Playtime, Bikin Bonding Makin Erat

bumi3Terkadang, saya suka bertanya ke diri sendiri, dalam sehari sudah punya waktu berlama lama, sih, untuk bermain bersama Bumi? Dari dua puluh empat jam, rasanya waktu saya lebih banyak dihabiskan di luar rumah buat bekerja, dan menikmati kemacetan Jakarta. Sisanya, paling hanya punya waktu 2 sampai 4 jam buat kruntelan bersama Bumi, anak saya.

Buat ibu pekerja seperti saya pasti sudah paham dengan situasi dilematis ini, ya. Hal ini pun akhirnya membuat saya komit ke diri sendiri untuk menyediakan waktu berkualitas bersamanya. Paling nggak satu jam dalam sehari kami bisa bebas bermain tanpa gangguan apapun. Termasuk gadget. Berhubung kalau pagi sering ada ‘drama’, biasanya aktivitas ini baru bisa lakukan setelah pulang kerja. Sesi curhat, mendongeng, atau menggambar merupakan aktivitas yang paling sering kami lakukan berdua. Sedangkan permainan hide and seek di balik selimut kami pilih untuk menyambut bapaknya pulang.

Ya, sampai sekarang, setiap kali mendengar bunyi kendaraan di depan rumah, Bumi lantas bilang, “Bapak pulang, ya, Bu? Kita ngumpet, yuk….”. Beberapa menit kemudian, kami pun sudah ‘hilang’ di balik selimut. Siap kagetkan bapaknya yang sudah hapal harus pura-pura sedih lantara Bumi nggak ada di kamar, hahahaha… Kalau mengingat hal ini, suka jadi senyum-senyum sendiri, deh!

Saya dan suami menganggap aktivitas seperti ini wujud playtime dalam versi sederhana. Dan pastinya bagian dari investasi. Jadi sebisa mungkin dilakukan setiap hari. Mumpung Bumi masih balita, di mana dalam usia ini memang dunianya nggak lepas dari bermain. Saya jadi ingat dengan pepatah yang mengatakan, children spell love with time, yang bisa diartikan kalau anak-anak baru akan merasa disayangi oleh orangtuanya jika mereka diberikan waktu. Kami pun percaya, semakin banyak kegiatan yang bisa dilakukan, bonding pun akan semakin kuat.

Selanjutnya: Berpelukan dengan anak mengaktifkan perasaan menyayangi >>


Post Comment