Tindik Telinga Balita

Menindik telinga bayi perempuan biasanya dilakukan beberapa hari setelah si bayi lahir. Namun ada beberapa orangtua yang memutuskan untuk menunggu hingga nanti si anak memintanya sendiri. Bagaimana proses penindikan telinga anak yang sudah bukan bayi lagi?

Tindik telinga atau melubangi daun telinga sebagai jalan untuk memasang anting menjadi hal yang biasa bagi anak perempuan. Perhiasan yang ditempel di telinga ini juga kerap dianggap sebagai identitas untuk membedakan jenis kelamin bayi perempuan dan laki-laki. Padahal sebenarnya, tanpa perlu diberikan identitas tambahan seperti anting atau baju pink, anak perempuan akan tetap menjadi perempuan, kan, ya? Saya dan suami termasuk orangtua yang tidak mau menindik telinga anak hingga anaknya meminta sendiri. Alasannya adalah karena kami menghargai tubuh seutuhnya milik anak dan yang berhak memutuskan tindakan bagi tubuhnya adalah si anak sendiri.

Terus terang, mental saya tidak siap ketika Menik yang baru berusia 3 tahun sudah sibuk meminta memakai anting. Saya kira waktunya akan datang nanti saat Menik sudah masuk usia SD. Tapi karena sudah terus-terusan meminta, saya mulai menjelaskan tindakan apa yang perlu dilakukan jika mau telinganya bisa dipasang anting. Penjelasan ini menurut saya penting, bukan bermaksud menakuti-nakuti, ya, tapi ini berhubungan dengan kepercayaan anak pada orangtua. Jadi bagaimana langkahnya?

qbdjgg1402396967704

Gambar dari sini

  1. Pertama, saya mencari gambar Ear Piercing Gun di internet. Setelah mendapat gambar jelas, saya perlihatkan ke Menik, bahwa alat inilah yang akan melubangi dan memasukkan anting langsung ke daun telinga.
  2. Kedua, saya tidak berbohong soal rasa sakitnya. Saya jelaskan kalau nanti ketika telinga ditembak, maka akan ada rasa sakit dan suara yang mungkin mengagetkan.
  3. Ketiga, ibu atau pendamping yang mengantar juga harus menjaga mood agar tidak terlalu khawatir dan tetap rileks. Masih ingat,kan,  dengan kalimat bijak “Apa yang ibu rasakan, akan dirasakan juga oleh anak”?

Selain tiga langkah di atas, menurut pendapat saya, lebih baik tindakan menindik telinga anak ini dilakukan di rumah sakit. Kenapa? Karena seharusnya rumah sakit memiliki standar alat sterilisasi yang baik. Saya membawa Menik ke RSIA langganan karena kebetulan hanya rumah sakit ini yang menerima tindik anak (bukan usia bayi 0-3 bulan saja). Biayanya Rp65.000,- dan sudah mendapat sepasang anting steril untuk digunakan selama seminggu setelah ditindik sebelum diganti anting yang lain. By the way, menurut perawat di RS tadi, sebaiknya gunakan perhiasan emas agar tidak terjadi alergi pada telinga anak yang sensitif.

unnamed (4)

Tindakan tindik ini lumayan cepat. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Memberikan tanda pada bagian daun telinga, sebagai titik untuk menembak.
  2. Anting dibersihkan dengan alkohol lalu dipasang ke alat tembak.
  3. Daun telinga disemprot cairan untuk membuatnya mati rasa.
  4. Telinga ditembak.
  5. Selesai.

Sudah begitu saja! Suaranya memang agak kencang, sehingga biasanya membuat anak kaget. Menik menangis setelah tembakan pertama dan suaranya semakin kencang setelah tembakan kedua. Tapi hanya sebentar dan tangisannya berhenti setelah saya memperlihatkan kalau sekarang di telinganya sudah bertengger giwang berbentuk bulan pilihannya sendiri. Perawatan pasca ditindik adalah dengan mengoleskan salep berisi Gentamicin Sulfate, selama seminggu setiap habis mandi. Biasanya tidak ada efek apapun, tapi kalau terlihat radang, baiknya dibawa ke dokter segera.

So, no, it is not as scary as I thought. Malah, ketika melihat anaknya sibuk bercermin memerhatikan anting di telinganya, saya jadi senyum-senyum sendiri. Senang sekali rupanya, ya? Selamat pakai anting-anting, Nik!


8 Comments - Write a Comment

  1. Ki, Maika juga gak gue tindik pas bayi.

    Pernah minta sekitaran umur 3-4, gue ceritakan prosesnya dan udah dibilang akan sakit setelah tindik, dia ngeper, gak jadi tindik :)

    Sekarang udah umur 6 menuju 7 tahun, minta tindik lagi, gue ceritakan lagi, dia bilang mau, tapi mikir-mikir dulu bentar :D

    Hehhehe.. Menik pemberani!

    1. Hahahhaa iya Pai, harapan gue juga Menik mundur dulu pas gue ceritakan prosesnya. Eh, salah sangka, malah maju terus..

      Tapi dengan gini, jadi enak, ya, diskusi sama anak. Dia jadi tahu apa yg akan terjadi dan keputusan tetap di tangannya.. ;)

      Makasih tante Nopai

Post Comment