No Facebook Before 13

(foto dari sini)

 

Awalnya saya juga tidak terlalu menaruh perhatian pada sebuah aturan tentang usia seseorang mengakses media sosial, (apalagi term and condition, gak pernah dibaca ;p). Sampai membaca sebuah artikel tentang sosial media bagi anak-anak.
Hmm, pastilah media sosial pertama yang dirujuk; Facebook. Hmm..siapa siih yang gak punya Facebook? Zaman sekarang anak-anak kita yang merupakan generasi internet native, cepat atau lambat akan menemukan Facebook sebagai sebuah kebutuhan. Tapi tau kan, kalau usia minimal untuk membuka atau memiliki akun Facebook adalah 13 tahun. Twitter juga menerapkan hal yang sama. Nyatanya? Anak SD sekarang, banyaaak yang sudah punya.

Akhtar, 9thn, kelas 4SD suatu saat bercerita kalau teman-temannya banyak yang sudah punya akun Facebook dan menanyakan apakah ia juga punya. Lalu saya tanya, apa jawab Akhtar kalau ditanya, kenapa gak punya Facebook? “Karena aku belum 13 tahun”, jawabnya. Ahahaha ternyata dulu saya pernah ‘mengedukasi’ tentang hal tersebut dan ‘nempel’ di ingatannya. Tapi belum ada penjelasan lebih lanjut, alasan di balik pembatasan usia tersebut.

Dengan pengetahuan saya yang tidak terlalu canggih, saya berusaha menjelaskan (di luar pemahaman soal internet secara umum) bahwa sosial media seperti Facebook atau Twitter, juga memiliki manfaat dan risiko (bahaya). Media sosial adalah wadahnya anonimitas. Semua orang bisa menjadi dan mengaku menjadi siapa saja di situ. Singkatnya, saya jelaskan bahwa penerapan batas usia 13 tahun dilandasi faktor keamanan dan psikologi anak. (ah, ternyata dia sedikit banyak juga sudah mengerti hal ini, dari tulisan di majalah Bobo).

Selain itu, ada nilai kejujuran yang kita tekankan di sini. Bagaimana bisa teman-temannya yang seumuran dengannya, mempunyai akun Facebook? Artinya pasti mereka harus memberikan informasi yang tidak benar saat mendaftar (sign up). Mereka harus mengubah tahun lahirnya. Definitely not something I would teach them to.

Tentu saja keyakinan kami semacam ini tidak lantas menghakimi orangtua yang punya kebijakan membolehkan anaknya yang belum 13 tahun untuk memiliki akun Facebook. Mungkin itu dilakukan atas beragam alasan dan kebutuhan, seperti akun Facebook atas nama anak tetapi masih dikendalikan oleh orangtuanya.

Tetapi inilah salah satu cara kami untuk mengamankan jejak digital anak-anak yang sudah berinternet aktif. Yang penting, tetap miliki konsep dan batasan yang jelas, bagaimana bersosial media bagi anak-anak kita ya Mommies ;) Panduannya? Banyak sekali, tinggal ‘klik’ untuk mencarinya di jagat maya.


5 Comments - Write a Comment

  1. Hahaha…*senyum2*, unur 21? Hahaha…we wish!
    Iya betul lit, kl dah liat konten sosmed abg2 gitu, ya ampuuun… too early to ‘grow up’, pdhl blm dewasa jg, tp terpapar konten dewasa.

    Iya Dies, struggle bgt nih masang screen time buat anak, exposure dr luar itu lho… hhhh..

  2. Jgnkx 21 wkt tau ni punya ZIONIST J⊙⊙ ga pk buang wkt lgsg SHUT OFF DEAD MOVE ON

    Ketahux kx gmn wong yg pny org GITUX palg isinya msh no censor,blom lg mantx user dibiarkx tdk tenang coz wlpun suicide datanya msh di save di DEPOSIT BOX-hhhha NSA bgt coincidencekah?! Whos know

Post Comment