10 Langkah Menata Ulang Keuangan Keluarga

women_finance*Gambar dari sini

Tentunya kita tak pernah berharap untuk berada pada kondisi keuangan yang morat marit atau terlilit hutang yang berat ya ? Doa kita pastinya agar kita selalu diberi kelimpahan rejeki dan keadaan baik-baik saja bahkan ekonomi keluarga bisa meningkat. Amiin..

Bisa saja suatu saat kita dengan sangat terpaksa mengambil pinjaman dengan nominal yang besar, yang jumlah angsuran melebihi 30% pendapatan kita. Belum lagi pinjaman yang satu lunas, terpaksa cari pinjaman lagi untuk menutup kekurangan pemenuhan kebutuhan. Istilahnya gali lubang tutup lubang.

Hal ini memang sangat tidak disarankan, karena bisa-bisa ekonomi keluarga akan besar pasak daripada tiang. Namun jika karena satu dan lain sebab kita berada pada situasi demikian, pastinya stres ya ? Lalu apa yang harus kita lakukan ?

  • Catat semua pinjaman

Catat secara rinci semua pinjaman yang kita punya: berapa nominal, berapa lama masa pengembalian, berapa angsuran setiap bulan. Dengan melihat secara detail berapa pinjaman, kita akan bisa lebih realistis melihat di posisi mana kondisi keuangan keluarga kita.

  • Masukkan daftar angsuran pinjaman dalam anggaran bulanan

Dari semua anggaran pengeluaran bulanan plus kewajiban angsuran akan bisa kita lihat, apakah jumlahnya melebihi pendapatan kita. Syukur-syukur masih lebih besar pendapatan, karena dengan demikian masih akan ada sisa yang bisa kita alokasikan untuk hal lain, investasi misalnya.

  • Jika total pinjaman plus anggaran pengeluaran lebih besar dari pendapatan?

Langsung merasa down ? Wajar, tapi jangan berlama-lama. Lihat baik-baik list angsuran, mana yang kira-kira bisa dinegosiasi ulang sehingga kita bisa mendapatkan nominal angsuran lebih kecil. Meskipun ini akan berakibat molornya tempo pelunasan pinjaman atau masa hidup prihatin jadi lebih lama.

  • Cermati list anggaran

Adakah anggaran yang bisa kita kurangi, atau malah dihilangkan ? Ingat-ingat selalu prinsip KEBUTUHAN VS KEINGINAN. Kebutuhan makan adalah mendasar, tapi makan di luar / rumah makan hanyalah gaya hidup. Pengen ngopi boleh-boleh saja, tapi tak perlu ke kafe kan?

Apa lagi yang bisa dilakukan? Ada 6 hal yang bisa kita lakukan lagi, simak di halaman berikutnya!