Motherhood Monday: Renny Sutiyoso – Mompreneur yang Berjiwa Sosial

Terlahir dari keluarga berkecukupan tak membuat Renny Sutiyoso lantas duduk santai menanti datangnya uang. Ia memilih memulai bisnis jus sehat yang diberi nama Organic  Monster. Sempat mendapatkan respon yang tidak menyenangkan – malah membuat dirinya semakin semangat untuk membuktikan hasil kerja kerasnya.

IMG_5857

Bangun dari jam 4 dini hari, tapi tetap semangat pumping, sholat subuh dan dilanjutkan dengan membuat jus pesanan para pelanggannya – adalah segelintir kisah Renny merintis usaha jus sehat selama 1,5  tahun ini. Berawal hanya seorang diri, kini ia sudah memiliki 7 orang karyawan dengan omzet puluhan juta perbulannya. Meski sibuk, Renny tak pernah absen olahraga dan menenggak minuman sehat ala dia. Ia pun sempat menjadi ibu donor ASI untuk 9 bayi, dan kini ia berkomitmen untuk terus membantu mereka yang membutuhan, “Tidak ada alasan untuk tidak sharing, apapun itu – tidak bisa uang, Anda bisa mendonasikan darah atau ASI. Intinya semua orang bisa membantu dengan apa yang mereka miliki, tidak harus berupa materi,” tuturnya dengan bersemangat.

Ingin tahu lebih lengkap obrolan saya dengan Renny? Silakan ikut kutipan wawancaranya berikut ini:

Ceritain dong Mbak awal bisnis Organic Monster ini?

Saya memulai usaha ini sejak 1 setengah tahun lalu. Cerita di balik terciptanya usaha ini, karena suami saya tidak suka sayur dari kecil, melihat bentuknya saja dia sudah enggan, apalagi mengonsumsinya. Sementara saya suka banget makan sayur dan buah-buahan, kami sangat bertolak belakang, jadinya saya gemas. Kok, suami saya nggak suka makan sayuran. Dan saya nggak mau anak saya mewarisi kebiasaan bapaknya ini. Karena itu, saya mulai berkreasi sendiri – misalnya sayuran yang saya olah menjadi tempura, tapi tetap saja suami saya tidak suka. Sampai akhirnya, ada ide membuat smoothies, dan saya kasih ke suami, ternyata dia nggak ada komentar apa-apa – alias melahap habis smoothies tersebut.

Lama kelamaan, saya menuntut diri sendiri supaya lebih kreatif, karena kalau dari segi warna hanya warna hijau saja juga bisa bosan suami saya. Misalnya diakali dengan menggunakan bayam merah, sehingga warna smoothies merah keunguan. Hasil dari beberapa kali membuat juice atau smoothies ini saya unggah di social media, dan lama kelamaan teman-teman saya yang tidak suka sayur jadi minta dibikinin jus ini. Pesananpun semakin banyak, hingga akhirnya saya memutuskan untuk membuatnya menjadi serius, karena melihat peluang yang besar. Selain itu juga karena ibu saya, yang juga menginginkan anak perempuannya bisa berkarya di rumah menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi.

Sampai urusan desain produknya saya juga yang turun tangan, saya cari desain yang lucu. Karena saya ingin, anak-anak kecil juga tergerak untuk mengonsumsi sayur dan buah lewat produk Organic Monster ini.

Saya mulai membuat di rumah, awal usaha ini saya kerjakan seorang diri. Bangun dari jam 4 pagi, untuk membuat pesanan, dan dikirim dengan supir pribadi. Sampai sekarang saya sudah mempunyai kurir sendiri. Nah, karena saya tidak mungkin menjalankan ini sendirian, saya ajak adik ipar saya yang sudah lebih dulu memiliki pengalaman di bisnis serupa untuk mengurus manajemennya.

Apa saja tantangan yang Mbak temui dalam menjalankan bisnis semacam ini?

Sekarang kan memang  UKM (Usaha Kecil Menengah) itu mendapatkan penerimaan yang bagus dari masyarakat, selain itu potensi keuntungannya juga menggiurkan. Kalau saya menyebutnya “Usaha Kreatif Mommy”, kalau sekarang kan “Usaha Kecil Milyaran”,hahaha. Dan saya senang, orang-orang dan ibu rumah tangga bisa menjalankan bisnis semacam ini.

Jadi tantangan… karena memang makin banyak bermunculan, jadi saya harus mempertahankan kualitas, dan tetap berkreasi supaya jangan kalah dengan produk sejenis.

Langkah nyata menjaga kesegaran produk ini?

Saya hanya menggunakan bahan-bahan berkualitas baik. Dan saya tidak mau menurunkan standar itu, sampai saya pernah dibilang nekat karena usaha jus ini, tapi saya tidak peduli. Karena saya percaya, kalau produk kita berkualitas dan enak, orang akan mencari lagi. Ini juga yang menjadikan harga jus saya terbilang mahal dibandingkan produk sejenis.

Bahan-bahannya dapat dari mana Mbak?

Kalau sayur saya dapat dari lahan perkebunan organik Papa saya. Kalau buah saya dapar dari sumber yang lain.

Bagaimana sistem pemasarannya Mbak?

Sistem pemasarannya online, yaitu instagram dan website. Karena menurut saya dua kanal itu sangat efisien – artinya tidak perlu modal yang terlalu besar.

Mau tahu berapa modal awal yang Renny keluarkan? Silakan cek di halama ke dua ya, Mommies :)


Post Comment