Jangan Jadi “Kompor” Masalah Rumah Tangga Teman

WomenTalkingHiResMommies, apakah ada yang pernah berada di posisi di mana harus mendengarkan teman berkeluh kesah tentang permasalah rumah tangga mereka? Tidak heran deh di kelompok pertemanan perempuan suka berkeluh kesah tentang permasalah rumah tangga satu sama lain kalau sudah kumpul. Malah, kalau lagi seru-serunya, bisa saling timpal menimpali. Kalau dipikir-pikir perempuan itu memang tipe orang yang suka “berbagi!. Tapi biasanya juga yang terjadi kalau sedang dalam situasi “panas” seperti ini, pasti saling mengompori satu sama lain untuk memberikan semangat untuk yang bermasalah karena tidak mau dinilai sebagai musuh dan tidak solider.

A word of advice: DON’T! Jangan hanya jadi “kompor” saja, untuk teman yang sedang mengalami masalah. Karena yang mereka butuhkan bukan persetujuan dari teman-temannya atas semua hujatan dan keluh kesahnya, tapi penyelesaian akan masalah yang sedang dialaminya. Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka?

1. Dengarkan cerita mereka dengan seksama

Terkadang, untuk teman yang sedang bermasalah, yang benar-benar mereka butuhkan adalah orang yang mau mendengarkan permasalahan mereka. Mereka ingin membagi beban berat mereka dengan orang yang bisa mereka percaya dan tidak heran kalau setelah bercerita malah mereka merasa beban mereka jadi lebih ringan dan bisa berpikir lebih jernih.

Dengarkan. Dan jangan menyelak mereka. You’re there to listen. Dan tentu saja memberikan dorongan moril dan juga pelukan kalau dibutuhkan. Tanpa dibumbui ikut menjelek-jelekan pasangan teman – karena ini tidak jarang terjadi.

2. Berikan motivasi untuk menyelesaikan masalah mereka

Nah, yang sering terjadi pada teman yang bermasalah adalah setelah mereka cerita, mereka terus berkutat pada permasalahan mereka dan terus mengulang langkah pertama terus menerus tanpa fokus mencari jalan keluar permasalahan mereka. Memang tidak mudah mencari jalan keluar untuk sebuah masalah, apalagi permasalahan yang menyangkut rumah tangga. Akan tetapi jika kita sebagai teman terus menerus mengakomodir kesedihan sang teman dan membiarkannya hanyut dalam permasalahannya  tanpa memberikannya dorongan untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka kita bukanlah teman yang baik.

Cukup tanyakan pada mereka: apa yang mereka inginkan. Dan ingatkan mereka untuk terus bergerak maju mencari solusi terbaik dan tidak hanyut dalam permasalahan.

Selanjutnya: Bantuan kita, apakah diperlukan? >>


2 Comments - Write a Comment

  1. Ah, Amalia..
    Terharu deh, bacanya. Bijak banget lo :D
    Tapi bener, setuju sama elo. Dicurhatin itu kadang orang yang curhat cuma butuh didengerin atau kalopun bertanya, mereka biasanya butuh pembenaran atas apa yang sudah mereka pikirin.

    TFS ya, Mal! TFS juga udh pernah jadi ‘tempat sampah’ yang nggak ngomporin :)

Post Comment