4 Faktor Penentu Keharmonisan Rumah Tangga

Setelah menikah lebih dari lima tahun, saya semakin paham kalau antara pria dan perempuan memiliki kebutuhan seksual yang berbeda. Kesimpulan ini juga saya ambil setelah mendengar dan melihat berbagi cerita dari teman-teman dekat.

Contoh mudahnya begini, ketika seorang istri saat ditanyakan bagaimana perasaannya bila mengetahui kalau dirinya tidak akan bisa berhubungan seks lagi dengan suaminya, hampir semuanya akan mengatakan tidak apa-apa, dan menganggap persoalan seks tidak terlalu penting. Berbeda bila pertanyaan tersebut diajukan pada seorang pria. Mungkin kalau diibaratkan, seks bagi sebagian kaum pria merupakan kebutuhan utama layaknya makanan.

*gambar dari sini

Nggak percaya? Mungkin kondisi ini bisa dilihat dari banyaknya kaum pria yang nggak tahan untuk bisa hidup sendiri tanpa didampingi seorang istri. Sedangkan pihak perempuan, sebaliknya. Memang, sih, kondisi seperti ini nggak bisa dipukul rata, tapi memang rata-rata kondisi seperti inilah yang terjadi di lingkungan saya.

Dalam hal ini, Dr. Mulyadi Tedjapranata, MD menjelaskan kalau perbedaan tersebut karena adanya hormon testoteron pada pria yang menggairahkannya secara seksual. “Seorang suami akan sangat frustrasi bila saat ia meminta berhubungan badan, namun istrinya tidak bersedia karena terlalu lelah,” ujarnya.

Meskipun begitu, seksolog yang sempat menjabat sebagai general sekretaris Indonesian Association of Sexology ini juga mengingatkan kalau hubungan seksual lebih dari pada sebuah kegiatan fisik yang mempersatukan pasangan suami-istri. Namun, juga merupakan refleksi dari keseluruhan hubungan perkawinan.

“Jadi sebenarnya yang sering jadi pemicu masalah, bukan karena istri atau suami tidak bisa memuaskan kebutuhan seksual pasangannya tetapi karena adanya gap komunikasi yang kurang baik di antara mereka yang akhirnya mengurangi kenikmatan hubungan seks,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan sebenarnya ada empat faktor penentu yang perlu dikembangkan dalam keharmonisan setiap pasangan yang harus kita perhatikan. Ingin tahu apa saja faktor-faktor penentu kepuasan seks suami-istri tersebut? Baca di halaman selanjutnya!

 

Selanjutnya: Diperlukan hubungan akrab antara suami dan istri >>


6 Comments - Write a Comment

  1. Setuju, gue setuju deh sama si bapak ini. Dia dulunya perempuan kali ya, kok paham banget sama perempuan? LOL.
    Coba kalo misalnya udah lama ga ngobrol, nggak komunikasi, nggak bersentuhan, terus tau2 berhubungan seksual? Kok berasanya kaya diperkosah.. x_x hihihi…

  2. ahahhahaa…. Lita…. mungkin selain seksolog dr. Mulyadi juga terima curhatan pasiennya kali, ya.. makanya paham bener sama persoalan ini :D

    Bener banget, gue juga ngerasanya gitu. Kalau udh berantem aja, rasanya dicolek aja juga udh males. Makanya suka bingung kalau ada yg bilang, setelah berantem hubungan di ranjang malah hot :D Gue, sih… boro2 kepingin, hahahaha

  3. hahahhaaa.. iya, sih, Ngie… tapi ada juga kok, pasangan yg justru jadiin hubungan seks sebagai jalan damai mereka ketika lagi berantem, Katanya, hubungan jadi lebih hot. Bah! gue sih boro2 :))

    Gue juga pernah tanya sama psikolog soal hal ini, dan katanya memang ada tipe pasangan yang kaya gini :D Kapan2 gue tulis artikelnya, deh :D

Post Comment