke anusnya lebih pendek “Uretra laki-laki lebih panjang, dan jarak ke anus lebih jauh. Sementara untuk perempuan lebih pendek. Artinya, perempuan lebih rentan terhadapa infeksi saluran kemih.” Ujar dr. Endah Citraresmi nara sumber dalam Pesat16 atau Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orangtua, yang berlangsung akhir November lalu di Jakarta.

Pada usia kurang dari tiga bulan, dr. Endah mengingatkan tanda yang paling sering muncul adalah demam, muntah dan rewel. Sedangkan yang jarang muncul adalah nyeri perut, kuning, buang air kecil merah, dan urin bearoma pesing menyengat. Namun jangan lantas menjadi panik ketika si kecil muntah, karena  muntah merupakan gejala yang sangat umum dan tidak spesifik.

Sementara pada pada bayi dan anak lebih dari tiga bulan, dibagi menjadi dua kategori:

  • Preverbal: biasanya tanda yang paling sering muncul adalah demam. Tanda lainnya yang mungkin menyertai adalah, neyeri perut bawah, muntah intensitas makan berkurang, rewel, buang air kecil merah, urin bau menyengat dan gagal tumbuh.
  • Verbal: buang air kecil nyeri dan sering buang air kecil (BAK) adalah tanda dan gejala yang sering ditemui. Selanjutnya kerap juga ditemui sulit BAK, nyeri perut bawah. Dan berikutnya lesu muntah, BAK merah, urin bau dan keruh.

Cara terbaik menghadapi penyakit pastilah dengan cara mencegahnya ya, Mommies.

  • Jaga kebersihan
  • Kegiatan membasuh alat kelamin si kecil, yaitu dengan gerakan satu arah. Artinya bilsa sudah kena anus, tidal boleh kembali arah uretra. Dan gunaka kapas berbeda untuk masing-masing bagian – depan dan belakang.
  • Pakai air bersih, dan kapas untuk membasuh alat kelamin dan airnya harus bersih.
  • Tidak usah diberikan bedak.
  • Setiap BAB harus diganti, jangan biarkan feses terlalu lama di celana atau pospak.
  • Jangan mandi berendam.

Setelah membahas ISK, dr. Endah juga menjelaskan mengenai Tuberkulosis pada anak-anak, nanti akan saya bahas di artikel berbeda ya, Mommies.

 


Post Comment