Usia Yang Tepat Untuk Belajar Membaca

toddler-readingSekarang ini anak usia playgroup dan TK sudah mulai diajari membaca dan orangtuanya akan bangga sekali apabila anaknya yang masih berusia 4 tahun sudah lancar membaca. Saya, sebagai mahasiswa yang mempelajari bidang psikologi, justru miris melihat kasus seperti itu. Usia playgroup dan TK seharusnya belum waktunya dipaksa belajar membaca, wajar apabila anak masih mengalami kesulitan dan tidak seharusnya mereka dipaksa oleh orangtua dan guru mereka. Kalau sering dipaksa, mereka malah jadi malas dan tidak suka membaca hingga dewasa

Menurut NICHD Early Child Care Research Network, pada usia early childhood (3-6) tahun, anak seharusnya masih berada dalam tahap persiapan belajar menulis dan membaca. Sebelum dapat memahami tulisan yang tercetak di sebuah kertas, anak sebelumya harus menguasai kemampuan pre-reading terlebih dahulu. Kemampuan pre-reading ini sendiri dibagi menjadi 2 jenis. Pertama, kemampuan bahasa oral, seperti kosa kata, sintaks, struktrur naratif, dan pemahaman bahwa bahasa digunakan untuk berkomunikasi. Kedua, kemampuan fonologi (menyambungkan huruf dengan suara) yang dapat membantu menguraikan isi tulisan.

Selain itu, interaksi sosial juga merupakan faktor penting dalam perkembangan membaca dan menulis. Anak akan memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik apabila selama masa prasekolah diberikan kesempatan melakukan perbincangan oleh orangtuanya, misal membicarakan kegiatan sehari-hari dengan menggunakan kosakata yang beragam.

Kemudian saat anak sudah masuk ke usia middle childhood (4-6 tahun), anak sudah mulai belajar untuk membaca dan menulis dengan benar. Anak dapat mengidentifikasi tulisan dalam 2 cara. Pertama adalah dengan decoding, yaitu anak menyuarakan kata yang ia baca, menerjemahkannya dari tulisan ke dalam suara hingga memasukkannya ke dalam memori jangka panjang. Kedua adalah dengan visually based retrieval, yaitu anak hanya melihat tulisan saja kemudian mengingatnya.

Kesimpulannya, kapan anak belajar membaca? Simak di halaman selanjutnya!


6 Comments - Write a Comment

  1. Setuju dengan mamahrahma, sekarang jika ingin masuk SD, salah satu test-nya adalah apakah sudah dapat membaca.

    Dan bukan-kah untuk menumbuhkan minat membaca kepada anak dimulai dari usia dini. Ya bisa dilakukan dengan membaca buku cerita bersama orang tua dengan gambar warna warni cerah. Bonding time plus menumbuhkan minat membaca.

  2. Menjawab dua komentar di atas, mungkin bisa cari SD yang nggak menjadikan Calistung sebagai tolok ukur penerimaan murid, ya. Mungkin rada susah, tapi ada kok :)
    Menumbuhkan minat baca, tentu bisa sejak dini. Asalkan jangan memaksa anak untuk BELAJAR. Biarkan dia bisa karena minatnya bukan paksaan :)

  3. Nah emang itu jadi keprihatinan saya sih terhadap kurikulum SD, padahal jaman dulu kita baru belajar baca kelas 1 kan? Sebenarnya saya tidak melarang anak untuk belajar baca sama sekali sih. Sebenarnya boleh aja mulai diajari membaca, tapi harus dengan cara yang fun dan disesuaikan dengan minat anak agar anak tertarik dan suka membaca. Pokoknya yang paling penting, jangan sampai anak dipaksa karena takutnya anak nanti malah nggak suka baca sampai besar…

Post Comment