“Aku Nggak Mau Pisah Sama Mama…..”

depositphotos_27049067_original-resized-600

“Mama, aku besok nggak mau sekolah kalau nggak ditemenin sama mama”, “Mama, besok aku ke sekolahnya nggak mau naik jemputan, maunya diantar sama papa aja, kalau aku diculik gimana?”, “Mama, aku nggak mau tidur sendiri, maunya bertiga sama mama papa aja… Takut…”. Pernah nggak anak Mommies mengatakan salah satu (atau malah semuanya) di antara ketiga pernyataan tersebut? Kalau iya, ada kemungkinan anak Mommies mengalami Separation Anxiety Disorder atau takut berpisah dari orang terdekatnya.

Lho bukannya memang wajar ya kalau anak itu takut pisah sama orangtuanya ketika pertama kali masuk sekolah? 

Ya, memang wajar kalau anak takut pisah sama orangtuanya ketika pertama kali terlibat dalam aktivitas atau lingkungan baru, ketika pertama kali masuk TK misalnya, tetapi seharusnya ketakutan tersebut semakin berkurang seiring mereka semakin sering pergi untuk melakukan aktivitas tersebut. Namun, apabila anak terus-terusan merasa cemas yang kuat setiap mereka terpisah berulang sama orangtuanya, maka anak tersebut dikatakan mengalami separation anxiety disorder.

Menurut DSM V (klasifikasi gangguan mental), ciri-ciri utama separation anxiety disorder adalah tingkat stres yang tinggi ketika berpisah dengan rumah atau orang terdekatnya (seringkali orangtua, terutama ibunya), rasa cemas yang berlebihan terhadap orangtuanya (takut mereka cedera atau meninggal, dan memiliki keengganan yang besar untuk terlibat dalam aktivitas yang mengharuskan terpisah secara fisik dengan orangtuanya.

Terus apa sih kriteria diagnostiknya untuk mengetahui apakah anak memiliki separation anxiety disorder atau tidak?

Lihat di halaman selanjutnya ya!