Family Friday: Moza Pramita, “Punya Anak Puber, Harus Punya Mata Mata”

Menjadi orangtua mau tidak mau menuntut kita untuk terus belajar. Ketika anak baru lahir, kita harus belajar memperjuangan ASI, saat anak beranjak besar, ilmu parenting pun harus semakin diasah. Terlebih ketika anak masuk masa puber – masa yang cukup rumit.

Tidak hanya buat anak-anak, pun orangtuanya karena harus ekstra hati-hati dalam mendampingi masa perubahan hidup anak-anaknya. Gimana nggak waspada, habisnya bisa dibilang sebagai orangtua kita ini serba salah. Terlalu membebaskan anak dan memberikan banyak fasilitas, takutnya bisa kebablasan. Menghadapi anak masuk dalam tahapan puber memang nggak gampang banyak hal yang harus kita perhatikan.

Tapi tahukah Mommies, sama halnya dengan saat memperjuangkan memberikan ASI, ternyata mendidik anak yang masuk dalam masa puber juga butuh support system yang baik. Paling tidak, hal inilah yang dirasakan oleh Moza Pramita. Belum lama ini saya sempat berbincang dengan ibu dari Malik (11 tahun) dan Akma (8 tahun). Mau tahu ceritanya? Berikut kutipan obrolan saya waktu itu dengan putri sulung pasangan Pramono Soekasno dengan Dewi Motik Pramono ini.

moza1

Mengingat anak pertama Mbak Moza, Malik, sudah masuk masa puber, bagaimana sih cara Mbak Moza membangun kedekatan dengannya?

Kita kan cuma berempat, beruntungnya sampai sekarang Maliq masih suka peluk-pelukan dengan saya, tapi tentu tidak di depan teman-temannya. Saya sendiri selalu banyak belajar dari teman, kakak sepupu atau saudara lainnya yang lebih dulu punya anak. So I learn from their mistake. Apa, sih, masalah yang biasanya terjadi ketika anak mulai puber? Misalnya hubungan yang  keputus, awalnya akrab lalu  menjauh. Biasanya antara Ibu dan anak laki-lakinya yang sudah beranjak ABG seperti ini.

Jadi, saya usahakan selalu punya waktu berdua dengan Malik. Kalau dengan anak perempuan biasanya waktu ibu dengan anak perempuannya kan lebih banyak, ya? Saya selalu bergantian dengan suami dalam seminggu harus punya waktu bersama anak-anak. Harapannya, kalau mereka mau cerita juga lebih leluasa. Supaya mereka merasa nyaman.

Sudah dua tahun setengah ini saya juga tinggal bersama Ibu saya. Dari sini saya juga berharap anak-anak saya punya tempat ngobrol yang nyaman sehingga Malik juga bisa ngobrol dengan orang terdekat. Laporan perkembangan Malik juga bisa saya dapatkan dari Ibu saya. Paling tidak kalau punya anak puber, kita memang harus punya mata-mata.

Di laman selanjutnya, Moza bercerita mengenai tantangan terberat menghadapi anak puber. Langsung klik, ya, Mommies.


Post Comment